Akses Masuk dan Keluar Kota Tegal Ditutup Saat PPKM Darurat

Penutupan jalan di depan Terminal Kota Tegal.

TEGAL – Akses masuk dan keluar Kota Tegal ditutup seiring penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Penutupan jalan tepatnya di depan Pos Polisi Kejambon dan Pos Polisi Terminal.

“Tujuannya untuk menghalau masyarakat dari kabupaten masuk ke kota. Sedangkan dari Brebes kita sekat di terminal. Kita arahkan ke luar kota lewat ke jalingkut,” kata Kepala Satlantas Polres Tegal Kota AKP Nur’aini, Sabtu.

Selain dua akses tersebut, Satlantas juga melakukan penyekatan di wilayah dalam kota seperti akses ke Alun-alun Kota Tegal.

“Untuk dalam kota, wilayah alun-alun kita sekat juga. Untuk Sabtu-Minggu tutup 24 jam. Kemudian hari Senin sampai Jumat pukul 14.00 sampai 06.00 WIB,” kata Aini.

Sebelumnya, Pemkot Tegal mulai melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 2021. Apel yang diikuti unsur Pemkot bersama Polres Tegal Kota dan Kodim 0712 Tegal digelar di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Sabtu (3/7/2021) pagi.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan, sesuai instruksi dari Pemerintah Pusat, selama pelaksanaan PPKM Darurat pihaknya melarang setiap bentuk aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan. Dedy pun mengeluarkan Instruksi Wali Kota Tegal nomor 443/018 sebagai tindak lanjut dari kebijakan itu.

Dalam instruksinya, Wali Kota mengatakan tempat-tempat hiburan di Kota Tegal ditutup. Termasuk hajatan yang dilakukan hanya diperbolehkan dengan dihadiri maksimal 30 orang. Penyelenggara hajatan juga tidak diperbolehkan menyelenggarakan hiburan.

Dedy Yon juga menyinggung terkait tempat pariwisata. Menurutnya selama pemberlakukan PPKM Darurat, tempat-tempat wisata di Kpta Tegal untuk sementara ditutup.

Dedy mengatakan untuk sektor ekonomi pekerja non-esensial 100 persen bekerja dari rumah. Sedangkan untuk sektor esensial, pemerintah memberlakukan kapasitas pekerja bekerja dari kantor maksimal 50 persen dengan protokol kesehatan.

Sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina COVID-19, serta industri orientasi ekspor.

Sementara khusus untuk perusahaan sektor kritikal diperbolehkan menerapkan 100 persen bekerja dari kantor. Namun dengan protokol kesehatan. (*)

Comments are closed.