5 Adab Makan-Minum Menurut Islam, Begini Bacaan Kalau Lupa Berdoa di Awal Makan

Ilustrasi makan bersama keluarga. Foto: Odua Images/Shutterstock

Kegiatan makan dan minum memang menjadi momen yang sangat dinikmati. Baik pada saat hangout bareng teman bahkan hingga acara spesial seperti pernikahan atau buka puasa bersama. Terkadang, mungkin tanpa kamu sadari cara menyantap makanan atau minuman yang dilakukan tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Mengutip Halal MUI, dalam menjawab keresahan yang ada di masyarakat, sebenarnya sudah ada teladan dari Nabi Muhammad SAW yang menuntun dalam adab makan dan minum. Sebagai umatnya tentu kamu harus mengikuti teladan beliau dan menghindari larangannya.

Hal tersebut seperti yang tertuang dalam hadits, “Dan apa saja yang diberikan Rasulullah kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (Q.S. Al-Hasyr, 59:7).

Untuk makan dan minum terutama yang berkaitan dengan acara keagamaan, terdapat beberapa kaidah utama yang harus diperhatikan dan diamalkan. Kaidah tersebut di antaranya sebagai berikut:

1. Makan dan minum diniatkan karena Allah

Ilustrasi buka puasa bersama keluarga. Foto: Shutterstock

Sebelum makan atau minum sudah seharusnya sebagai seorang Muslim memulainya dengan berdoa. Doa makan dan minum seperti yang diketahui ialah “Allahumma baariklanaa fi maa rozaqtana wa qinaa adzaban-naar”. Atau, minimal diawali dengan membaca Basmalah (maksud H.R. Imam Muslim).

Ilustrasi baca doa makan. Foto: Odua Images/Shutterstock

Kamu suka lupa membaca doa sebelum makan? Jangan khawatir, kamu bisa membaca doa ini. “Bila salah seorang di antara kamu hendak makan, maka ucapkanlah ‘Bismillah’. Namun bila ia lupa di awalnya, maka ucapkanlah: ‘Bismillahi awwalahu wa akhirohu’ (Dengan menyebut Nama Allah dari mula hingga akhir).” (H.R. Abu Dawud dan Turmudzi).

Ilustrasi larangan makan dengan tangan kiri. Foto: Tikhonova Yana/Shutterstock

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang Muslim untuk menyantap makanan dan minum dengan tangan kanan. Hal tersebut sesuai dengan hadits, “Apabila seseorang dari kamu makan, maka hendaklah (haruslah) ia makan dengan (tangan) kanannya. Dan apabila ia minum, maka minumlah dengan kanannya. Karena sesungguhnya setan itu makan dengan kirinya, dan (juga) minum dengan kirinya.” (H.R. Imam Muslim).

Ilustrasi makan sambil berdiri saat acara. Foto: FarisFitrianto/Shutterstock

Makan sambil berdiri menjadi sebuah kebiasaan yang dilarang dalam Islam. Makan dan minum dilakukan dengan duduk sudah menjadi kaidah yang wajib ditaati oleh umat Muslim. Seperti yang tertuang dalam hadits:

“Janganlah salah seorang di antara kamu minum sambil berdiri; dan barangsiapa yang lupa, maka hendaklah ia memuntahkannya.” (H.R. Imam Muslim). “Anas berkata: Nabi saw telah melarang orang minum sambil berdiri.” Lalu Qatadah bertanya kepada Anas: “Kalau makan bagaimana?” Ia pun menjawab: “Hal itu (makan dengan cara berdiri itu) lebih busuk dan jahat.” (H.R. Imam Muslim).

Ilustrasi Sampah Makanan. Foto: Shutter Stock

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk tidak berlebihan. Termasuk dalam makan dan minum. Hal tersebut agar makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak bersisa atau mubazir. Sebagaimana yang tertuang dalam ayat berikut:

“Dari Jabir, katanya, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun yang di jari, seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah.” (H.R. Imam Muslim). Bahkan Allah menyatakan dengan tegas dalam ayat Al-Quran yang maknanya: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, mubazir. (Karena) Sesungguhnya orang yang berbuat mubazir itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Isra’ 17:26-27).

Agar tetap menjadi umat yang bertakwa, penting bagi umat Islam untuk menaati dan mengamalkan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat makan dan minum.

Comments are closed.