Kemarin, wawancara Deddy Corbuzier hingga perpanjangan Operasi Ketupat

Beberapa berita hukum kemarin (Selasa 26/5) menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca kembali, dari wawancara yang dilakukan presenter Deddy Corbuzier dengan Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009 Siti Fadilah Supari melanggar prosedur, hingga perpanjangan Operasi Ketupat hingga 7 Juni 2020.

Berikut lima berita hukum kemarin yang masih menarik untuk dibaca kembali:

Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah langgar prosedur
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menyatakan wawancara yang dilakukan presenter Deddy Corbuzier dengan Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009 Siti Fadilah Supari, pada Rabu (20/5), di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, melanggar prosedur.

Selengkapnya baca di sini

116 pos penyekatan disiapkan cegah pemudik kembali ke Jakarta

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan sebanyak 116 pos penyekatan disiapkan dalam Operasi Ketupat 2020 untuk menyekat arus balik para pemudik yang hendak kembali ke Ibu Kota Jakarta.

Beberapa berita hukum kemarin (Selasa 26/5) menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca kembali, dari wawancara yang dilakukan presenter Deddy Corbuzier dengan Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009 Siti Fadilah Supari melanggar prosedur, hingga perpanjangan Operasi Ketupat hingga 7 Juni 2020.

Berikut lima berita hukum kemarin yang masih menarik untuk dibaca kembali:

Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah langgar prosedur
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menyatakan wawancara yang dilakukan presenter Deddy Corbuzier dengan Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009 Siti Fadilah Supari, pada Rabu (20/5), di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, melanggar prosedur.

116 pos penyekatan disiapkan cegah pemudik kembali ke Jakarta

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan sebanyak 116 pos penyekatan disiapkan dalam Operasi Ketupat 2020 untuk menyekat arus balik para pemudik yang hendak kembali ke Ibu Kota Jakarta.

Toke sawit tembak teman hingga tewas gegara “power bank” hilang

Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan, Provinsi Riau, menangkap seorang toke sawit berinisial TS (43) atas dugaan menembak temannya,JS (30), hingga tewas gegara power bank hilang.

Kapolri perpanjang pelaksanaan Operasi Ketupat hingga 7 Juni

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 selama sepekan hingga 7 Juni 2020.

Viral Diserbu Warga Berbelanja, Pemkot Tangerang Akhirnya Tutup CBD Ciledug

Liputan6.com, Jakarta – Satpol PP Pemerintah Kota Tangerang menutup pusat perbelanjaan CBD Mal Ciledug yang sempat viral karena dibanjiri pengunjung saat dibuka oleh pengelolanya. 

Sebelum akhirnya ditutup, sempat beredar rekam percakapan dari pedagang di dalam mal tersebut, yang mengeluhkan mal tetap beroperasi dan dipadati pengunjung yang hendak beli pakaian jelang lebaran. Hal tersebut terjadi sejak pekan lalu, padahal sudah jelas aturannya, selama pelaksanaan PSBB mal harus tutup.

Akhirnya, kepadatan tersebut, diposting dan viral diberbagai media sosial. Barulah pada hari ini, petugas gabungan dari Pemkot Tangerang serta kepolisian, lakukan penutupan. 

Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, A. Gufron Falfeli mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan sebelumnya kepada manajemen Mal CBD Ciledug. Namun, manajemen tak juga menghentikan kegiatan jual beli barang bukan bahan pokok.

“Kita sudah surati sebelumnya, manajemen sempat melakukan penghentian operasional tapi karena tenant bukan seluruhnya milik pengelola sehingga sempat didemo oleh pedagang hingga akhirnya buka kembali,” kata Gufron.

Pihaknya pun saat ini telah melakukan penyegelan dengan memasang Satpol PP Line di pintu masuk mal. “Sehingga yang boleh operasional hanya di lantai dua yakni toko retail bahan pokok,” kata Gufron.

Minta Pdagang Taati Aturan

Satpol PP pun berkoordinasi dengan Camat Karang Tengah agar ikut menerjunkan anggota Tramtib Kecamatan untuk ikut mengawasi operasional Mall CBD Ciledug, agar tak lagi ada pedagang yang membandel membuka tokonya. 

“Kami sudah minta ke jajaran Tramtib Karang Tengah untuk ikut mengawasi agar tak ada lagi hal yang tidak diinginkan terjadi,” tuturnya. 

