AS Bantu Warga Iran Akses Internet di Tengah Demo Besar Kematian Mahsa Amini

Wanita Kurdi dan Lebanon mengambil bagian dalam unjuk rasa di distrik pusat kota Beirut pada 21 Spetember 2022, beberapa hari setelah pihak berwenang Iran mengumumkan kematian Mahsa Amini. Foto: ANWAR AMRO/AFP

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada Jumat (23/9) waktu setempat untuk membantu meningkatkan akses warga Iran ke internet. Upaya ini dilakukan setelah pemerintah Taheran membatasi internet di tengah gelombang protes kematian Mahsa Amini.

Setelah kematian Mahsa Amini yang sempat ditahan polisi moral negara itu, Iran memutus layanan internet ke sebagian besar penduduk. AS menyebut upaya ini “untuk mencegah dunia menyaksikan tindakan kerasnya (pemerintah Iran) terhadap aksi damai pengunjuk rasa.”

“Dalam menghadapi langkah-langkah ini, kami akan membantu memastikan rakyat Iran tidak terus terisolasi dan dalam kegelapan,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dikutip dari AFP, Sabtu (24/9).

“Ini adalah langkah konkret untuk memberikan dukungan yang berarti kepada rakyat Iran yang menuntut agar hak-hak dasar mereka dihormati,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara pada konferensi pers di Hotel Fairmont di Jakarta, Selasa (14/12).
Foto: Olivier Douliery/Pool via REUTERS

Iran telah diguncang protes berdarah selama seminggu terakhir atas kematian Mahsa Amini minggu lalu, yang ditangkap polisi moral Iran karena mengenakan jilbab yang kurang rapi.

Wanita Kurdi berusia 22 tahun itu menghabiskan tiga hari dalam keadaan koma setelah ditahan.

Langkah AS ini akan memungkinkan perusahaan teknologi untuk “memperluas jangkauan layanan internet yang tersedia untuk Iran,” kata Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan Adeyemo ini merujuk pada lisensi ekspor yang dimodifikasi akan memungkinkan akses ke perangkat lunak, termasuk alat antivirus dan malware, serta komputasi awan, dan layanan konferensi video untuk mendukung “akses ke informasi berbasis fakta kepada rakyat Iran.”

Akses Starlink di Iran?

Massa menyalakan api selama protes atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh ‘polisi moral’ republik Islam, di Teheran, Iran, Rabu (21/9/2022. Foto: WANA via REUTERS

Blinken mengatakan langkah-langkah terbaru ini memajukan upaya dan komitmen AS untuk memastikan rakyat Iran dapat dengan bebas mengakses informasi secara online dan “membantu melawan upaya pemerintah Iran untuk mengawasi dan menyensor warganya.”

“Jelas bahwa pemerintah Iran takut pada rakyatnya sendiri,” kata Blinken dalam sebuah pernyataan.

Namun, para pejabat menyebut langkah itu mungkin tidak memiliki dampak langsung karena tidak menghapus setiap alat represi komunikasi.

“Seiring waktu akan memberi rakyat Iran lebih banyak alat untuk mengatasi upaya represif dari pemerintah Iran,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri dalam panggilan konferensi.

Miliarder Elon Musk mengatakan, baru-baru ini dia akan meminta Departemen Keuangan AS untuk mengizinkan lisensi ekspor untuk mengotorisasi perusahaan internet satelit Starlink menyediakan layanan ke Iran. Namun langkah AS yang diumumkan pada Jumat, berfokus pada perangkat lunak ketimbang perangkat keras.

Piringan terminal Starlink menghubungkan pengguna langsung dengan satelit Starlink di luar angkasa. Foto: SpaceX

Musk, yang mengatakan di Twitter awal pekan ini, menyebut Starlink telah tersedia di setiap benua. Awal tahun ini memasok antena dan modem ke militer Ukraina untuk meningkatkan komunikasinya dalam perang melawan Rusia.

“Starlink akan mengajukan pengecualian dari sanksi terhadap Iran,” tweet Musk.

Sekelompok bipartisan anggota parlemen AS mengirim surat minggu ini kepada Menteri Keuangan AS Janet Yellen mendesaknya untuk mengurangi pembatasan layanan internet ke Iran.

Surat itu meminta departemen “untuk mengklarifikasi aturan tentang penyediaan layanan kepada rakyat Iran,” dan “mempercepat permintaan lisensi terkait dari perusahaan, termasuk dari Starlink.”

Seorang pejabat senior Departemen Keuangan AS mengatakan kepada wartawan bahwa lisensi ekspor tidak mencakup perangkat keras. Tetapi Departemen Keuangan menyambut ‘niat baik’ Starlink dan yang lainnya untuk membantu upaya AS menyuplai akses internet warga Iran.

Comments are closed.