Anies Prediksi Ada 40 Ribu Pasien Corona yang Harus Dirawat di Jakarta

Orang-orang beristirahat di ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Jakarta akan menjalani PPKM Darurat dengan kondisi penyebaran corona yang sangat tinggi. Bahkan, kebutuhan rumah sakit juga sangat tinggi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, berdasarkan kalkulasi dan pemodelan yang dilakukan, diprediksi kasus aktif corona di Jakarta akan tembus 100 ribu dalam beberapa hari ke depan.

“Kita lihat tanggal 19 Juni 27.112. Tambah 8 hari, tanggal 27 Juni, angkanya menjadi 57.295. Ini semua menggambarkan bahwa setiap 8 hari kasus meningkat sebanyak 2 kali lipat. Artinya, jika hari ini angkanya 78 ribu dan situasi tidak berubah, kita akan mencapai angka di atas 100 ribu,” kata Anies dalam rapat darurat bersama ASN secara virtual, dan diunggah di Chanel Youtube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (2/7).

Dari pengalaman 1,5 tahun penanganan pandemi corona, dari semua kasus aktif yang ada, 40% butuh perawatan medis. Artinya, bila kasus aktif Jakarta tembus 100 ribu orang, maka akan ada 40 ribu orang yang butuh perawatan intensif.

Kondisi Corona dan rencana pengetatan di Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

“Jadi, kalau sampai ada 100 ribu kasus, berarti kita akan membutuhkan perawatan untuk 40 ribu orang. Ini jumlah yang fantastis. Dan ini adalah manusia yang harus diselamatkan yang pasti keluarganya khawatir, yang pasti keluarganya tegang. Dan risiko kematian ada di situ,” ujar Anies.

Anies lalu menunjukkan data keterisian rumah sakit di Jakarta. Saat ini pula, angkanya sangat mengkhawatirkan karena jumlah ketersediaan tempat tidur dengan jumlah pasien bedanya sangat tipis.

Kondisi Corona dan rencana pengetatan di Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

“Lihat ini kenaikannya. Ini adalah jumlah tempat tidur yang diubah dari 6.500 tempat tidur, saat ini menjadi 11.134 tempat tidur. Dan yang terpakai 10.220,” tutur Anies.

“Bapak Ibu bisa lihat bila hari-hari itu DKI tidak menambah jumlah tempat tidur saat itu kita sudah kolaps, saat itu warga sudah tidak dapat tempat,” ucap dia.

Comments are closed.