Bacaan Surat At Takatsur Serta Arti dan Pesan yang Terkandung di Dalamnya

Ilustrasi Bacaan Surat At Takatsur Serta Arti dan Pesan Yang Terkandung di Dalamnya. Sumber: pexels.com

Surat At Takatsur memiliki arti bermegah-megahan. Surat ini diturunkan di Mekkah, sehingga termasuk dalam Surat Makkiyah dan berjumlah 8 ayat. Berdasarkan buku Juz Amma For Kids oleh Tethy Erokanzo dan Dian K (Bhuana Ilmu Populer, 2016: hlm 58), surat ini turun berkenaan dengan dua kabilah Anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bani Harits yang saling menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya masing-masing.

Dalam buku Tafsir Al Lubab Jilid 4: Makna, Tujuan dan Pelajaran Dari Surah-Surah Al Quran oleh M. Quraish Shihab (Lentera Hati, 2012: hlm 729-730), dijelaskan bahwa tema utama dalam uraian Surat At Takatsur adalah kecaman terhadap mereka yang lengah akan gemerlap duniawi dan kebanggaan atas sesuatu yang fana. Tujuan utamanya adalah mengingatkan manusia tentang kesudahan yang akan mereka alami dalam kehidupan di dunia ini, bahwa semua akan mati terkubur dan semua akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukannya.

Bacaan dan Arti Surat At Takatsur

Bacaan Surat At-Takatsur

Bismillaahirrahmaanirrahim

Alhaakumut takaatsur(u)

Hattaa zurtumul maqaabir(a)

Kallaa saufa ta’lamuun(a)

Tsumma kallaa saufa ta’lamuun(a)

Kalaa lau ta’lamuuna ‘ilmalyaqiin(i)

Latarawunnal jahiim(a)

Tsumma latarawunnahaa ‘ainalyaqiin(i)

Tsumma latus-alunna yauma-idzin ‘aninna’iim(i)

Arti Surat At Takatsur

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.

sampai kamu masuk ke dalam kubur

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)

dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui

Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin

niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim

dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin

kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia ini)

(Sumber: Juz Amma For Kids oleh Tethy Erokanzo dan Dian K (Bhuana Ilmu Populer, 2016: hlm 59-60)

Pelajaran dan Pesan yang Dapat Dipetik dari Surat At Takatsur

Pelajaran dan pesan dari Surat At Takatsur ini bersumber dari Tafsir Al Lubab Jilid 4: Makna, Tujuan dan Pelajaran Dari Surah-Surah Al Quran oleh M. Quraish Shihab (Lentera Hati, 2012: hlm 730-731).

sumber foto: Flickr.com

Ayat 1-4

Kelengahan mengantar manusia pada persaingan tanpa batas, sampai-sampai mengantar mereka ke kubur untuk membuktikan betapa besar pengaruh dan jumlah pengikut mereka atau sampai-sampai mereka menghitung orang-orang yang mati di antara mereka.

Yang lengah akan menggunakan berbagai cara dan sarana untuk memenangkan persaingan dan tidak akan berhenti bersaing sampai dia mati.

Yang dikecam bukan usaha meraih banyak harta atau persaingan yang sehat namun persaingan yang tidak sehat akibat kelengahan terhadap nilai-nilai agama.

Ayat 3 dan 4 memperingatkan bahwa segala persaingan tidak akan membawa kebahagiaan atau kepuasan bagi yang terlibat.

Ayat 5-8

Semua yang bersaing dengan tidak sehat akan menyesal di kemudian hari, baik itu di dunia atau paling tidak di akhirat.

Semakin dalam keyakinan seseorang maka semakin tajam mata hatinya, sehingga dapat melihat yang tersirat dibalik yang tersurat

Setiap manusia akan melintasi neraka. Ada yang akan berhasil sehingga lolos dan mencapai surga dan ada yang terjatuh ke neraka

Tidak seorang pun dalam kehidupan ini yang tidak memperoleh kenikmatan. Naungan, rumput dan air sejuk adalah contoh Rasulullah SAW dalam menjelaskan kenikmatan yang dimaksud

Segala kenikmatan yang diperoleh kelak akan dituntut pertanggungjawabannya dari mana kita memperoleh kenikmatan tersebut dan bagaimana kita mempergunakannya

Demikian penjelasan mengenai bacaan, arti dan pesan yang dapat diambil dari Surat At Takatsur. Semoga surat ini dapat dijadikan tuntunan agar kita selalu mengingat bahwa segala persaingan yang tidak sehat dan kedengkian yang diakibatkan rasa ingin bersaing adalah tidak baik. Dengan surat ini juga, semoga kita selalu dapat bersikap rendah hati dan tidak lengah akan gemerlapnya serta selalu memperbaiki ibadah kita. Amin.(IND)

Comments are closed.