BPOM Siapkan SAS untuk Permudah Akses Terhadap Obat Corona saat PPKM Darurat

Ilustrasi obat-obatan dan vitamin. Foto: Shutter Stock

Pemerintah tengah berupaya untuk memastikan stok obat-obatan cukup di masa Pandemi COVID-19, khususnya saat penerapan PPKM Darurat. Salah satunya dilakukan oleh BPOM, yang tengah menyiapkan jalur spesial untuk memenuhi ketersediaan obat-obatan tersebut. Jalur khusus itu disebut Special Access Scheme (SAS).

“Dalam PPKM Darurat, Kemenkes memastikan bahwa stok obat-obatan cukup. Terkait beberapa kondisi tempat yang mengalami kekosongan, Kemenkes sedang bekerja keras untuk segera memenuhi kebutuhan tersebut menyediakan skema spesial atau SAS akan segera disiapkan BPOM untuk memudahkan akses terhadap obat tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, dalam konferensi pers secara daring, Kamis (8/7).

SAS merupakan mekanisme jalur khusus untuk pemasukan obat atau bahan obat yang tidak atau belum memiliki izin edar namun sangat diperlukan dalam kondisi tertentu.

Dedy mengatakan, segala upaya yang tengah dilakukan pemerintah saat ini untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19 yang kini sudah berada di kisaran 82 persen.

“Kami ingatkan bahwa tingkat kesembuhan kita pernah ada di atas 90 persen,” kata dia.

Petugas Sumber Daya Air (SDA) menyiapkan tabung oksigen gratis di Oxygen Rescue Monas untuk rumah sakit. Foto: Willy Kurniawan/Reuters

Selain berupaya memenuhi stok obat, oksigen juga menjadi salah satu yang tengah terus diupayakan ketersediaannya. Sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan dalam mengakses kedua hal tersebut.

Dedy juga menyatakan, pemerintah telah meminta kepada Kabareskrim Polri untuk menyelidiki terkait potensi penimbunan obat-obatan maupun oksigen.

“Sekali lagi mereka yang menari di atas penderitaan orang banyak adalah musuh bagi masyarakat,” kata dia.

“Mari kita bahu-membahu untuk mengatur mobilitas selama PPKM, tidak perlu keluar rumah. Hanya jika mendesak sepeti pergi ke sentra vaksinasi, baik untuk mendaftarkan diri, mengantarkan lansia, penyandang disabilitas, atau untuk mendapat vaksin,” pungkasnya.

Comments are closed.