3 Prioritas Anies Atasi Turbulensi Corona di Jakarta, Apa Saja?

Seorang petugas kesehatan mengambil sampel swab dari seorang wanita di sebuah sekolah di Jakarta, Jumat (2/7). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pandemi corona di ibu kota sudah memasuki gelombang kedua dan layaknya pesawat yang sedang menghadapi turbulensi.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anies menyebut ada 3 prioritas yang harus dijalankan. Pertama, kata dia, menyelamatkan warga yang sudah terpapar corona.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pimpin Upacara HUT ke-494 Jakarta secara hybrid.
Foto: Pemprov DKI Jakarta

Kedua, melindungi warga yang belum terpapar agar jangan sampai terpapar. Ketiga, menolong mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan keseharian.

“Lakukan tiga prioritas ini dengan amat serius, seluruh jajaran di DKI Jakarta, Jangan hanya tunggu laporan, aktif cari apa yang bisa diamankan,” imbau Anies saat konferensi pers persiapan PPKM Darurat, Jumat (2/6) malam.

Saya ulang, selamatkan yang terpapar, lindungi yang tidak terpapar, tolong yang kesulitan kebutuhan pokok. Lakukan tiga prioritas ini dengan sungguh amat serius.–Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.Seorang petugas kesehatan menggendong bayi yang lahir dari ibu yang terjangkit penyakit virus corona di ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Ia meminta semua pihak termasuk masyarakat untuk saling membantu jangan hanya menonton. Menurutnya, masyarakat bisa berperan aktif menjaga lingkungannya masing-masing.

“Sampaikan saya akan ikut bekerja mengamankan tempat ini. Dengan jaringan yang ada di kita, bapak ibu bisa bekerja cepat. Dan dalam menjalankan tiga prioritas itu jangan ada yang menjadi penghambat apalagi menghambat untuk urusan urusan sepele,” terangnya.

Penerapan lockdown skala mikro di Sumur Batu, Jakarta Pusat. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Sementara kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta, Anies mengapresiasi kerja cepat penanganan pandemi corona yang sudah terbangun. Ia meminta hal untuk terus dilakukan dan ditingkatkan, jangan sampai ada penghalang karena alasan sepele.

“Alhamdulillah selama penanganan pandemi ini, secara umum jajaran Pemprov DKI sangat bekerja cepat, bekerja trengginas, dan bisa menjadi tolak ukur bagi tempat-tempat lain, tapi tetap saja di sana sini ada laporan soal proses yang terlambat karena hal sepele. Misalnya surat tidak segera dibuat, komunikasi tidak segera dijalin, masalah dibiarkan karena bukan tupoksinya,” pungkasnya.

Comments are closed.