Dia pun meminta pedagang dan masyarakat untuk menaati aturan pemerintah Kota Tangerang terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dilakukan hingga 31 Mei 2020 mendatang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menyukseskan PSBB yang sudah ditetapkan Pemkot Tangerang, karena ini untuk kesehatan masyarakat juga agar terhindar dari Covid-19,” pungkasnya.

Alasan Keamanan, Penahanan Bahar Smith Dipindah ke Nusakambangan

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM memindahkan lokasi penahanan terpidana kasus penganiayaan, Bahar Smith, dari Lapas Gunung Sindur ke Lapas Klas 1 Baru Nusakambangan, Selasa (19/5/2020) malam.

“Habib Bahar telah dipindahkan dari Lapas Khusus Gunung Sindur ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan pada hari Selasa malam, tanggal 19 Mei 2020 dengan pengawalan Kepolisian dan jajaran Pemasyarakatan,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Rika Aprianti, Rabu (20/5/2020).

Rika menuturkan, pemindahan Bahar ke Nusakambangan murni untuk kepentingan pengamanan dan pembinaan Bahar sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap asimilasi yang telah diberikan.

Baca juga: Bahar bin Smith Masuk Sel Khusus Teroris, Puluhan Orang Protes di Depan Lapas

Sebab, sejak Bahar kembali ditahan di Lapas Gunung Sindur pada Selasa kemarin, simpatisan pendukung Bahar berkerumun di Lapas Gunung Sindur memaksa untuk bertemu dengan Bahar Smith.

“Simpatisan yang memaksa ingin mengunjungi Habib Bahar, berkerumun berteriak-teriak dan melakukan tindakan provokatif yang menyebabkan perusakan fasilitas negara berupa pagar lembaga pemasyarakatan,” kata Rika.

Pihak Ditjen Pemasyarakatan khawatir kerumunan massa tersebut dapat menciptakan kondisi yang tidak kondusif serta mengganggu keamanan dan ketertiban.

Selain itu, kerumunan massa simpatisan dengan jumlah besar itu juga melanggar protokol penanganan Covid-19 dan dikhawatirkan dapat menyebabkan penyebaran Covid-19.

“Merujuk pada kondisi tersebut, Kalapas Khusus Gunung Sindur telah berkoordinasi dengan Kakanwil Jawa Barat, yang selanjutnya disetujui oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk Habib Bahar Bin Smith ditempatkan sementara waktu di Lapas Klas I Batu Nusakambangan,” ujar Rika.

Baca juga: Detik-detik Penangkapan Bahar bin Smith, Dijemput Brimob Bersenjata Lengkap

Diberitakan sebelumnya, Bahar Smith kembali ditahan di Lapas Gunung Sindur pada Selasa dini hari kemarin setelah sempat dikeluarkan dari Lapas Cibinong lewat program asimilasi pada Sabtu (16/5/2020) lalu.

Bahar kembali ditahan karena telah melakukan pelanggaran khusus saat menjalani masa asimilasi.

Ada dua hal yang membuat Bahar dinyatakan melakukan pelanggaran. Pertama, ia melakukan beberapa tindakan yang dianggap telah menimbulkan keresahan di masyarkat.

Kegiatan yang dimaksud adalah memberikan ceramah bernada provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah serta video ceramah tersebut yang menjadi viral dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kedua, Bahar telah melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan telah mengumpulkan orang banyak dalam kegiatan ceramahnya.

Baca juga: Arti Asimilasi yang Sempat Didapat Bahar bin Smith

Penulis: Ardito RamadhanEditor: Bayu Galih

Polisi Ungkap Ancaman Hukuman bagi Andre Taulany dan Rina Nose Usai Plesetkan Marga Latuconsina

PIKIRAN RAKYAT – Komedian Andre Taulany dan Rina Nose dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik, usai memplesetkan marga Latuconsina di sebuah program acara Ramadhan.

Ruswan Latuconsina sebagai perwakilan pemilik marga muncul untuk melaporkan dua komedian tersebut, ia tak terima candaan Rina Nose dan Andre Taulany tersebut telah menyinggung SARA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan adanya laporan masuk pada 18 Mei 2020 sore seperti kabar yang sudah beredar.

