5 Manfaat Luar Biasa Dari Olahraga Lompat Tali

Atlet ONE Championship Michelle Nicolini tengah berlatih di sebuah gym. Foto: ONE Championship

Perlengkapan latihan apa yang hargnya tidak terlalu mahal, bisa masuk dalam tas kerja, dapat digunakan seluruh anggota keluarga, dan mampu meningkatkan kebugaran kardiovaskuler serta penggunaan dalam 15-20 menit dapat memberikan dampak muscle tone sekaligus? Jawabannya adalah lompat tali!

Dikenal juga dengan nama Jumping rope, lomat tali adalah salah satu jenis latihan fisik yang paling sering dianggap remeh — padahal latihan ini mungkin bahkan lebih efektif dari berbagai jenis kardio lainnya.

Sebuah riset tahun 2013 menunjukkan bahwa jumping rope rutin 10 menit setiap hari selama enam pekan berdampak pada kebugaran kardiovaskuler syang etara dengan jogging selama 30 menit dalam durasi yang sama.

Bagi pemula, jenis beaded rope sangat disarangkan karena bentuknya yang stabil dan lebih mudah dikendalikan daripada tali jenis lightweight cloth atau vinyl. Atur posisi tali dengan menggenggam pegangan dan loncati tali.

Pendekkan tali agar pegangan menyentuh ketiak. Gunakan sepatu olahraga yang tepat, jenis cross-training adalah yang terbaik untuk latihan ini. Cari area yang cukup luas untuk latihan ini. Jangan berlatih pada karpet, rumput, beton, atau aspal. Gunakan lantai kayu atau alas latihan fisik yang tepat.

Berikut berbagai manfaat luar biasa dari penggunan jump rope dalam menu latihan fisik Anda.

Membakar Kalori

Aktivitas jumping rope dapat membakar 200 hingga 300 kalori dalam 15 menit. Ini adalah jumlah yang lebih banyak dari semua jenis latihan kardio berkelanjutan lainnya seperti berlari atau bersepeda.

Penggunaan jump rope adalah latihan kardio paling murah dan tergolong thermogenic — menciptakan banyak panas dalam tubuh. Badan anda perlu lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan energi ini untuk membakar lebih banyak kalori.

Seorang pemula yang melakukan jumping rope selama 2 menit penuh akan langsung bisa merasakan perubahan pada kemampuan kardiovaskulernya. Detak jantung akan meningkat cepat dan dibutuhkan banyak energi yang konstan untuk otot. Latihan ini juga mengubah berbagai sistem energi tubuh.

Meningkatkan Kordinasi

Latihan jumping rope membutuhkan kordinasi tingkat tinggi; khususnya saat anda sudah meningkat ke gerakan-gerakan yang lebih terlatih seperti misalnya mengayun rope dua kali dalam tiap lompatan.

Kordinasi yang meningkat ini dipicu oleh berbagai anggota tubuh yang berkomunikasi untuk merampungkan sebuah pergerakan. Kedua kaki harus melompat dalam waktu yang tepat seiring pergelangan tangan memutar untuk menciptakan gerakan melompat yang tidak terputus.

Sebuah riset tahun 2017 dalam Research Journal of Pharmacy and Technology bahkan menyatakan latihan jumping rope membantu meningkatkan kordinasi motorik bagi anak penderita autism yang sering kesulitan melakukan keseimbangan dan kordinasi.

Mengurangi Resiko Cedera

Seiring meningkatnya kordinasi melalui latihan jumping rope, anda akan menurunkan resiko cidera selama latihan maupun aktivitas harian. Hal ini karena jumping rope memaksa anda untuk mengkordinasikan pergerakan tubuh bagian atas dan bawah sehingga ketangkasan dan kemawasan tubuh lebih meningkat.

Meningkatkan Kesehatan Jantung

Karena latihan jumping rope meningkatkan kinerja jantung, maka latihan ini sangat baik untuk kesehatan jantung dan sistem kardiovaskuler. Latihan ini bisa meningkatkan kadar V02 Max, yaitu ukuran jumlah oksigen maksimum yang bisa digunakan seseorang selama latihan. Semakin tinggi kadarnya, semakin tinggi pula daya tahan kardiovaskuler dalam tubuh.

Riset tahun 2019 dalam Research Journal of Pharmacy and Technology mengungkap bahwa latihan rutin jump rope dua kali sehari selama 12 pekan dapat meningkatkan V02 max dan pergerakan fungsional ketimbang mereka yang berlatih fitness rutin seperti biasa. Latihan jumping rope juga bermanfaat bagi mereka yang sudah memiliki resiko penyakit kardiovaskuler.

Memperkuat Kepadatan Tulang

Latihan jumping rope dapat menguatkan tulang anda. Kepadatan tulang mengukur kekuatan tulang dalam tubuh — jika anda memberi asupan lebih mineral seperti kalsium, maka tulang-tulang anda semakin kokoh dan tidak mudah patah. Tingkat kepadatan tulang yang lebih tinggi juga dapat menekan resiko osteoporosis dalam hidup, khususnya bagi para Wanita. International Osteoporosis Foundation menekankan manfaat latihan jumping bermanfaat bagi mereka yang memiliki tulang lemah, namun tetap harus dengan konsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Download ONE Super App untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait ONE Championship!

Comments are closed.