Bangladesh Lockdown: Polisi dan Tentara Akan Tangkap Warga yang Keluar Rumah

Personel TNI meminta warga untuk memakai masker pelindung dengan benar saat berpatroli di jalan selama lockdown di Dhaka, Bangladesh, Kamis (1/7). Foto: Mohammad Ponir Hossain/REUTERS

Pemerintah Bangladesh mengerahkan tentara dan polisi di hampir semua sudut ibu kota, Dhaka, Kamis (1/7/2021).

Mereka ditugaskan untuk berjaga saat lockdown diberlakukan di Dhaka. Penguncian ketat adalah langkah yang diambil pemerintah seiring melonjaknya kasus COVID-19.

Sepekan terakhir, penambahan COVID-19 di Bangladesh mencatatkan angka di atas 5000 kasus per hari. Pada puncaknya, dalam 24 jam muncul 8000 kasus lebih.

Personel TNI meminta warga untuk memakai masker pelindung dengan benar saat berpatroli di jalan selama lockdown di Dhaka, Bangladesh, Kamis (1/7). Foto: Mohammad Ponir Hossain/REUTERS

Kini total infeksi virus corona di Bangladesh mencapai 913.258. Sebanyak 14.503 di antaranya meninggal dunia.

Lonjakan kasus di Bangladesh disebabkan menyebarnya varian Delta. Varian corona yang lebih menular dan berbahaya itu lahir di negara tetangga, India.

Di perbatasan Bangladesh dan India, sejumlah rumah sakit nyaris kolaps akibat lonjakan pasien COVID-19. Sementara di ibu kota Dhaka dan beberapa wilayah lain tingkat infeksi mencapai 70 persen.

Lockdown pun diberlakukan di berbagai wilayah di Bangladesh demi menahan laju infeksi virus corona.

Petugas polisi memeriksa pengendara di sebuah pos pemeriksaan selama lockdown di Dhaka, Bangladesh, Kamis (1/7). Foto: Mohammad Ponir Hossain/REUTERS

Polisi dan tentara Bangladesh dalam pernyataannya menegaskan, siap bertindak tegas bagi siapa saja pelanggar lockdown.

Kepala Kepolisian Dhaka, Shafiqul Islam, bahkan mengancam warga yang tak mau berdiam diri di rumah akan didenda atau ditangkap.

“Bila kami perlu melakukan penangkapan sampai 5000 kasus per hari, kami akan melakukan itu,” ucap Islam seperti dikutip dari AFP.

Seorang petugas polisi memeriksa penumpang di sebuah pos pemeriksaan selama lockdown di Dhaka, Bangladesh, Kamis (1/7). Foto: Mohammad Ponir Hossain/REUTERS

Pemberlakuan lockdown di Dhaka dan berbagai wilayah di Bangladesh diumumkan pekan lalu.

Pemerintah Bangladesh menyatakan, lockdown akan dilakukan begitu ketat. Yang boleh keluar rumah hanya yang punya alasan kuat. Bagi yang tak punya alasan kuat maka disarankan tetap di rumah.

“Kami harap langkah keras ini akan sukses. Kami harus menahan virus ini dengan cara apa pun,” tegas jubir Kemenkes Bangladesh Robed Amin.

Comments are closed.