BOR 91%, Bima Arya Kerahkan Pendirian Tenda Darurat RSUD dan Tempat Isolasi

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau lokasi isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug, Rabu (30/6). Foto: Pemkot Bogor

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) untuk pasien COVID-19 di seluruh rumah sakit di Kota Bogor terus meningkat. Bahkan, di sejumlah RS nyaris penuh karena sudah mencapai 91 persen.

Atas kondisi ini, Pemkot Bogor berupaya meningkatkan kapasitas tempat tidur dengan menyiagakan tenda darurat hingga tempat isolasi berbasis masyarakat di tingkat kelurahan.

Wali Kota Bogor Bima Arya pun meninjau lokasi isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug. Tempat yang dimanfaatkan mulai dari kost-kostan, wisma, hingga gedung serbaguna.

“Ada puluhan titik di enam kecamatan se-Kota Bogor. Tapi akan diverifikasi kelayakannya oleh wilayah dan Dinkes agar berjalan cepat, karena kita butuh cepat. Nanti sistemnya swadaya, warga sekitar urunan sumbangan untuk dicari kasurnya dan lain sebagainya. Karena kalau proses anggaran normal tidak mungkin terkejar,” ungkap Bima Arya.

Untuk pengawasannya, kata dia, dilakukan Puskesmas di wilayah setempat dan berkoordinasi dengan Satgas kelurahan.

“Jadi Puskesmas terdekat melakukan visitasi dari nakesnya, suplai obat-obatan. Sisanya swadaya masyarakat saja, jadi saya minta Camat, Lurah Lpm, PKK, urun rembuk untuk menyuplai kebutuhan yang ada di tempat isolasi berbasis masyarakat ini. Mungkin sejauh ini ada 5 tempat isolasi yang sudah siap,” jelasnya.

Selain berbasis masyarakat, Pemkot Bogor melalui RSUD Kota Bogor juga menyiagakan tenda perawatan darurat di sudut RSUD dan Rumah Sakit Lapangan COVID-19 di GOR Pajajaran.

“Pekan ini tenda darurat beroperasi, wisma isolasi berbasis masyarakat beroperasi, Rumah Sakit Lapangan beroperasi. Jadi kita bisa tambah ratusan tempat tidur untuk isolasi,” ujar Bima Arya.

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau lokasi isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug, Rabu (30/6). Foto: Pemkot Bogor

Tenda darurat untuk IGD tersebut, lanjut Bima, sangat dibutuhkan di situasi seperti saat ini.

“Saya minta dimaksimalkan IGD untuk Covid-19. IGD sudah sangat penuh bahaya sekali kalau semua bercampur di sana. Oleh karena itu didirikan tenda ini bisa sampai 15-20 bed. Tenda ini nantinya akan difokuskan untuk IGD umum, jadi Jumat selesai dan bisa digunakan. Jadi kita atur semuanya, masih ada dua tenda lagi seperti ini yang sedang kita siapkan untuk kita dirikan,” terangnya.

“RSUD saya minta mempersiapkan semaksimal mungkin agar tidak terjadi penumpukan. Saya minta triasenya dirapikan, harus jelas jalurnya. Jadi yang indikasi positif masuk ke mana, jangan sampai semuanya tertumpuk, jangan sampai triasenya berantakan, jangan sampai semua berkumpul di situ dan harus dipisahkan,” tambahnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau lokasi isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug, Rabu (30/6). Foto: Pemkot Bogor

Saat ini, BOR di RSUD Kota Bogor sudah di angka 91 persen atau berada jauh di atas ambang batas WHO 60 persen.

“Secara umum di Kota Bogor 83 persen. Faktanya penuh. Sekarang siapa pun sulit. Saya Wali Kota tiap hari diminta oleh warga banyak sekali dan saya tidak bisa apa-apa, tidak mungkin saya meminta potong antrean karena yang mengantre di sini sudah banyak. Enggak mungkin. Makanya kami berupaya menambah tempat tidur isolasi,” tandasnya.

“Jadi, wali kota pun tidak bisa apa-apa. Makanya pengertian kepada warga, tolong empati kepada nakes semuanya. Patuhi prokes, faktanya penuh,” pungkas Bima Arya.

Comments are closed.