4 Alasan untuk Menahan Diri Membeli Barang Branded dan Mahal

Ilustrasi menggunakan barang branded. Foto: Shutterstock

Belanja barang branded memang memberi kepuasan tersendiri. Tak sekadar menaikkan gengsi, barang branded biasanya punya kualitas yang lebih baik. Apalagi sekarang sudah ada pinjaman online cepat cair cukup pakai KTP, belanja barang branded kini bukan hanya angan-angan.

Namun, sebelum membelinya, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan terlebih dulu agar cash flow bulanan tidak berantakan. Jangan sampai membuatmu terjebak dalam pembelian impulsif dan menumpuk barang-barang di rumah.

Setidaknya, terdapat 4 alasan agar kamu bisa lebih menahan diri untuk membeli barang branded dan mahal. Apa saja?

1. Banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak

Ilustrasi melakukan pemeriksaan swab PCR. Foto: Shutterstock

Di tengah pandemi seperti sekarang, banyak sekali kebutuhan ekstra yang harus dipenuhi supaya tidak terpapar dan tahan dari virus corona yang makin mengganas di luar sana. Sebut saja masker dan vitamin, dua hal ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari yang wajib dipakai serta dikonsumsi.

Tidak hanya itu, keperluan untuk swab antigen atau PCR demi menjaga diri sendiri dan orang di rumah dari virus, keperluan alat-alat olahraga, makan-makanan yang sehat hingga dana darurat juga lebih dibutuhkan dibandingkan tas atau sepatu branded. Jadi, penuhi kebutuhan dulu, ya!

2. Percayalah, perasaan bahagia itu hanya sementara

Ilustrasi belanja barang branded. Foto: Shutterstock

Memang, berbelanja barang impian disertai harga yang mahal bisa membuat perasaan menjadi sangat bahagia. Namun, penelitian menunjukkan efek psikologis dari membeli barang mewah justru bisa membuatmu merasa sedih.

Sebab, barang yang telah dibeli, setelah sekian lama akan dipandang biasa saja oleh diri sendiri bahkan orang orang lain. Barang branded tersebut seperti barang lainnya yang mempunyai fungsi yang sama. Hanya segelintir orang saja menganggap bahwa barang tersebut masih keren, fashionable, ataupun mahal. Selebihnya akan menjadi biasa saja.

3. Punya nilai yang sama dengan barang sejenis

Ilustrasi tas branded. Foto: Shutterstock

Bicara soal fungsi, barang branded dan mahal juga memiliki fungsi yang sama. Harga sepatu Rp 200 ribu, memiliki fungsi yang sama dengan sepatu harga Rp 2 juta. Yang membedakan hanya merek. Kualitas pun bisa diadu. Merek sepatu dalam negeri dengan harga Rp 200 ribuan juga tidak kalah dengan sepatu luar negeri dengan harga Rp 2 jutaan.

Begitu pula baju, barang elektronik, kendaraan, dan lain sebagainya. Jika memiliki fungsi yang sama, jangan dulu melihat merek yang paling mahal. Kenali spesifikasinya, kualitasnya, dan jangan anggap remeh merek lokal yang harganya lebih terjangkau.

4. Barang branded butuh pemeliharan ekstra

Ilustrasi tas branded. Foto: Shutterstock

Barang branded dan mahal pasti membutuhkan pemeliharaan yang ekstra. Sebab, saat kita memiliki barang mahal dan berharga, pengorbanan untuk memperoleh barang tersebut juga besar. Jadi, sudah semestinya bisa tahan lama, bukan?

Misalnya, untuk harga tas branded puluhan juta, kamu perlu membeli krim perawatan tas agar senantiasa terlihat baru. Belum lagi jika tas tersebut terkena noda, pasti membersihkannya tidak bisa langsung kena air, ada perawatan khusus yang merogoh kocek tak sedikit.

Itu dia 4 alasan yang perlu jadi pertimbangan saat membeli barang branded. Apalagi barang-barang yang sifatnya konsumtif alias nilainya turun dari waktu ke waktu dan tidak bisa menghasilkan sesuatu. Sebaiknya, pikirkan dulu sebelum membeli barang tersebut ya!

Namun, bila barang tersebut bersifat produktif, seperti membeli laptop sesuai kebutuhan untuk menunjang pekerjaan, membeli barang mahal tak ada salahnya. Bila ingin cash flow tetap aman, kamu bisa mengajukan pinjaman online cepat cair cukup KTP dari Kredivo. Dengan proses approval yang cepat dan bunganya yang ringan, hanya 2,6 persen per bulan, kamu bisa memanfaatkan Kredivo untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan.

Kredivo menyediakan cicilan online di lebih dari 1.000 mitra yang fleksibel, mulai dari 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Tak hanya itu, terdapat pula pinjaman tunai untuk keperluan darurat, dengan cicilan mulai dari 30 hari, 3 bulan dan 6 bulan. Semua bisa Anda atur sesuai dengan kemampuan. Untuk informasi lengkap, kamu bisa klik di sini.

Comments are closed.