Anak-anak Korban Tenggelamnya KMP Yunicee Masih Rasakan Trauma

Bupati Jembrana Nengah Tamba saat mengunjungi salah-satu korban – IST

JEMBRANA- Musibah yang menimpa Kapal KMP Yunicee tenggelam di perairan Selat Bali, di Pelabuhan Gilimanuk menyisakan trauma yang mendalam bagi para korban. Khususnya, bagi mereka yang masih berusia anak-anak.

Petugas konseling dr. I Gusti Agung Ayu Putri Yuni Aryanti, mengatakan pihaknya saat ini sudah melaksanakan pemeriksaan kondisi anak-anak itu.

“Untuk saat ini anak yang mengalami musibah seperti ini pasti sangat merasakan trauma, maka dari itu kedepannya perlu pendampingan,” jelasnya, Kamis (1/6/2021).

“Untuk kondisinya saat ini masih trauma akan tetapi tidak dimunculkan oleh dia. Bila ingat kejadian kemarin otomatis dia akan teringat sama kejadian detailnya,” ungkapnya.

Rosi Pujiningsih yang merupakan adik dari almarhum Robby orang tua dari Aurel (salah-satu korban-red) mengatakan, Aurel masih ketakutan bila mana melihat keramaian. Maka ia berusaha untuk menghindarkan Aurel dari keramaian.

“Bilamana ada orang berkerumun ramai datang ke rumah otomatis Aurel pasti ketakutan ke ingat sama kejadian malam itu,” katanya

Rosi Juga menuturkan bahwa Aurel merupakan anak yang berbeda dari saudaranya. “Diantara adik dan kakaknya karakternya pemberani, sangat beda dengan saudaranya dia periang pokoknya dia ceria anaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Bupati Tamba melakukan kunjungannya ke salah satu korban yang selamat dari Kecelakaan KMP Yunicee di Desa Loloan Barat, Banjar Terusan Kangin, Kabupaten Jembrana, Bali.

Bupati Tamba ikut merasakan kesedihan atas kejadian yang menimpa Aurel (11) siswa SD Kelas V yang masih aktif belajar di SDN 2 Lateng korban tenggelamnya KMP Yunicee tersebut. Bahkan, Bupati Tamba mengaku siap untuk menjaga Aurel untuk selanjutnya. (kanalbali/KAD)

Comments are closed.