Anies soal DKI Turbulensi Corona: Kita Tanggung Jawab Ambil Peran, Bukan Nonton

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menerima kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito beserta jajarannya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (14/6). Foto: Dok. PPID DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kondisi pandemi corona di ibu kota layaknya pesawat yang sedang mengalami turbulensi. Ia pun meminta semua pihak bersama-sama bertanggung jawab dan berperan aktif menekan laju penularan corona.

“Kita punya tanggung jawab untuk ambil peran, kita punya tanggung jawab bukan menonton dan kita harus tahu kondisi yang sesungguhnya sedang terjadi,” jelas Anies saat konferensi pers terkait persiapan pelaksanaan PPKM Darurat di Jakarta, Jumat (2/7) malam.

Menurutnya, peran aktif semua pihak, termasuk masyarakat, saat ini adalah terus disiplin prokes.

“Kita harus berita tahu semuanya kita akan memasuki kawasan turbulensi semua pasang ikat pinggang sabuk pengaman pastikan tidak ada yang lalu-lalang, semua duduk di kursinya melewati masa turbulensi dengan tertib itu, protokol yang biasa dilakukan apabila sebuah penerbangan memasuki kawasan turbulensi,” imbaunya.

Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bersiap merawat pasien di rumah sakit darurat penyakit virus corona (COVID-19), di Jakarta, Indonesia, 17 Juni 2021. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters

Anies kemudian membeberkan kondisi pandemi corona di Jakarta terkini. Mulai dari kemampuan testing per hari yang mencapai 22 ribu-25 ribu orang, kemudian kasus aktif sudah sebanyak 78.631.

“Kasus aktif di Jakarta ada 78.631. Ini adalah angka tertinggi di dalam sejarah pandemi di Jakarta,” terangnya.

Anies juga menjelaskan angka kematian di Jakarta yang kini sebanyak 300 kasus per hari. Padahal pada gelombang pertama penularan corona, angka kematian tertinggi sebanyak 140 kasus, namun terus melonjak.

“Pada gelombang pertama kalau pun kita harus memakamkan tinggi-tingginya itu 140 per hari. Sekarang sudah lebih dari 300. Minggu yang lalu untuk pertama kalinya sampai angka di atas 150. Lalu di atas 200, lalu di atas 250, dan kemarin di atas 300,” urainya.

Ini bukan angka statistik. Ini adalah saudara kita, ayah, ibu, anak, kakak, adik, dari warga Jakarta. Jangan pernah kita menganggap ini adalah angka statistik. –Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.Orang-orang beristirahat di tempat tidur di sepanjang koridor ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Anies lalu membeberkan tingkat keterisian RS (BOR) yang sudah mencapai 10.220 dari total kapasitas 11.134 bed. Ada penambahan kapasitas yang cukup tinggi dari yang sebelumnya 6.500 bed pada awal Juni, karena semakin banyak pasien corona yang bergejala.

“Kami meningkatkan kemampuan rumah sakit. Lihat ini kenaikannya. Ini adalah jumlah tempat tidur yang diubah dari 6.500 tempat tidur, saat ini menjadi 11.134 tempat tidur. Dan yang terpakai 10.220,” rincinya.

Comments are closed.