BPBD Sitaro Evakuasi Ibu Hamil yang Positif Rapid Test Antigen ke Sangihe

Petugas BPBD Kabupaten Sitaro yang melakukan evakuasi ibu hamil yang positif Rapid Test Antigen, menggunakan APD lengkap sebagai standar protokol COVID-19

SITARO – BPBD Kabupaten Sitaro terpaksa melakukan evakuasi seorang ibu hamil ke Rumah Sakit di Kabupaten Sangihe menggunakan speedboat, untuk mendapatkan pertolongan dalam proses persalinannya, Senin (5/7).

Hal ini dilakukan BPBD, karena ibu hamil yang masih berusia 30 tahun ini, ternyata memiliki hasil positif Rapid Tes Antigen, sementara pihak rumah sakit di Kabupaten Sitaro, belum memiliki standar prosedur untuk operasi kelahiran dengan protokol COVID-19.

Direktur Rumah Sakit Lapangan Sawang di Kabupaten Sitaro, dr Alva Mangundap MSi, mengatakan jika pasien ibu hamil yang positif rapid test antigen, harus dirujuk karena dari hasil observasi harus menjalankan operasi, sementara pihaknya belum memiliki sarana untuk melakukan operasi jika pasien terindikasi terpapar COVID-19.

“Karena disini (RS Lapangan Sawang) belum tersedia sarana operasi untuk pasien yang terindikasi positif COVID-19, maka kami langsung berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Liung Kendage di Sangihe. Untuk itu, kami langsung merujuknya,” ujar Mangundap.

Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Sitaro, Bob Ch Wuaten, mengatakan jika untuk melakukan evakuasi, para petugas yang berada di speedboat, harus menggunakan pakaian APD, sesuai dengan protokol COVID-19 yang berlaku.

Wuaten mengatakan, pihaknya harus bergerak cepat dan tepat, mengingat si ibu hamil ini, memang memerlukan penanganan yang cepat, setelah pihak rumah sakit di Kabupaten Sitaro merujuknya untuk ke rumah sakit di Kabupaten Sangihe.

“Prosesnya kami harus menggunakan baju APD, karena pihak rumah sakit memastikan jika ibu hamil ini positif rapid test antigen. Petugas kami membawa si ibu hamil ini menggunakan speedboat ke RS Liung Kendage di Sangihe,” kata Wuaten.

“Sudah ada laporan dari tim yang mengantar, jika ibu hamil tersebut sudah dijemput pihak rumah sakit di Tahuna, Sangihe, dan sekarang sudah dalam proses penanganan oleh tenaga medis,” tutur Wuaten kembali.

franky salindeho

Comments are closed.