Ada PPKM Darurat, Garuda Indonesia Jelaskan Syarat Terbaru untuk Penumpang

Pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker baru sebagai bagian dari kampanye penggunaan masker di tengah pandemi COVID-19. Foto: ADEK BERRY/AFP

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mendukung penuh kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa – Bali yang dilaksanakan mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Sejumlah penyesuaian kebijakan operasional layanan penerbangan juga tengah dilakukan mulai dari pengetatan implementasi protokol kesehatan hingga penyediaan fasilitas penunjang dalam pemenuhan persyaratan perjalanan pada periode PPKM Darurat.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, Perseroan terus menjalankan berbagai langkah adaptif dalam memastikan komitmen Perusahaan untuk mendukung upaya penanggulangan pandemi berjalan optimal.

“Komitmen tersebut yang saat ini turut kami hadirkan melalui penyediaan fasilitas vaksinasi COVID-19 di terminal 3 Soetta,” kata Irfan melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip kumparan, Sabtu (3/7).

Irfan juga menyebut perusahaan akan menambah titik layanan vaksinasi. Selain itu, manajemen akan mengoptimalisasi aset digital dalam memenuhi kebutuhan layanan penerbangan secara online, untuk mengurangi sentuhan sesama penumpang.

Irfan memaparkan, persyaratan perjalanan penumpang transportasi udara, di antaranya melalui persyaratan kartu vaksinasi dan dokumen pemeriksaan RT-PCR hasil negatif dengan masa berlaku 2 x 24 jam yang mulai diberlakukan pada 5 Juli 2021 mendatang.

Seluruh awak maskapai telah melakukan protokol kesehatan secara menyeluruh, khususnya melalui layanan penerbangan dengan awak pesawat yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap, pemutakhiran sistem filtrasi udara di kabin pesawat untuk menyaring kontaminan bakteri dan virus hingga 99 persen.

“Hingga penerapan prosedur desinfeksi armada secara berkala untuk menjaga kebersihan kabin pesawat – dapat menjadi langkah berkesinambungan yang kami yakini dapat memaksimalkan langkah pencegahan serta meminimalisir risiko penyebaran virus di dalam pesawat,” papar Irfan.

Comments are closed.