“Kemarin sore ada laporan masuk, pelapornya inisial RL sekitar pukul 16.00 lah kemarin sore melaporkan dua orang terlapor inisial AT, kedua inisial RN,” ujar Kombes Pol Yusri Yunus dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam kanal YouTube KH Infotainment pada 19 Mei 2020.

Lebih lanjut, Kombes Pol Yusri Yunus mejelaskan bahwa pihak pelapor tidak menerima candaan kedua terlapor yang ditampilkan secara langsung di program acara sahur Ramadhan.

“Ada yang mempleseti nama keluarga besar si pelapor ini, kedua-duanya saat itu. Sehingga keluarga besar si pelapor saat ini melaporkan yang bersangkutan ke Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Pol Yusri Yunus.

Pihak kepolisian saat ini baru saja menerima laporan dari keluarga Latuconsina dan akan dilakukan delik teliti.

Langkah awal menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik berencana akan memanggil pelapor beserta saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

Setelah itu, kedua terlapor yakni Andre Taulany dan Rina Nose beserta saksi-saksinya akan dimintai keterangan terkait kasusnya tersebut.

“Misalnya sudah terkumpul semuanya, bukti-bukti dan juga keterangan lain baru nanti kita akan gelar perkara, karena ini masih tingkat peyelidikan,” ujar Kombes Pol Yusri Yunus.

Atas kasus tersebut, Andre Taulany dan Rina Nose diduga melanggar Pasal 27 Ayat 3 UU ITE juncto Pasal 45 atas kasus pencemaran nama baik.

“Ancaman hukum sekitar 6 tahun, makanya kita akan coba cek nanti,” ujar Kombes Pol Yusri Yunus.

Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa proses penyelidikan akan terhambat, mengingat kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Source : https://www.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-01385790/polisi-ungkap-ancaman-hukuman-bagi-andre-taulany-dan-rina-nose-usai-plesetkan-marga-latuconsina?utm_source=Line&utm_medium=Lineapp&utm_campaign=partner

Pelapor: Tak Ada Maaf untuk Andre Taulany dan Rina Nose

JAKARTA, KOMPAS.com – Ruswan Latuconsina sebagai pihak yang melaporkan Andre Taulany dan Rina Nose mengatakan, seluruh pemilik marga Latuconsina merasa dilukai dengan candaan kedua komedian itu.

Hingga disinggung soal permintaan maaf, Ruswan menyebut bahwa sampai saat ini tidak membukakan pintu maaf pada dua komedian itu.

“Oh tidak segampang itu (permintaan maaf), kami merasa dilukai dan Latuconsina itu adalah marga yang besar dihormati di Maluku,” kata Ruswan saat dihubungi wartawan, Senin (18/5/2020).

“Kita ikuti tahapanlah, kita kembalikan pada seluruh keluarga besar Latuconsina karena sampai saat ini tidak ada pintu maaf sebenarnya,” sambungnya.

Ruswan Latuconsina mengaku sebagai perwakilan dari keluarga besar Latuconsina.

Dia pun resmi melaporkan Andre Taulany dan Rina Nose pada Senin (18/5/2020) ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Keduanya dilaporkan atas Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP.

Sebelumnya, viral potongan video yang memperlihatkan Andre Taulany dan Rina Nose saling melempar candaan dengan memplesetkan nama Prilly Latuconsina.

Ruswan dan para pengguna marga Latuconsina tak terima dan mengambil jalan hukum.

Asyik, Subsidi Listrik Gratis Diperpanjang Sampai September

Suara.com – Pemerintah akhirnya sepakat untuk memperpanjang pemberian subsidi listrik gratis untuk pelanggan 450 dan 900 Volt Ampere hingga bulan September 2020 mendatang.

Keputusan ini diambil karena memperhitungkan dampak penyebaran virus corona atau Covid-19 yang belum juga berlalu.

“Subsidi listrik untuk 450 VA yang 24 juta dan 900 VA yang 7,2 juta rumah tangga yang subsidinya adalah dari mulai April sampai Juni diperpanjang sampai dengan September,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Dengan keputusan itu, dikatakan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini anggaran yang disediakan pemerintah pun bertambah menjadi Rp 61,69 triliun atau naik Rp 6,9 triliun untuk dua kelompok pelanggan ini.

Sebelumnya, tagihan listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA digratiskan selama tiga bulan.

Adapun untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA mendapatkan diskon sebesar 50 persen untuk jangka waktu yang sama.

