Ada Wisata Vaksin di Bali, Wisatawan Asing Bakal Divaksinasi Gotong Royong

Sandiaga Uno saat meninjau proses vaksinasi di Bali. Foto: Dok. Kemenparekraf

Pemerintah tengah mempersiapkan Bali menjadi wilayah pertama yang membuka wisata berbasis vaksin. Selain untuk meningkatkan jumlah vaksinasi di dalam negeri, konsep ini diyakini akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Bali yang pendapatannya tergerus di masa pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan dalam konsep wisata vaksin, nantinya pelancong dalam dan negeri akan divaksin lebih dulu.

Untuk wisatawan dalam negeri, mereka akan divaksin secara gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun. Mereka hanya membayar paket wisata berbasis vaksin yang sudah disiapkan operator tur. Sedangkan bagi wisatawan mancanegara (wisman) menggunakan vaksin gotong royong dan berbayar.

“Untuk vaksin berbasis wisman, ini diarahkan untuk penggunaan vaksin gotong royong yang saat itu arahan Menko Perekonomian akan disiapkan supply-nya oleh Kementerian BUMN. Dan ini vaksin berbayar yang akan dimasukkan kepada paket wisman,” kata Sandi dalam dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf secara virtual, Senin (28/6).

Hingga saat ini, wisatawan mancanegara belum boleh masuk ke Bali. Namun, permintaan dari Gubernur Bali I Wayan Koster agar akhir Juli ini sudah bisa dibuka.

Wisatawan berjalan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Sabtu (30/1/2021). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Mengenai hal itu, Sandi mengatakan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama dengan kementerian lain.

“Kita komitmen akan upayakan (melalui) rakor menuju keputusan akhir. Tentu kami akan disesuaikan dengan situasi COVID-19 yang terkendali. Ini yang kita pastikan sehingga wisatawan yang masuk ke Bali ini bagian dari penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Sandi.

Wisatawan Domestik Bakal Pakai Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Sedangkan vaksinasi yang akan digunakan untuk wisatawan domestik, Sandi menyebut Sinovac dan AstraZeneca. Vaksin diberikan gratis.

Untuk vaksin AstraZeneca, karena jarak dari vaksinasi pertama ke vaksinasi kedua butuh waktu belasan minggu, Sandi berharap para wisatawan lokal bisa selama itu pula berlibur di Bali.

“Untuk yang 14 hari itu vaksin Sinovac, namun AstraZeneca sedang disusun karena saya sendiri pakai AstraZeneca dan perlu 11-12 minggu. Ya paling baik sih 11 minggu tinggal di Bali. Tapi seandainya tidak memungkinkan, itu bisa 2 kali trip ke Bali,” kata Sandi.

Sandi memastikan vaksin yang digunakan dalam wisata vaksin ini, termasuk yang gotong royong tidak akan mengambil jatah vaksin bagi masyarakat umum.

Comments are closed.