Bayi dan Anak WNA Boleh Masuk-Keluar RI di Masa PPKM Darurat

Anak pakai masker naik pesawat saat pandemi. Foto: Shutterstock

Satgas Penanganan COVID-19 bersama Kemenlu dan Kemenhub telah mengeluarkan peraturan baru terkait perjalanan luar negeri bagi WNI dan WNA. Ini diterapkan seiring dengan pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa dan Bali sejak 3 Juli 2021 selama 2 pekan untuk menekan laju penularan COVID-19.

Aturan baru itu pun tertuang dalam addendum SE Satgas Penanganan COVID-19 No.8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19, yang berlaku mulai 6 Juli 2021.

Lantas, apakah aturan baru ini juga mencakup bagi anak-anak dan bayi?

Kepala BNPB Ganip Warsito (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau penanganan kasus COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (2/6/2021). Foto: Yusuf Nugroho/ANTARA FOTO

Kepala BNPB sekaligus Kasatgas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito menerangkan WNA yang berusia anak-anak dan balita dan bayi masih diperbolehkan masuk dan keluar RI selama masa PPKM darurat.

“Sebagaimana yang kita ketahui syarat itu untuk semua yang melakukan perjalanan internasional. Karena sampai saat ini pun kita mendengar bahwa virus ini pun berkembang dan menyasar ke balita dan anak-anak,” kata Ganip secara virtual, Minggu (4/7).

Syaratnya, seperti yang tertuang dalam addendum, anak-anak harus memiliki sertifikat vaksinasi COVID-19. Kalau belum, anak wajib memiliki hasil tes negatif RT-PCR.

“Paling tidak kalau memang belum ada ketentuan vaksin di negaranya, kan di sini paling tidak kan dengan tes PCR yang ditentukan sebelumnya,” tandas dia.

Comments are closed.