Motif 8 Pelaku Bully Bocah Penjual Jalangkote Cuma Iseng, Berawal dari Celetukan Bercanda Korban

TRIBUNNEWS.COM – Delapan pelaku perundungan terhadap RL (12) penjual jalangkote keliling yang videonya viral akhirnya mengungkapkan motifnya.

Para pelaku mengaku hanya iseng mengerjai RL sebagai bahan bercandaan.

Hal ini bermula dari celetukan korban yang sempat bercanda dan mengaku sebagai jagoan di daerahnya.

Setelah diperiksa, terungkap delapan orang tersangka kasus perundungan anak penjual Jalangkote di Pangkep melakukan perbuatan itu karena iseng untuk bahan candaan.

Kepala Polres Pangkep AKBP Ibrahim Aji dalam keterangan persnya, Senin (18/5/2020) mengungkapkan, kedelapan tersangka hanya iseng untuk mengerjai korban RL (12) penjual keliling jalangkote.

Dari pengakuan tersangka, korban pernah mengungkapkan bahwa dirinya sebagai jagoan di daerah tersebut.

“Korban pernah bercanda dan mengatakan dalam bahasa Bugis (iya’ tolo’na Ma’rang) yang artinya iya jagoannya daerah Ma’rang. Di situlah, para tersangka mengerjai korban sebagai bahan candaan, namun kelewat batas,” katanya.

Meski hanya bercanda, tegas Ibrahim, para tersangka tetap akan diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Terlebih lagi, salah seorang pelaku, Firdaus (26) memukul korban dan mendorongnya hingga tersungkur ke pondasi jalanan. 

“Akibat perbuatan Firdaus, korban menderita luka lecet di lengan kirinya. Sedangkan tujuh tersangka lainnya tetap diproses hukum karena mem-bully anak di bawah umur sesuai Undang-undang Perlindungan anak,” jelasnya.

Ibrahim menjelaskan, tersangka Firdaus yang memukul hingga korban terjatuh dikenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan.

Sementara tujuh orang rekan Firdaus dikenakan Pasal 76c UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan akibat peranannya.

Sebelumnya beredar video, RL (12) warga Jl Batu Merah, Kelurahan Tala, Kecamatan Tala yang menjajakan jajanan pastel atau dikenal dengan nama jalangkote dirundung, dipukuli dan dibanting kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2020) sore.

Video ini pun viral di berbagai media sosial, membuat warganet geram dan mengecam ulah kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep.

Akhirnya, aparat kepolisian pun turun tangan langsung dan mengusut kasus perundungan bocah penjual jalangkote tersebut.

Alhasil, delapan orang pelaku perundungan bocah penjual jalangkote berhasil diamankan polisi. 

Jualan Jalangkote Demi Beli Popok Adik

Menurut ibunda, korban bully di Kabupaten Pangkep yang sempat viral di media sosial berjualan gorengan agar bisa membelikan popok adiknya.

Sang ibu bernama Dahlia ini menjelaskan bahwa korban pernah tak sanggup membelikan popok adiknya.

Terkait pembullyan yang dialami anaknya, awalnya Dahlia tidak mengetahui hal itu.

Sampai suatu hari, Rizal pulang ke rumah dan kemudian menciumi adiknya.

Ia meminta maaf ke adiknya karena sudah tidak ingin berjualan, sehingga tidak lagi bisa membelikannya popok.

Setelah ditanyai, Rizal enggan mengakui masalah yang sedang dihadapinya, lantaran tidak mau sampai Ibunya khawatir.

Bahkan ia berkelit saat ditanyai tentang luka yang ada dilengannya.

“Kemarin pulang, terus langsung pergi cium adeknya.

Sudahnya itu minta maaf sama adeknya karena sudah tidak bisa carikan uang beli popok.

Mendengar perkataan Rizal, ibunya pun mengaku kaget.

“Saya sempat tanya, ada apa? tapi ia malah tidak mau menjawabnya dan hanya bilang nanti pi lagi mama menjual ka,” ujar Dahlia mengingat apa yang dikatakan Rizal.

Jualan Jalangkote

Rizal (12) diketahui sudah berjualan jalangkote atau gorengan selama satu tahun.

Rizal menjadi terkenal setelah videonya viral menjadi korban bully di Kabupaten Pangkep.

Ibu Rizal mengatakan anaknya biasa membawa pulang uang Rp 10 ribu sehari dari hasil jualannya.

