4 Perusahaan di Cianjur yang Langgar PPKM Darurat Didenda Rp 8 hingga Rp 10 Juta

Sidang pelanggaran PPKM Darurat di Pengadilan Negeri Cianjur. Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak empat perusahaan di Cianjur melanggar PPKM Darurat. Perusahaan yang melanggar itu adalah pabrik PT Pou Yuen, TEI Garmen, retail Ramayana, dan Bank BNI.

Perusahaan itu menjalani sidang di Pengadilan Negeri Cianjur, Kamis (8/7). Humas Pengadilan Negeri Cianjur, Donovan Akbar, mengatakan keempat perusahaan itu diberikan sanksi administratif mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Akbar membeberkan, PT Pou Yuen Indonesia terbukti memperkerjakan karyawannya dua shift selama 12 jam. Padahal perusahaan sektor esensial hanya diperbolehkan WFO dengan kapasitas 50 persen.

“Mereka terbukti melanggar aturan PPKM Darurat dan surat edaran Bupati Cianjur tentang PPKM Darurat. Untuk PT Pou Yuen Indonesia didenda Rp 10 juta, Ramayana didenda Rp 8 juta, BNI didenda Rp 10 juta dan PT TEI Garmen didenda Rp 10 juta,” kata Akbar, kepada wartawan, Kamis (8/7).

Ia menegaskan jika perusahaan tak membayar sanksi administrasi, aktivitasnya harus ditutup selama PPKM Darurat.

“Jadi kita berikan waktu tiga hari setelah ditetapkan vonis kalau belum juga bayar denda yang Rp10 juta akan ditutup selama PPKM Darurat,” tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Pou Yuen, Oden Muharam, mengaku keberatan atas vonis yang diberikan oleh Hakim Ketua terkait ancaman penutupan PT Pou Yuen.

“Kita keberatan vonis hakim soal penutupan Pou Yuen. Tapi kita terima apa yang sudah ditetapkan oleh hakim,” ujar Muharam.

Sebelumnya, selain perwakilan perusahaan, sebanyak 15 warga yang melanggar PPKM Darurat juga menjalani sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Cianjur, Jabar, Selasa (6/7).

Comments are closed.