BOR RS Rujukan Corona di Jakarta: ICU Tembus 94%, meski Bed Ditambah

Orang-orang beristirahat di ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Okupansi tempat tidur (BOR) rumah sakit rujukan pasien corona di Jakarta masih terus meningkat. Saat ini BOR isolasi di 140 RS rujukan mencapai 92 persen, sementara BOR ICU sudah 94 persen.

Dikutip dari Instagram resmi Pemprov DKI, @dkijakarta, per 4 Juli, dari 11.214 tempat tidur isolasi yang tersedia, sebanyak 10.333 atau 92 persen diisi pasien.

Sementara dari 1.377 tempat tidur ICU yang tersedia di RS rujukan, sebanyak 1.295 atau 94 persen diisi pasien.

Jakarta terus menambah tempat tidur untuk kebutuhan isolasi. Pada 27 Juni 2021, jumlah tempat tidur isolasi hanya 10.355 unit. Lalu untuk ICU saat itu hanya 1.260 tempat tidur.

Tenaga medis yang mengenakan baju hazmat saat mengantar pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (14/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Pemprov DKI pun menyajikan data pergerakan BOR isolasi dan ICU RS rujukan corona dari Desember 2020 hingga 4 Juli 2021. Pergerakan terlihat fluktuatif.

Pergerakan pada periode Desember 2020 hingga Januari 2021 terus mengalami kenaikan. Kemudian, sejak akhir Januari hingga Mei bergerak menurun.

Sayangnya sejak akhir Mei hingga saat ini, kembali bergerak naik tajam. Secara lebih jelas bisa disimak pada grafik di bawah ini:

Pergerakan BOR isolasi dan ICU RS Rujukan Corona di DKI Jakarta hingga 4 Juli Foto: Pemprov DKI Jakarta

Data yang dihimpun kumparan dari Pemprov DKI, berikut angka pergerakan BOR isolasi dan ICU di RS rujukan corona di Jakarta pada rentang sepekan terakhir yang menggambarkan peningkatan:

27 Juni

– Bed Isolasi: 93%

– Bed ICU: 87%

28 Juni:

– Bed Isolasi: 94%

– Bed ICU: 92%

4 Juli

– Bed Isolasi: 92%

– Bed ICU: 94%

Seorang pasien beristirahat di ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Adapun testing PCR di Jakarta meningkat pada pekan 28 Juni-4 Juli. Dari 143.411 orang yang dites pada pekan sebelumnya (21-27 Juni), menjadi 168.060 orang dites.

Dibarengi dengan meningkatnya tes PCR, kasus konfirmasi positif juga menunjukkan tren kenaikan. Pada pekan 21-27 Juni, total kasus positif sebanyak 49.366 orang, sementara pekan 28 Juni-4 Juli ada 63.089 kasus positif.

Kondisi kasus corona di Jakarta sepekan terakhir. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Oleh sebab itu, positivity rate di Jakarta juga ikut naik dalam sepekan. Dari 34,42 persen menjadi 37,54 persen.

Harus diwaspadai bahwa kenaikan BOR dan positivity tersebut diiringi dengan penurunan kesembuhan di Jakarta. Pada pekan 21-27 Juni tingkat kesembuhannya yakni 89,9 persen, tetapi di minggu selanjutnya (28 Juni-4 Juli) turun menjadi 85,1 persen.

Disisi lain, angka kematian COVID-19 di Jakarta masih tetap dalam 4 minggu terakhir, jumlahnya 1,5 persen.

Comments are closed.