Beri Dukungan, Rekan Angkatan Eliezer Pasang Karangan Bunga & Datangi PN Jaksel

Karangan bunga dari letting Brimob Eliezer terpasang di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1). Foto: Hedi/kumparan

Sebuah karangan bunga berukuran besar terpasang di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Karangan bunga itu itu dari rekan seangkatan Richard Eliezer di Korps Brimob Polri.

Karangan bunga itu bertuliskan kutipan dari Jenderal Hoegeng Imam Santoso: ‘Selesaikan tugas dengan kejujuran karena kita masih bisa makan dengan garam’.

Di bawah kutipan itu termuat Bharapana 46 Korps Brimob Polri. Ini adalah nama angkatan atau letting Eliezer di Brimob untuk angkatan 2019.

Selain karangan bunga, sejumlah rekan seangkatan Eliezer juga terlihat hadir langsung di PN Jaksel. Mereka mengenakan seragam kemeja hitam dengan tulisan di punggung: ‘XLVI WATUKOSEK 2019’.

Salah satu teman Eliezer, Muhammad Iqbal Fauzi, mengatakan kedatangan mereka untuk memberi dukungan kepada temannya itu. Iqbal berharap, Eliezer dibebaskan dan bisa kembali ke satuan mereka.

“Kami dari lettingnya Bharada E, Bharapana Nusantara, datang ke sini untuk mendukung Richard Eliezer untuk dibebaskan, kalau bisa bergabung lagi bersama kami,” ungkap Iqbal kepada wartawan di PN Jaksel, Rabu (25/1).

Terdakwa Richard Eliezer tiba di ruang sidang untuk menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Iqbal menyebut, teman-temannya yang datang langsung ke PN Jaksel ada sekitar 30-40 orang. Mereka sudah mendapatkan izin dari komandan masing-masing untuk hadir langsung memberi dukungan ke Eliezer.

Eliezer hari ini akan membacakan pleidoi. Pembelaan atas tuntutan 12 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa meyakini Eliezer terlibat dalam pembunuhan berencana atas Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dan melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Iqbal turut memberikan komentar terhadap tuntutan yang dijatuhkan jaksa kepada Eliezer. Dia menyayangkan, sebab Eliezer sudah jujur dan membuka semua fakta dalam kasus kematian Yosua.

“Menurut saya itu enggak pantas. Karena Saudara saya itu sudah jujur. Kejujuran itu di atas segalanya. Masa kejujuran enggak ada harganya?” terang Iqbal.

“Dia yang membongkar,” pungkas dia.

Comments are closed.