Kemudian uangnya diberikan ke ibunya agar membelikan popok untuk adiknya, yang baru berusia satu bulan.

“Na kasi tauka kalau maui bantuka cari uang. Ia bilang ingin belikan popok adek,” ujarnya, Senin (18/5/2020), dikutip dari Tribun Timur.

Sehingga hasil jualan jalangkotenya ia bagi dua, Rp 5 ribu ia kasihkan ke ibunya dan Rp 5 ribu, ia gunakan untuk jajan di sekolah.

Rizal merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, tapi hanya dia yang berjualan.

Menurut penuturan ibunya, hal ini ia lakukan atas keinginannya sendiri.

“Pernah ada yang sampaikan kalau Rizal sering diganggu, sehingga saya minta untuk berhenti jualan,” ujarnya.

Tapi Rizal malah menangis, dan pergi berjualan tanpa memberi tahu ibunya.

“Jadi biasami pergi menjual tanpa sepengetahuan saya, karena ia bilang nanti tidak ada uang na kasika kalau tidak pergi jualan,” ungkapnya.

Jualan Kue Putu

Sebenarnya sebelum berjualan jalangkote, Rizal berjualan putu.

Rizal yang baru duduk di bangku kelas 5 SD ini, berjualan sebelum berangkat ke sekolah, dan hasil jualannya pun disisihkan sebagian untuk Ibunya.

“Pertamanya putu na jual, dia pergi jualan sebelum ke sekolah. Itumi nanti hasil jualannya ia pakai jajan,” tuturnya

Tapi sejak bulan ramadhan, ia tidak lagi berjualan putu, dan hanya berjualan jalangkote.

Reaksi Video

Dahlia baru mengetahui video anaknya viral setelah diberitahukan oleh tetangganya.

“Pas saya liat, langsungka teriak – teriak.

Tidak bisaka lihat sampai habis, kasihan lihat ada yang jahati begitu anak ku.

Saya saja orang tuanya tidak pernah ada yang pukul,” katanya sambil membasuh air matanya.

Sebelum Ibunya melihat video tersebut, Rizal sempat menyuruh menghapusnya, lantaran tidak ingin sampai Ibunya melihat video itu.

“Waktu Rizal dikasi liat itu video, langsung bilang, janganki kasih liat mamaku, karena nanti kaget baru masuk rumah sakit,” tuturnya

Setelah kejadian itu, Rizal tidak sempat berjualan lagi, bukan lantaran sepedanya yang rusak.

Karena ia harus memenuhi panggilan di Mapolres Pangkep untuk diminta keterangan sebanyak dua kali.

Ia juga menemui beberapa orang atau lembaga yang datang untuk memberi bantuan.

Ibunya sangat bersyukur karena ternyata banyak orang baik yang mau membantu anaknya, mulai dari memberi bantuan sembako, uang tunai, dan membelikan sepeda untuk Rizal.

“Dari dulu anakku mau beli sepeda polygon, tapi karena tidak ada uangku, jadi sepeda bekas ji bisa kubelikan,” ungkap ibunya mengenang.

“Tapi Alhamdulilah sekarang sudah ada dua sepeda barunya,” ujarnya

Ia pun berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang. Dan pelaku dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kalau saya memang sudah memaafkan, tapi pelaku tetap harus dihukum sesuai peraturan yang ada, supaya kejadian begini tidak terulangmi,” pungkasnya.

(Kompas.com/Kontributor Makassar, Hendra Cipto) (TRIBUNNEWSWIKI.COM/Tribun Timur)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Iseng, Motif 8 Pelaku Merundung Bocah Penjual Jalangkote” dan di TribunnewsWiki.com dengan judul Viral, Bocah Penjual Gorengan Dibully, saat Pulang Cium Adiknya: Maaf Tak Bisa Belikan Popok

Potret Sesaknya Pasar Anyar Bogor Jelang Lebaran di Tengah Wabah Corona

Liputan6.com, Bogor – Sebuah video yang menunjukkan sesaknya Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor oleh pengunjung di tengah pandemi Corona, viral. Pada video tersebut, pasar yang lebih dikenal dengan Pasar Anyar Bogor itu penuh dengan warga yang berbelanja pakaian.

Padahal, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlaku di Kota Bogor.

