Belum Banyak yang Tahu, Ini Alasan Motor Sport Tak Punya Standar Tengah

Yamaha R25 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Mayoritas pabrikan sepeda motor tak membekali produk motor sport-nya dengan standar tengah. Misalnya, untuk motor trail, fairing, atau naked 150-250 cc, hingga moge di atas 500 cc.

Jika bicara fungsi, standar tengah akan memudahkan pemiliknya ketika parkir, melakukan servis, mencuci, termasuk ketika mengganti ban. Tapi mengapa kebanyakan motor sport tak dibekali dengan komponen ini?

Ducati Scrambler Icon 2019 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Menurut Slamet Kasianom, Senior Technical Advisor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) alasan mengapa motor sport absen standar tengah karena pertimbangan safety di jalan.

“Untuk motor real sport seperti fairing, naked sport ketika lagi dipakai agak kencang dan menikung punya potensi besar menghantam aspal jika ada standar tengah. Ini akan membahayakan pemiliknya,” kata Slamet kepada kumparan, Selasa (6/7).

Tester dari kumparan sedang menjajal performa motor Yamaha WR 155 di Hambalang Hills, Jawa Barat. Foto: YIMM

Sementara untuk motor jenis trail jika dipasangkan standar tengah juga berpotensi menyebabkan crash. Contohnya ketika digeber di lintasan ber-batuan atau track adventure yang memiliki banyak obstacle mulai dari ranting, batang pohon, dan yang lainnya.

“Sama juga untuk motor trail, perhatikan dari mesin 150 sampai besar juga enggak ada standar tengah. Ini untuk menghindari motor nyangkut di rintangan trek. Kan bahaya, lagi kencang tiba-tiba tersangkut,” katanya.

Tak semua moge absen standar tengah

Test ride BMW S1000XR. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Namun kata Slamet, pakai atau tidak memakai standar tengah tergantung tipe moge-nya. Untuk tipe adventure atau touring yang memiliki ground clearance tinggi umumnya masih dibekali dengan standar tengah.

“Motor polisi dari Yamaha seperti XJ900 itu masih ada standar tengah, kemudian juga BMW R 1200 GS. Jadi kembali lagi dengan tipe dan kebutuhan motornya, kalau motor touring enggak mungkin dipakai cornering kan,” imbuhnya.

Yamaha R25 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Selain dari sisi keamanan, memakai standar tengah juga tak sesuai dengan sisi estetika dari motor sport. Tak cuma itu saja, absennya komponen standar tengah akan mengurangi bobot dari motor itu sendiri.

“Secara desain dan tampilan jadi enggak pas kalau motor sport, apalagi tipe fairing dikasih standar tengah,” jelasnya.

Pakai paddock

Tampilan belakang Honda CBR250RR SP modifikasi. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Meski tak dibekali dengan standar tengah, bukan berarti motor sport tak bisa di-service, mencuci, atau mengganti ban dalam keadaan motor tegak.

Caranya dengan menggunakan standar khusus atau yang disebut dengan paddock. Di pasaran tersedia pula standar paddock untuk roda depan dan belakang.

“Tapi tenang saja, jika melakukan servis di bengkel resmi pasti bengkel tersebut sudah memiliki paddock khusus untuk tipe motor sport fairing,” ungkap Slamet.

Comments are closed.