Anies: Rumah Sakit Sudah Kewalahan, Bantu dengan Tetap di Rumah Saja

Gubernur DKI Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji saat memantau PPKM Darurat di Pos Penyekatan Jalan Raya Bogor. Foto: Dok. Istimewa

Jakarta menjadi salah satu kota yang harus menerapkan PPKM Darurat lantaran kasus corona yang meningkat tajam. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut rumah sakit saat ini sudah kewalahan menangani pasien corona.

“Rumah sakit-rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya sudah kewalahan menangani pasien yang jumlahnya terus bertambah. Menghentikan ini adalah sama-sama kita menghentikan aktivitas dulu,” kata Anies saat meninjau pelaksanaan PPKM Darurat di titik penyekatan Jalan Raya Bogor, Minggu (4/6).

Anies meminta masyarakat sadar untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama PPKM Darurat. Kecuali jika dalam keadaan darurat atau mencari kebutuhan yang esensial.

Begitu juga mereka yang bekerja di sektor esensial maupun kritikan. Sebab PPKM Darurat masih mengizinkan dua hal itu bekerja di luar rumah.

“Saya ingin ingatkan kepada semua bahwa pembatasan mobilitas harus di mulai dari diri kita masing-masing. Apakah kita termasuk dalam sektor itu atau tidak. Bila tidak, maka diikhtiarkan untuk di rumah, tetap di rumah,” kata Anies.

Orang-orang beristirahat di tempat tidur di sepanjang koridor ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

PPKM Darurat berlaku sejak 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021. Polisi membuat sejumlah titik penyekatan untuk membatasi mobilitas warga.

Hadir bersama Anies dalam melakukan tinjauan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji.

Comments are closed.