38 Warga Banggai Terjangkit COVID-19, Satgas Belum Cek Varian Delta

Anggota Polsek Nuhon bersama pemerintah Kecamatan Nuhon dan petugas medis mengambil sampel swab PCR bagi pelaku perjalanan dari luar kota yang memasuki wilayah Kabupaten Banggai di Jalan Trans Sulawesi, Desa Pakowa Bunta, Kecamatan Nuhon, Sulteng, Selasa (6/7). [Foto: Istimewa]

Kasus COVID-19 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) kian mengkhawatirkan. Gelombang kedua ini memicu peningkatan kasus yang signfikan setiap harinya.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Banggai Nurmasita Datu Adam memaparkan, pada 6 Juli 2021 terdapat lagi 38 kasus baru. Sebanyak 7 orang harus dirawat asrama BKPSDM Kabupaten Banggai, sisanya isolasi mandiri. “7 dirawat di rumah sakit darurat BKPSDM, 31 isolasi mandiri,” jelas dia, Senin (6/7).

Selain tambahan kasus, terdapat 2 pasien Covid-19 yang sebelumnya dirawat di RSUD Luwuk meninggal dunia. Di sisi lain, pasien yang sembuh hanya 1 orang. “1 kasus sembuh dari Kecamatan Luwuk,” jelas dia.

Bertambahnya 38 kasus baru, maka secara kumulatif wargamenjadi 1.591 orang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Banggai, sejak awal pandemi tahun 2020 lalu.

Terkait indikasi varian delta yang telah masuk ke Kabupaten Banggai, Nurmasita menyatakan, untuk memastikan varian delta harus melalui pemeriksaan sampel, yang kemudian dikirim ke Jakarta. ”Belum ada sampel yang dikirim,” ujar dia.

Seiring meningkatnya kasus baru, Satgas COVID-19 mulai mengetatkan wilayah perbatasan Kabupaten Banggai, Selasa (6/7). jajaran Polsek Nuhon bersama pemerintah Kecamatan Nuhon dan petugas medis mengambil sampel swab PCR bagi pelaku perjalanan dari luar kota yang memasuki wilayah Kabupaten Banggai.

Pengambilan sampel swab dilaksanakan di Jalan Trans Sulawesi, Desa Pakowa Bunta, Kecamatan Nuhon dan rumah isolasi posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

Kapolsek Nuhon AKP Jolly R. Lengkong mengatakan, pengambilan sampel swab dilakukan dengan cara menghentikan kendaraan, khsusunya yang berasal dari luar Kabupaten Banggai.

“Bagi pengendara dari luar kota yang bisa menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab diarahkan melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel oleh petugas Puskesmas,” kata dia.

Jolly menjelaskan, pengambilan sampel swab bagi para pelaku perjalanan dari luar daerah dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Banggai tertanggal 29 Juni 2021 tentang Ketentuan PPKM Berbasis Mikro untuk Penanganan COVID-19.

“Surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis Antigen atau PCR negatif yang berlaku 2 X 24 Jam disertai bukti stik atau batangan yang telah dicek keasliannya oleh petugas,” jelasnya.

Seharian, petugas tak menemukan pelaku perjalanan yang terinfeksi COVID-19. “Ada 5 pengendara dari luar kota yang dilakukan pengambilan sampel PCR dan hasilnya negatif,” tuturnya.

Comments are closed.