Begini Cara Ibu Elon Musk Mendidik Anak-anaknya

CEO, dan chief engineer di SpaceX, Elon Musk dan ibunya, supermodel Maye Musk, tiba untuk Met Gala 2022 di Metropolitan Museum of Art pada 2 Mei 2022, di New York. Foto: ANGELA WEISS / AFP

Siapa yang tidak kenal Elon Musk. CEO Tesla dan SpaceX ini adalah orang terkaya di dunia versi Forbes saat ini. Dibalik kesuksesan seseorang, ada sosok Ibu yang berhasil mendidik anak-anaknya.

Maye Musk adalah ibu bagi Elon Musk serta dua saudara kandungnya, Kimbal dan Tosca. Maye Musk berbagi rahasia parenting melalui sebuah tulisan di CNBC.

Maye Musk mengatakan kuncinya adalah ajarkan mereka kerja keras dan membiarkan mereka ikuti ketertarikannya.

Sebagai single parent sejak 31, Maye Musk membesarkan ketiga anaknya sendirian. Maye sudah bekerja sejak usia 8 tahun sebagai pengantar buletin kiropraktik yang tinggal di sebelah rumahnya.

Maye dididik oleh orang tuanya layaknya mereka orang dewasa yang bisa dipercaya. Hal yang sama ia teruskan ke anak-anaknya.

“Orang tua saya memperlakukan kami seperti orang dewasa yang dapat dipercaya, dan pengaruh mereka terlihat dari cara saya membesarkan anak-anak saya,” tulis Maye.

Sejak kecil, anak-anak Maye sudah membantu bisnis nutrisi milik Maye. Tosca (anak bungsu) datang ke kantor dan membantu menulis surat yang ditujukan ke dokter menggunakan word processor. Elon sangat mahir menjelaskan fungsi word processor kepada Maye. Dan Kimbal pun ikut menolong.

Ketika pindah ke Bloemfontein, Maye mempekerjakan Tosca untuk sekolah modelling yang ia jalankan. Saat itu Tosca masih berumur 8 tahun.

Tosca Musk, Elon Musk, Maye Musk, dan Kimbal Musk (ki-ka). Foto: instagram/@mayemusk

Maye mengajarkan nilai independen, ramah, penuh perhatian serta sopan ke anak-anaknya. Selain itu Maye juga menekankan pentingnya bekerja keras dan melakukan hal yang baik.

“Saya tidak memperlakukan mereka seperti bayi atau memarahi mereka. Saya tidak pernah memberi tahu mereka apa yang harus dipelajari. Saya tidak memeriksa pekerjaan rumah mereka; itu adalah tanggung jawab mereka,” tulis Maye.

Ketika dewasa, mereka melanjutkan mengambil tanggung jawab atas masa depan mereka sendiri berdasarkan keputusan yang mereka ambil. Termasuk memilih sekolah sendiri, hingga universitas sendiri. Maye tidak mengintervensi pilihan anak-anaknya.

Menurut Maye, anak-anak tidak perlu dilindungi dari realitas tanggung jawab. Ketika kuliah, anak-anak Maye hidup dengan kondisi yang pas-pasan. Tidur dengan matras di kamar berisi 6 orang.

“Jika anak-anak Anda tidak terbiasa dengan kemewahan, maka mereka dapat bertahan hidup dengan baik. Anda tidak perlu memanjakan mereka. Setelah Anda yakin anak-anak Anda berada dalam situasi yang aman, biarkan mereka menjaga diri mereka sendiri.”

Maye Musk mengatakan bahwa banyak orang tua yang stres karena mengurusi sesuatu yang seharusnya bisa dikerjakan anaknya. Maye bercerita banyak orang tua yang pusing mengurusi dokumen anak-anaknya yang masuk sekolah tinggi, universitas atau bahkan masuk kerja.

“Ajari anak-anak Anda sopan santun. Tapi biarkan mereka memutuskan apa yang mereka inginkan,” tutupnya.

Comments are closed.