Anak Tawuran, Ibu Menangis: Maafkan Anak Saya

Anak tawuran, ibu menangis. Suasana di Polsek Panongan, Kabupaten Tangerang, Rabu (25/1). Dok: Istimewa.

Delapan remaja pelaku tawuran bersenjata di Kota Tangerang ditangkap polisi. Mereka berasal dari geng motor Amor dan geng motor Panongan Pusat—kedua geng ini hendak bertempur.

Di kantor polisi, para anggota geng motor itu dijajarkan, dan ada orang tua mereka yang tak hentinya menangis saat Kapolsek Panongan Iptu Hotma Patuan Anggari Manurung menerangkan kronologi penangkapan.

“Tolong maafkan anak saya, anak saya akan berubah, saya enggak tahu kalau akan seperti ini,” kata salah satu orang tua.

Tawuran geng motor Amor vs geng motor Panongan Pusat itu bermula dari saling ledek. Pada Minggu malam (22/1), tawuran hendak berlangsung tapi digagalkan polisi.

Anak tawuran, ibu menangis. Suasana di Polsek Panongan, Kabupaten Tangerang, Rabu (25/1). Dok: Istimewa.

Delapan pelaku itu berinisial DHN, DR, MH, MN, FAS, ANS, NPD, dan R. Tiga di antaranya masih di bawah 17 tahun. Mereka dikenakan Pasal 2 Ayat (1) UU yang mengatur kepemilikan senjata.

“Mereka sudah menyiapkan senjata tajam baik itu samurai hingga pedang modifikasi,” kata Hotma.

Comments are closed.