270 Ribu Orang Tanda Tangani Petisi, Tuntut UEFA Ulang Duel Prancis vs Swiss

Kiper Swiss Yann Sommer melakukan selebrasi usai menggagalkan tendangan penalti pemain Prancis Kylian Mbappe. Foto: Justin Setterfield/Reuters

270 ribu orang telah menandatangani petisi yang menuntut UEFA untuk mengadakan pertandingan ulang antara Prancis dan Swiss di babak 16 besar Euro 2020.

Kedua kesebelasan bertanding pada 29 Juni lalu. Les Blues keok dari lawannya itu melalui adu penalti. Kekalahan tersebut membuat pasukan Didier Deschamps harus angkat kaki dari Euro 2020.

Prancis tersingkir dari turnamen empat tahunan tersebut ketika kiper Swiss, Yan Sommer, melakukan penyelamatan apik untuk menggagalkan penalti Kylian Mbappe.

Kiper Swiss Yann Sommer saat menggagalkan tendangan penalti pemain Prancis Kylian Mbappe. Foto: Marko Djurica/Reuters

Sommer tidak melakukan selebrasi sesudah melakukan penyelamatan sampai menerima konfirmasi resmi dari VAR bahwa aksinya itu sah.

Namun banyak penggemar yang menganggap kalau penyelamatan yang dilakukan Sommer tidak sah. Anggapan tersebut muncul karena kaki kiper 32 tahun itu berada di luar garis.

Sebuah petisi kemudian muncul sebagai bentuk protes untuk keputusan tersebut. Ratusan ribu orang bahkan telah ambil bagian dalam protes yang ditujukan kepada UEFA itu.

Beberapa media seperti Football.Fr dan RTL Sport melaporkan, lebih dari 270 ribu orang telah menandatangani petisi, menuntut laga tersebut diulang.

Kylian Mbappe pada laga Hongaria vs Prancis di Euro 2020. Foto: REUTERS/Franck Fife

Berikut bunyi petisi tersebut dikutip dari Sportbible:

“Selama adu penalti dalam pertandingan Prancis vs Swiss, kiper Sommer tidak berada di garisnya saat tendangan Mbappe. Kami meminta pembatalan kualifikasi Swiss dan oleh karena itu menuntut pertandingan ulang.

Olahraga harus dimainkan sesuai aturan dan malam itu aturan tidak dihormati,”

Swiss melaju ke babak perempat final Euro 2020. La Nati akan berhadapan dengan Spanyol untuk memperebutkan tiket ke semifinal pada Jumat (2/7) malam WIB.

****

Comments are closed.