Anies Terbitkan Ingub: Larang Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah

Pemotongan hewan kurban dilakukan di tempat yang memungkinkan penerapan jarak fisik serta keharusan penggunaan masker, sarung tangan dan pelindung wajah bagi panitia penyembelihan hewan kurban. Foto: Mochammad Asim/ANTARA FOTO

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan aturan terkait pelaksanaan Idul Adha dan pemotongan hewan kurban di Jakarta.

Aturan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 43 Tahun 2021. Dalam aturannya itu Anies melarang pemotongan hewan kurban untuk semua zona merah di Jakarta.

“Memastikan tidak dilakukan pemotongan hewan kurban dilaksanakan di wilayah zona merah COVID-19,” ujar Anies dikutip Ingub 43/2021, Jumat (2/7).

Anies juga minta agar pemotongan yang dilakukan di luar rumah pemotongan hewan (RPH) didata dan dilaksanakan di lokasi yang telah ditentukan.

“Mendata dan memastikan pemotongan hewan kurban yang dilakukan di luar RPH berada di lokasi yang telah ditentukan mengacu pada website corona.go.id,” tulisnya.

Para wali kota dan bupati juga diminta mengatur kegiatan penampungan, penjualan, hingga pemotongan sesuai dengan protokol kesehatan yang diatur dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2021.

Peraturan-peraturan tersebut sebagai pedoman yang harus dipatuhi bagi umat muslim. Foto: Mochammad Asim/ANTARA FOTO

Hewan kurban yang dijual juga harus disertai dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Adapun status zona merah, zona oranye, zona kuning, dan zona hijau di Jakarta dibagi di tingkat RT. Saat ini ada 55 RT di Jakarta yang masuk zona merah hingga 4 Juli 2021.

Apabila dalam pelaksanaan penampungan, penjualan, hingga pemotongan ditemukan orang dengan gejala COVID-19 harus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Comments are closed.