4 Hal yang Bikin Jokowi Yakin Ekonomi RI Meroket 7 Persen Meski Corona Mengganas

Muasal Presiden Jokowi pidato menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan

Bukan tanpa alasan jika Presiden Jokowi yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melesat hingga 7 persen di kuartal II 2021 ini. Meski di penghujung triwulan ini kasus corona mengganas, hingga pemerintah menetapkan PPKM Mikro di awal Juli, namun Jokowi mengungkapkan empat indikator ekonomi yang membaik.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi, saat membuka Munas VIII Kadin di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6). Presiden optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan mencapai 7 persen, membalik keadaan dari kuartal I di posisi minus 0,74 persen dan membuat Indonesia masih tertahan di zona resesi.

“Kita semua masih optimistis bahwa di kuartal II, meskipun kuartal I minus 0,74 persen tapi di kuartal II kita masih optimistis tumbuh Insyaallah 7 persen,” kata Jokowi.

Berikut sejumlah indikator ekonomi yang mendasari keyakinan Jokowi itu:

1. Purchasing Managers’ Index (PMI)

Presiden Jokowi mengungkapkan PMI manufaktur per Mei 2021 lalu ada di level 55,3, merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Posisi ini naik berturut-turut dari Maret 2021 (53,2), lalu April (54,6). Angka ini bahkan lebih baik dibandingkan kondisi sebelum pandemi yang berada di level 51.

Ilustasi pekerja di pabrik Daihatsu Indonesia. Foto: dok. Istimewa

Purchasing Managers’ Index merupakan indikator ekonomi yang dibuat melalui survei terhadap sejumlah purchasing manager, di berbagai sektor bisnis. Posisi Purchasing Managers’ Index yang tinggi di sektor manufaktur, menunjukkan pembelanjaan yang tinggi terhadap barang modal dan bahan baku, sehingga mengindikasikan peningkatan produksi manufaktur.

2. Ekspor Impor Tumbuh Pesat

Perdagangan internasional Indonesia disebut Jokowi menunjukkan peningkatan pesat. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), menurutnya ekspor Indonesia pada Mei 2021 tumbuh 58 persen, impor bahan baku tumbuh 79 persen, dan impor barang modal tumbuh 35 persen.

3. Konsumsi Barang Modal Naik

Konsumsi barang modal juga menunjukkan kenaikan. Seperti konsumsi listrik untuk industri, menurut Jokowi tumbuh 28 persen. Demikian juga konsumsi semen tercatat tumbuh 19,2 persen, yang menunjukkan geliat di sektor properti dan infrastruktur. Sementara penjualan kendaraan niaga tumbuh 783 persen, mengindikasikan peningkatan di sektor transportasi dan logistik.

4. Konsumsi Masyarakat Menggeliat

Seiring membaiknya indikator manufaktur dan produksi, Jokowi juga mengungkap data-data soal membaiknya konsumsi masyarakat. Hal ini menurutnya terlihat dari Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) yang naik ke level 104,4 pada Mei 2021 dari sebelumnya di level 85 pada Februari 2021. Termasuk juga indeks mobilitas bulanan, pada Februari lalu masih minus 2, namun di Mei sudah di posisi 5,2. Begitu pula dengan indeks penjualan ritel yang tercatat tumbuh 12,9 persen.

Empat indikator itulah yang membuat Presiden Jokowi cukup percaya diri, target pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 sebesar 7 persen akan tercapai. “Artinya ada optimisme di situ,” ujar Presiden Jokowi.

Comments are closed.