Alasan Pekerja Nonesensial Ngantor saat PSBB Darurat: Takut Dipecat

Sejumlah pengendara sepeda motor memutar balik lewat flyover tapal kuda karena tidak lolos penyekatan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Aturan PPKM Darurat sudah jelas menjelaskan tentang aturan hanya di sektor esensial dan kritikal saja yang boleh melakukan kegiatan perkantoran sebesar 50%, tetapi masih saja ada kantor di sektor non esensial yang bandel dengan tetap melaksanakan WFO.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan saat operasi di lapangan ternyata masih banyak berbagai macam alasan pekerja di sektor nonesensial yang ingin berangkat kerja ke kantor, salah satu alasannya yaitu takut dipecat.

“Faktanya di lapangan, hari kerja pertama kemarin selama PPKM Darurat masih banyak yang nonesensial yang memaksakan diri untuk masuk kerja alasanya macam-macam di jalan, akan dipecat lah kalau tidak masuk kerja padahal sudah nonesensial tidak boleh,” ujar Yusri dalam keterangannya, Selasa (6/7).

Petugas Disnaker saat ikut menyidak perkantoran di Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Saat ini Polda Metro Jaya telah membentuk tim yang dipimpin oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya untuk melakukan patroli ke setiap perkantoran nonesensial di Jakarta yang masih tidak mentaati aturan PPKM Darurat.

“Tadi sudah kita apel 3 pilar di sini untuk melakukan patroli pengecekan ke kantor-kantor yang non esensial yang masih buka kami akan tindak tegas,” jelas Yusri.

Comments are closed.