300 Panel RISHA untuk Korban Bencana Adonara Tiba di Flotim

Kondisi rumah warga di Desa Waiburak saat diterjang badai Seroja. Foto : Istimewa

LARANTUKA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dalam melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Flores Timur, Eduardus Fernandez mengatakan sebanyak 300 unit panel Risha telah dikirim pihak kementerian melalui Pelabuhan Terong, Pulau Adonara beberapa waktu lalu.

300 panel itu untuk pembangunan rumah korban bencana di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulu Mado, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur dan Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng.

“Oyang barang 50 penal, Waiburak 195 dan Nelelamadike 55 panel,” ujarnya kepada wartawan, Senin 5 Juli 2021.

Ia mengatakan, proses pembangunan rumah hunian tetap bagi korban bencana di Desa Oyang Barang, saat ini sudah mencapai 24 unit rumah dari 50 rumah. Sementara di Dke esa Nelelamadike proses pematangan sudah mencapai 60 persen. Sedangkan di Saosina untuk korban bencana Waiburak sudah selesai tahap pengukuran dan dalam proses pematangan.

“Untuk tanggap darurat, kita hanya butuh 300 panel, tidak butuh penambahan lagi. Proses pembangunan rumah ini dikerjakan oleh PT Adi Karya,” katanya.

Untuk tiga lokasi bencana, pemerintah akan membangun 300 unit rumah. Pihak kementerian meminta Pemda menyiapkan 6 hektar lahan.

Untuk di Saosina, sudah sudah ada lokasi seluas 2 hektar yang akan dibangun 100 unit rumah. Sedangkan untuk di desa Oyang Barang sudah disiapkan 1 hektar lahan untuk pembangunan 50 unit rumah dan di Nelelamadike disiapkan 1 hektar untuk 50 unit rumah.

“Targetnya rampung di bulan Desember ini,” tandasnya.

Ia menambahkan, selain dari kementerian PUPR, pembangunan rumah itu juga bersumber dari stimulan BNPB dengan perincian, rusak berat dibantu Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta.

“Kita sudah data semua. Untuk Rusak ringan nanti dapat stimulan dari BNPB,” tutupnya.

Sementara Kepala Desa Nelelamadike, Pius Padeng mengatakan saat ini proses pematangan telah mencapai 60 persen. Selain 50 unit rumah, kata dia, ada juga pembangunan dua fasilitas umum di lokasi itu.

“Fasilitas umumnya ada dua, gedung TKK dan Posyandu yang dikerjakan oleh PT Adi Karya,” ujarnya.

Sebelum pembangunan rumah, pemerintah sebelumya sudah membangun tanggul pengaman di jalur banjir sepanjang 400-500 meter dengan tinggi 3 meter.

Terpisah, Kepala Desa Oyang Barang, Laurensius Lega Ama mengatakan, saat ini PT Adi Karya sedang melakukan pembangunan 50 unit rumah di atas lahan 1 hektar. Selain rumah, di lokasi itu juga akan dibangun empat unit fasilitas umum yakni, TK PAUD, Polindes, Posyandu dan pembangunan gereja.

“Sudah mulai rampung. Untuk fasilitas umum masih proses pengerjaan,” tutupnya.

Comments are closed.