5 Fakta Mengenai Jane Shalimar Meninggal Dunia

Jane Shalimar di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (30/1). Foto: Maria Gabrielle P/kumparan

Artis Jane Shalimar meninggal dunia pada Minggu (4/7). Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 41 tahun.

Sebelum meninggal, Jane sempat dirawat di rumah sakit. Ia sempat disebutkan mulai membaik. Namun kemudian kondisinya menurun.

Berikut ini adalah 5 fakta mengenai Jane Shalimar meninggal dunia.

1. Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan COVID-19

Jane Shalimar Foto: Infografik: Sabryna Putri Muviola/kumparan

Jane Shalimar berjuang melawan COVID-19 sebelum meninggal dunia. Sahabat sekaligus manajernya, Olive, mengatakan Jane mulai sakit pada 17 Juni lalu.

“Dia bilang batuk dan sesak napas,” kata Olive di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (4/7).

Jane sudah merasa tidak kuat pada 19 Juni. Dia kemudian pergi ke rumah sakit. “Dia dirawat 3 hari di sana, tapi balik karena enggak dapat ruangan, dapatnya di UGD,” kata Olive.

Setelah pulang, Olive menyatakan, pada 29 Juni Jane kehabisan oksigen dan anfal. “Terus harus waiting list 70 orang untuk dapat di ICU,” ujarnya.

Setelah itu, Olive melanjutkan, Jane masuk ICU. Kondisinya kemudian memburuk hingga tidak sadarkan diri.

2. Dirawat di ICU dan Pakai Ventilator

Jane Shalimar di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (30/1). Foto: Maria Gabrielle P/kumparan

Adik ipar Jane, Adhi, sempat mengabarkan mengenai kondisi Jane usai dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Jane dirawat di ICU

Jane juga dipantau oleh tim medis secara ketat. Ia memakai ventilator.

3. Punya Riwayat Asma dan Sempat Isolasi Mandiri

Jane Shalimar usai gelar acara tahlilan. Foto: DN. Mustika Sari/kumparan

Pihak keluarga Jane, Risda Tobing, mengatakan bahwa Jane memiliki riwayat penyakit asma.

“Dia ada asma memang,” ungkap Risda saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (4/7).

Meski tahu mengidap asma dan positif COVID-19, adik Jane Shalimar, Karina, mengatakan bahwa kakaknya sempat tidak ingin dirawat. Jane merasa dirinya masih baik-baik saja.

“Dia enggak pernah mau dibilang sakit. Pas positif saja pas mau saya bawa ke RS dia bilang enggak usah. Katanya mau isoman aja,” tutur Karina.

Jane Shalimar. Foto: Aria Pradana/kumparan

Jane sempat isolasi mandiri. Kondisi kesehatannya juga sempat membaik. Namun, hal itu tidak berlangsung lama.

“Dia drop dan kita panggil sahabatnya untuk bawa dia ke dokter dan siapin oksigen. Saat itu, naik tuh saturasinya. Dokter akhirnya mengizinkan dia pulang,” kata Risda.

“Tapi, enggak lama setelah itu dia drop lagi dan kita koordinasi untuk siapin ambulans, tapi semua RS penuh,” sambungnya.

4. Ada Pneumonia

Jane Shalimar. Foto: Prabarini Kartika/kumparan

Sempat beredar kabar bahwa berdasarkan pemeriksan laboratorium dan foto thorax, Jane dinyatakan mengalami Pneumonia Bilatareal.

Mengenai pneumonia tersebut juga disampaikan oleh adik ipar Jane yang bernama Adhi. “(Meninggal) memang karena jadi ada pneumonia (di paru-paru) dan penuh kabut paru-parunya. Memang kondisi berat,” ujarnya.

5. Dimakamkan dengan Protokol COVID-19

Jane Shalimar Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

Jenazah Jane dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, dengan protokol COVID-19.

Adik ipar Jane, Adhi, mengatakan perempuan 41 tahun itu dimakamkan satu liang lahat dengan mendiang sang ayah, Dicky Sadikin.

“Iya benar (satu liang lahat dengan mendiang ayahnya),” kata Adhi kepada kumparan, Minggu (4/7).

Comments are closed.