3.861 Anak di Sumut Terinfeksi COVID-19, 14 di Antaranya Meninggal Dunia

Ilustrasi anak menggunakan masker oksigen. Foto: Shutter stock

Penularan COVID-19 terhadap anak di Sumatera Utara kian memprihatinkan. Tercatat ada 3.861 anak di Sumut terinfeksi COVID-19 sejak awal pandemi. Bahkan 14 di antaranya meninggal dunia.

“Saat ini, angka kematian sudah 14 kasus,” kata anggota Satgas COVID-19 Sumut Inke Nadia kepada wartawan, Rabu (30/6).

Inke menjelaskan, peningkatan kasus COVID-19 anak tertinggi terjadi pada 6 bulan belakangan ini. Jumlah anak di Sumut yang terinfeksi mencapai 2.000 kasus.

“Kita dari awal itu sudah 3.861 kasus. Dalam 6 bulan terakhir hampir 2.000 kasus. Peningkatan signifikan itu dimulai April. Itu tinggi sekali, tiga kali lipat dari yang dilaporkan setiap minggunya,” ujar Inke.

Namun Inke tidak merinci peningkatan tiga kali lipat kasus corona yang dimaksud. Dia hanya membeberkan kasus tertinggi terjadi di Kota Medan dan Deli Serdang yakni mencapai 72 persen dari total kasus.

Selanjutnya diikuti Kabupaten Simalungun, Pematangsiantar dan Tebing Tinggi. Kemudian daerah lainnya masih dibawa 1 persen.

Meskipun kasus COVID-19 pada anak tinggi, kebanyakan mereka hanya terkena gejala ringan. Tapi perlu digarisbawahi risiko penularannya sangat tinggi.

Seorang anak bermain tanpa mengenakan masker di Muara Angke, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Oleh sebab itu, Inke mengimbau kepada para orang tua untuk memperhatikan anak serta mengajarinya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Orang tua juga diminta menahan diri untuk mengajak anak ke tempat ramai atau tempat wisata.

“Jaga anak-anak kita jangan sampai terpapar,” ujar Inke.

Comments are closed.