Minggu (17/5/2020), masyarakat memadati pasar dengan menyerbu lapak pedagang kali lima (PKL) di pasar tradisional tersebut. Suasana kawasan Pasar Anyar begitu padat dijejali warga, tak ada jarak sama sekali antarpengunjung di tengah pandemi Corona.

Para pengunjung sibuk melihat barang dagangan yang mayoritas adalah pakaian dan perlengkapan ibadah di lapak PKL di pinggir Jalan Dewi Sartika dan MA Salmun.

Masyarakat seolah tak takut dengan pandemi.

Tak jarang, para pengunjung saling bertabrakan bahu atau badan, dengan pengendara motor dan becak sekalipun. Selain itu, sejumlah warga membawa anaknya ke pasar tersebut.

Lapak pedagang sandal, makanan, minuman, dan buah-buahan juga tak luput dari serbuan warga.

Pengamatan Liputan6.com, juru parkir pun sibuk merapikan sepeda motor yang berderet di pinggir jalan.

Kuli panggul juga terlihat mulai bekerja memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Muslihat (34) pegadang pakaian di Pasar Anyar mengaku tidak merisaukan dengan wabah Corona. Terpenting, dia sudah menjalankan anjuran pemerintah dengan memakai masker dan selalu mencuci tangan.

“Kalau diam di rumah dalam jangka waktu lama, siapa yang akan menanggung hidup kami. Bansos yang dikucurkan sangat tidak cukup,” kata Muslihat.

Lain halnya dengan Ilham (37) pedagang perlengkapan ibadah.

Menurut dia, jika pandemi virus Corona sangat berbahaya dan di pasar berisiko besar terjadinya penularan, kemungkinan besar masyarakat yang ada di pasar terpapar Covid-19 sejak minggu lalu. Namun, hal itu tak terjadi menurut dia.

Terlebih, dalam peraturan PSBB, pasar termasuk tempat yang boleh tetap buka.

“Logikanya kan begitu. Dari sebelum puasa sudah ramai, tapi apa di rumah sakit ada penambahan kasus signifikan? Minggu lalu juga disini ada rapid test dan hasilnya nihil,” kata Ilham.

Situasi di Pasar Anyar di Jalan MA Salmun semerawut. Pengunjung saling berdesakan membeli kebutuhan untuk Lebaran.

Kondisi ini diperparah banyaknya kendaraan roda dua yang melintasi kawasan tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya sempat meninjau Pasar Anyar dan mengimbau kepada para pedagang dan pengunjung untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga jarak serta menggunakan masker.

Tak jarang, para pengunjung saling bertabrakan bahu atau badan, dengan pengendara motor dan becak sekalipun. Sejumlah warga membawa anaknya ke pasar tersebut.

Source : https://www.liputan6.com/news/read/4256824/potret-sesaknya-pasar-anyar-bogor-jelang-lebaran-di-tengah-wabah-corona?utm_source=Digital+Marketing&utm_medium=Partnership&utm_campaign=Line

Terungkap, Orangtua Indira Kalistha Telepon Putrinya dan Menangis Tersedu-sedu

Liputan6.com, Jakarta YouTuber Indira Kalistha dan suaminya, Gustaf Sailendra (Utap) akhirnya menyampaikan klarifikasi serta permintaan maaf ke publik melalui kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Video bertajuk “Indira Kalistha Minta Maaf Klarifikasi” yang diunggah Deddy Corbuzier, Jumat (15/5/2020), meledak di jagat maya. Hanya dalam sehari, rekaman wawancara Deddy Corbuzier dengan Indira Kalistha dan Utap ditonton lebih dari 3 juta kali.

Interviu itu menampilkan sejumlah momen emosional. Salah satunya, saat Indira Kalistha mengungkap reaksi orangtua mengetahui putrinya dikecam masyarakat luas.

Nangis Megap-megap

Menangis megap-megap, Indira Kalistha mengingat saat ditelepon orangtuanya. “Ibu bapak gue selalu nelepon dan nangis,” ujar Indira Kalistha dengan air mata berlinang. Lantaran menangis tersedu-sedu, Indira Kalistha tak mampu melanjutkan ceritanya.

Utap membantu menjelaskan duduk perkara. “Jadi orangtua dia selalu nelepon dia gara-gara (kejadian) ini, nanyain keadaan (Indira) tapi sambil nangis. (Mereka bilang) yang sabar De, apa segala macam,” Utap membeberkan.

