Akses Ditembok Developer, Warga Prabumulih Harus Panjat Pagar Keluar Rumah

Video yang diunggah di media sosial Instagram.

Kisah seorang wanita yang tidak memiliki akses jalan di Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) viral di media sosial. Sejak November 2020 Ermiyati (53) memanjat pagar milik developer yang berada tepat di depan rumahnya setinggi sekitar 1 meter.

Setelah video itu viral, akhirnya tembok dihancurkan berkat mediasi yang dilakukan oleh Kelurahan Gunung Ibul kepada pihak developer. Hanya saja, untuk mendapatkan akses jalan harus bayar Rp 35 juta.

“Tidak bisa lewat dan terpaksa membuat tangga di tembok itu untuk melintas keluar masuk,” kata Ermiyati, Kamis (8/7).

Ermi bilang, pemilik tanah sebelumnya memberikan akses jalan untuk melintas, namun kini di tembok. Pihaknya telah melaporkan hal ini namun saat itu belum ada penyelesaian.

“Sekarang sudah dibongkar, kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk Pemuda Pancasila Prabumulih yang telah membantu,” katanya.

Ermi mengaku, mengenai uang itu dirinya tidak punya uang sebanyak itu dan bersyukur dirinya mendapat bantuan.

Mediasi antara Ermiyati dan developer dihadiri pihak kelurahan, RT, RW, Polsek Prabumulih Timur, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta turut hadir puluhan massa dari Organisasi Masyarakat MPC Pemuda Pancasila Prabumulih

Lurah Gunung Ibul, Fitriyadi, mengatakan hasil mediasi pihak developer setuju tembok dirobohkan dengan membayar Rp 35 juta dan itu telah disepakati oleh pihak ibu Ermi.

Fitriyadi bilang, pihaknya akan melakukan pengecekan data terkait izin pembangunan rumah yang dilakukan developer. Pihaknya juga akan melakukan penertiban IMB.

“Akan dilihat apakah mereka memiliki izin atau tidak sesuai dengan perintah Walikota,” katanya.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak developer terkait kejadian ini. Hanya saja diketahui sudah ada kesepakatan pembongkaran tembok tersebut. (eno)

Comments are closed.