Ada Aktivitas Tambang di Barito Utara Dekat Jalan ke Bandara HM. Sidik

Aktivitas tambang batu bara di dekat jalan menuju Bandara HM.Sidik Barito Utara.

MUARA TEWEH- Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kalimantan Tengah, sudah diresmikan oleh Wakil Presiden K.H. Maruf Amin pada 30 Maret 2021 lalu. Pasca diresmikan hingga kini jalan masuk menuju Bandara masih jauh dari harapan. Taman yang tak terurus hingga tak memiliki penerangan menjadi tontonan sepanjang jalan masuk.

Selain taman yang terurus dan tak adanya penerangan, di pinggir jalan Bandara itu juga terdapat aktivitas pertambangan batu bara PT Energitama Bumi Arum (PT EBA). Jarak aktivitas pertambangan dari pinggir jalan VIP Bandara kisaran 25 hingga 50 meter. Percikan lumpur ketika hujan terlihat berceceran di jalan yang pernah dilalui Wapres RI beberapa waktu lalu.

Beberapa hari lalu ketika melewati jalan itu, awak media sempat bertanya kepada dua pekerja. Kata mereka itu hanya meratakan tanah masyarakat, bukan menambang.

“Itu hanya ratakan tanah warga aja bukan menambang,” ujar salah satu pekerja saat dijumpai di pos satpam.

Alasan yang sama juga dilontarkan oleh manager PT EBA, Musa, saat ditanyai oleh awak media via WhatsApp.

“Itu tanah warga yang diminta untuk diratain,” tegas Musa yang mengakui dirinya paham aturan, (30/6).

Akan tetapi ketika awak media menunjukkan sejumlah data terkait adanya aktivitas penambangan yang dilakukan oleh PT EBA, Musa akhirnya mengakui bahwa mereka hanya mengambil batunya saja lalu akan diratakan kembali.

“Ia benar dalam perjanjiannya kami ambil batunya dan diratain,” terangnya.

Saat ditanyakan lagi apakah meratakan usai diambil batunya itu sama dengan reklamasi, Musa ogah merespon.

Pantauan awak media pada Selasa 29 Juni 2021 di TKP terlihat aktivitas penambangan batu bara yang dilakukan oleh PT EBA yang tak jauh dari pinggir jalan VIP menuju Bandara H.M.Sidik. Dalam proses penambangan itu penerangan di sekitar minim. Tampak alat berat menggali bukan meratakan tanah yang tak jauh dari jalan VIP menuju bandara.

Berkaitan dengan persoalan ini, awak media mencoba menghubungi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalteng dan Inspektur tambang wilayah Kalimantan Tengah, namun belum direspon hingga berita ini terbit.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, PT EBA pernah disoal mengenai penggunaan jalan VIP Bandara H.M. Sidik tanpa underpass dalam pengangkutan batu bara. Persoalan ini pernah disoroti oleh DPRD Barito Utara yang berujung pada kesediaan untuk membangun Underpass.

Comments are closed.