APBN Makin Tekor, Sri Mulyani Sebut Defisit di Juni Capai Rp 283,2 Triliun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (19/8). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

APBN 2021 makin tekor, di mana belanja negara lebih besar daripada penerimaan yang diraih. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang menyebut realisasi pendapatan negara per Juni 2021 atau pada semester I tahun ini mencapai Rp 886 triliun.

Realisasi ini setara 50 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp 1.743 triliun. Namun, realisasi penerimaan negara ini menunjukkan defisit APBN hingga semester I 2021 mencapai Rp 283,2 triliun karena belanja negaranya mencapai Rp 1.170,1 triliun.

“Untuk realisasi semester I kita mengalami defisit Rp283,2 triliun atau 1,72 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” kata dia dalam konferensi pers usai Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Joko Widodo secara daring, Senin (5/7).

Tekornya APBN di bulan Juni itu membengkak dari posisi Mei, saat defisit APBN masih di angka Rp 219 triliun. Angka defisit anggaran tersebut, setara dengan 1,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sri Mulyani merinci, penerimaan negara hingga semester I 2021 mencapai Rp 886 triliun atau naik 9,1 persen. Menurutnya, pendapatan negara ini naik sangat bagus karena di periode yang sama tahun lalu minus 9,7 persen.

Dari sisi penerimaan pajak mencapai Rp 557,8 triliun atau 45 persen dari target tahun ini Rp 1.229 triliun atau 4,9 persen. Tahun lalu penerimaan pajak Indonesia mengalami hantaman kuat karena terkontraksi 12 persen atau hanya Rp 531 triliun di periode yang sama.

Petugas menata tumpukan uang di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

“Jadi ada pemulihan dari minus 12 persen melonjak mendekati 5 persen,” ucapnya.

Sementara itu, dari sisi penerimaan bea cukai sudah terkumpul Rp 102,2 triliun atau 56 persen dari target Rp 215 triliun. Ini terjadi pertumbuhan 31,1 persen dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 8,8 persen atau naik tiga kali lipat.

Dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga semester I 2021 mencapai Rp 206,9 triliun atau naik 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 185,7 triliun.

“Ini juga suatu pemulihan luar biasa karena tahun lalu PNBP kita kontraksi 11,2 persen. Jadi kalau dilihat dari penerimaan negara, terjadi geliat pemulihan ekonomi yang cukup kuat,” ujar Sri Mulyani.

Sementara dari dari sisi belanja negara sudah direalisasikan sebesar Rp1.170,1 triliun atau 42,5 persen dari target belanja tahun ini. Belanja ini naik atau tumbuh 9,4 persen dibanding tahun lalu yang hanya tumbuh 3,4 persen.

Untuk belanja negara di APBN 2021, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 796,3 triliun dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp 449,6 triliun dan belanja non-K/L Rp 346,7 triliun. Selain itu, realisasi transfer ke daerah dan dana desa adalah Rp 373,9 triliun.

Comments are closed.