Alert! Oksigen di RSUP Dr Sardjito Menipis, Berisiko pada Keselamatan Pasien

Sejumlah agen oksigen di Yogyakarta kehabisan stok oksigen. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Beredar sebuah surat soal permintaan dukungan oksigen di RSUP Dr Sardjito. Surat tersebut ditujukan kepada Kemenkes dan ditandatangani Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswishanto.

“Kami mengajukan permohonan dukungan agar kebutuhan oksigen dapat terpenuhi mengingat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta termasuk RS rujukan dalam penanganan COVID-19 sampai tingkat critical,” tulis surat tersebut.

Dijelaskan pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pasokan oksigen tambahan. Paling cepat pasokan datang pada Minggu (4/7) pukul 12.00 WIB.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswishanto
Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Diterangkan pula ketersediaan oksigen mengalami penurunan mulai Sabtu (3/7) pukul 16.00 WIB sampai dengan kehabisan persediaan oksigen pada pukul 18.00 WIB.

“Sehingga berisiko pada keselamatan pasien yang dirawat, baik pasien COVID-19 maupun non-COVID-19,” jelasnya.

Rumah sakit juga tengah melakukan antisipasi maksimal dan penghematan oksigen seoptimal mungkin.

Sebuah surat soal permintaan dukungan oksigen di RSUP Dr Sardjito. Foto: Dok. Istimewa

Saat dikonfirmasi, Rukmono membenarkan persediaan oksigen di RSUP Dr Sardjito menipis. Akan tetapi, menurutnya pasokan oksigen akan segera datang dari Kendal, Jawa Tengah dan Gresik, Jawa Timur.

“Bukan kehabisan ini lagi nunggu aja. Nunggu pasokan tapi tidak habis,” kata Rukmono via sambungan telepon, Sabtu (3/7) malam.

Diperkirakan pasokan oksigen akan tiba di RSUP Dr Sardjito pada tengah malam. Berapa jumlah oksigen yang akan datang Rukmono tidak merincinya.

“Sudah dalam perjalan. Tiba mungkin tengah malam kita masih tunggu karena ada beberapa kendaraan yang datang dari Kendal maupun Gresik,” ujarnya.

Suasana ruang isolasi di RSUP Dr Sardjito. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dia menjelaskan kondisi menipisnya stok oksigen terjadi di Pulau Jawa. Oksigen harus dibagi ke sejumlah rumah sakit sehingga setiap rumah sakit tidak bisa mendapatkan penuh.

“Memang menipis tapi bisa ditangani. Kondisinya (oksigen) dibagi seluruh rumah sakit di Jawa jadi tidak bisa di-kebaki (dipenuhi). Tapi ora terus ora ono oksigen (tapi tidak terus lalu tidak ada oksigen),” pungkasnya.

Comments are closed.