4 Bulan Terakhir, Prabowo Ternyata Juga Konsumsi Ivermectin untuk Cegah COVID-19

Menhan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja mengeluarkan izin uji klinik pada Ivermectin sebagai obat COVID-19. Namun, sebelum itu, ternyata penggunaan obat generik untuk cacingan ini telah banyak digunakan bahkan oleh para pejabat negara.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko, mengatakan bahwa ia telah membagikan Ivermectin pada seluruh anggotanya. Bahkan ia juga mengeklaim telah sering mengkonsumsi obat ini dan tetap sehat.

“Dalam menghadapi situasi kritis ini apakah kita harus diam? Diam ada risiko kematian, melakukan sesuatu belum tentu mati. Memang saya mendengar ada dokter yang bilang di TV bahwa Ivermectin akan berisiko meninggal, menurut saya itu pernyataan yang tidak bijak. Saya ini sudah berkali-kali menggunakan Ivermectin, sehat-sehat saja,” kata Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan, dalam webinar tentang Ivermectin, Senin (28/6).

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat menggelar Rakor terkait PCR bersama Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Kesehatan. Foto: Dok. KSP

Lantas, dari mana Ivermectin yang dibagikan Moeldoko berasal?

Obat yang didapat dan dibagikan Moeldoko tersebut bukan berasal dari PT Indofarma, perusahaan pelat merah yang akan memproduksi jutaan tablet Ivermectin, melainkan dari PT Harsen Laboratories.

PT Harsen merupakan perusahaan farmasi yang berlokasi di Jalan Raya Bogor KM 24,6, Jakarta Timur. PT Harsen yang juga memproduksi Ivermectin, saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) dalam rangka uji klinik Ivermectin sebagai obat terkait COVID-19.

Namun, uji klinik tersebut berbeda dengan yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenkes.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua Front Line COVID-19 Critical Care (FLCCC) Alliance Indonesia, Sofia Koswara, yang juga Vice President PT Harsen Laboratories.

“PT Harsen bersedia ketika diminta Universitas Pertahanan untuk menjadi sponsor yang akan memulai penelitian uji klinik untuk Ivermectin sebagai profilaksis atau pencegahan. Saya akan tanda tangan kerja sama dengan Rektor Unhan minggu depan ini, mohon doa restu karena ini akan bisa jadi game changer yang bisa menyelamatkan nakes kita,” jelas Sofia dalam webinar yang sama dengan Moeldoko.

Awalnya Bertemu dengan Dokter Pribadi Prabowo

Sofia menjelaskan bagaimana perusahaannya bisa terhubung dengan Universitas Pertahanan. Dia pertama kali dikenalkan temannya kepada dr Benny Otavianus, dokter pribadi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Ilustrasi IVERMECTIN, obat cacingan yang disebut-sebut efektif mengatasi COVID-19.
Foto: Shutterstock

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengenalkan Ivermectin sebagai obat yang digadang punya khasiat bagi pasien COVID-19.

“Bagaimana, kok, ada keterlibatan dengan Unhan? Itu pertanyaan yang saya jawab. Itu ceritanya lucu karena saya dibawa teman saya untuk bertemu dr Beny Oktavianus, beliau adalah stafsus dan direktur dokter pribadi Bapak Menteri, Menhan kita, Prabowo Subianto. Tadinya waktu saya menjelaskan tentang Ivermectin, dr Benny dengan judesnya menolak mentah-mentah, ” jelas Sofia.

Tak lama setelah pertemuan tersebut, Sofia mengatakan dr Benny menerima Ivermectin yang ia berikan dan kemudian memberikan pada para pasiennya. Ternyata, obat tersebut diklaim berhasil.

Prabowo Konsumsi Ivermectin

Bahkan, Sofia mengatakan, Prabowo juga telah mengkonsumsi Ivermectin secara rutin selama 4 bulan terakhir sebagai upaya pencegahan COVID-19.

“Dan sejak itu dr Benny telah memberi makan pasiennya yang tercinta, yaitu Pak Menhan kita dengan Ivermectin untuk pencegahan selama 4 bulan terakhir ini,” tandas Sofia.

Sejak saat itu, PT Harsen mulai untuk bekerja sama dengan para petinggi TNI terkait rencana uji klinik Ivermectin.

“Saya diminta untuk membuat presentasi ke pemimpin RS tentara,” tutupnya.

Penyerahan PPUK Ivermectin dari Kepala BPOM Penny Lukito kepada Kemenkes disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir, 28 Juni 2021. Foto: Youtube/BPOM

Di sisi lain, izin uji klinik Ivermectin sebagai obat COVID-19 diberikan BPOM kepada Kemenkes. Penyerahan dokumen Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) diberikan oleh Kepala BPOM Penny Lukito kepada perwakilan Kemenkes pada Senin (28/6/2021) disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang membawahi BUMN farmasi Indofarma.

Uji klinik Ivermectin akan dilakukan pada 8 RS di Jakarta, Medan, dan Pontianak.

Ivermectin merupakan obat generik. Artinya, pembuat obat tersebut tidak perlu membayar hak paten kepada penemunya sehingga harganya cukup murah. Siapa pun boleh memproduksi. Sedangkan lisensi obat dipegang oleh Merck, perusahaan farmasi yang berpusat di AS.

Comments are closed.