4 Hari PPKM Darurat, Satpol PP Bandung Sudah Tindak 47 Pelanggar

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi saat virtual konpers. Foto: Dok. Istimewa

Satpol PP Kota Bandung telah menindak sebanyak 47 pelanggar selama tiga hari pelaksanaan PPKM darurat rentang 3 hingga 6 Juli. Para pelanggar mayoritas adalah pemilik usaha.

Mereka dikenakan sanksi berupa denda Rp 500 ribu kemudian lapak usahanya disegel petugas selama dua pekan.

“Mulai dari dibubarkan, penghentian kegiatan, sampai penahanan identitas penduduk dan sedang proses denda administratif. Pembubaran itu lebih banyak di tempat kuliner. Kemudian secara paksa itu kegiatan tempat karaoke,” kata Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi melalui keterangannya, Selasa (6/7).

Idris menyatakan, warga sudah memahami aturan PPKM darurat. Secara individu, masyarakat bisa menjaga standar protokol kesehatan.

Hanya saja, para pelaku usaha masih banyak yang membandel. Padahal, Pemkot Bandung sudah melakukan sosialisasi Perwal Nomor 68 Tahun 2021 sebagai regulasi pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Bandung.

“Ada berbagai alasan yang disampaikan, mulai dari alasan klasik tentang kebutuhan. Kedua terkait sosialisasi dengan alasan mereka belum mengetahui. Padahal setiap Perwal yang turun, langsung diteruskan baik berupa surat kewilayahan terkait Perwal,” ucap dia.

“Kita lihat kalau pelanggarannya berulang dan lain lain kita bisa ajukan pembekuan izin usaha sampai pencabutan. Penyegelan ini berlaku 14 hari,” lanjut dia.

Polisi saat mengerebek panti pijat di Kota Bandung yang nekat beroperasi saat PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa

Idris mengaku bekerja sama dengan Satpol PP Jabar dan aparat penegak hukum guna menindak pelanggar PPKM Darurat yakni melalui sidang tindak pidana ringan (tipiring) on the street.

Edisi perdana penindakan sidang tipiring on the street ini sudah dilakukan di kawasan Bandung Kidul, tepatnya di seberang Pasar Kordon. Dalam kegiatan itu, sebanyak 25 pelanggar langsung ditindak dengan sidang di tempat.

“Ini kolaborasi kita dengan semua jajaran hingga di tingkat provinsi. Di Kota Bandung masih ada 4 kali lagi sampai tanggal 19 (Juli). Nanti sidang tipiring on the street ini akan ada lagi tanggal 8,12, 15 dan 19,” kata dia.

Comments are closed.