Ponsel Indira Disita

Ia bercerita, Indira Kalistha sebenarnya cukup tenang karena publik mengecam hanya lewat medsos. Utap sempat menyita ponsel Indira agar sang istri tak terteror oleh notifikasi Instagram dan YouTube.

“Dianya (Indira -red.) juga malah jadi kepikiran karena orangtuanya kepikiran. Di TV, orangtua melihat (berita soal Indira),” sambungnya. Bukan hanya orangtua Indira Kalistha yang khawatir. Orangtua Utap pun ketar-ketir.

Jangan Sampai Sakit

Utap mencoba menenangkan orangtua dengan berujar, “Everything is gonna be okey, aku akan klarifikasi dan minta maaf. Jangan sampai sakit please jangan dipikirkan. Kalau nonton berita ada Indira dan aku, di-skip aja. Aku di sini sama Indira baik-baik saja, insyaallah.”

Indira Kalistha sendiri menangis berkali-kali menyesali pernyataannya di kanal YouTube Gritte Agatha. Seperti diketahui, dalam video wawancara dengan Gritte Agatha ia berujar malas pakai masker selama wabah Corona Covid-19.

Kok Gue Bisa Sih…

Indira Kalistha hanya mengenakan masker di ruang publik ketika ditegur orang lain atau petugas. YouTuber ini juga mengaku malas cuci tangan sehabis pergi keluar rumah.

“Nangisnya karena kok gue bisa sih ngomong kayak gitu dan gue enggak sadar kalau gue tuh orang yang punya followers punya subscribers,” keluhnya dengan air mata kembali berlinang. “Itu… benar-benar enggak sadar banget ngomong gitu,” pungkasnya sambil menyeka air mata dengan tisu.

Source : https://www.liputan6.com/showbiz/read/4257022/terungkap-orangtua-indira-kalistha-telepon-putrinya-dan-menangis-tersedu-sedu?utm_source=Digital+Marketing&utm_medium=Partnership&utm_campaign=Line

Ini Tata Cara Salat Idul Fitri Sendiri dan Berjemaah di Rumah

Liputan6.com, Jakarta – Salat Idul Fitri pada 2020 ini akan terasa berbeda. Hal ini lantaran kita tengah menghadapi pandemi virus Corona Covid-19.

Pemerintah melalui Menteri Agama Fachrul Razi telah meminta agar umat Islam bisa melaksanakan salat Idul Fitri di rumah saja.

Oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kafiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

“Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjemaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran Corona Covid-19 yang belum terkendali,” tulis fatwa MUI dikutip Liputan6.com dari laman resmi MUI, www.mui.or.id, Jumat (15/5/2020).

Meski begitu, bagi kawasan yang penyebaran Corona Covid-19 sudah berkurang, maka salat Idul Fitri bisa dilakukan di lapangan atau masjid namun dengan tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjemaah di tanah lapang, masjid, musalla, atau tempat lain bagi umat Islam yang: berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah,” tulis fatwa MUI.

Kemudian, berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Corona Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang).

Niat dan Panduan Salat Idul Fitri Berjemaah di Rumah

Berikut niat dan panduan melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing berjemaah saat pandemi Corona Covid-19:

1. Sebelum salat, disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Salat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah“, tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat salat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi: “Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini imaman/makmuman lillahi ta’alaa”. Artinya, aku berniat salat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.

4. Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca doa iftitah.

6. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca tasbih “Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Wallahuakbar”.

7. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surat pendek dari Al-Qur’an.

8. Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam). Dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca tasbih “Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Wallahuakbar”.

10. Membaca surat al-Fatihah, diteruskan membaca surat pendek dari Al-Qur’an.

11, Rukuk, sujud, dan seterusnya hingga salam.

12. Setelah salam, disunahkan mendengarkan khotbah Idul Fitri.

Berikut niat dan panduan melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing sendiri saat pandemi Corona Covid-19:

1. Salat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjemaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).

2. Jika salat Idul Fitri dilaksanakan secara berjemaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Jumlah jemaah yang salat minimal empat orang, terdiri dari satu orang imam dan tiga orang makmum.

b. Kaifiat salatnya mengikuti ketentuan Panduan Kaifiat Salat Idul Fitri Berjamaah dalam fatwa ini.

c. Usai salat Id, khatib melaksanakan khotbah dengan mengikuti ketentuan.

d. Jika jumlah jemaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jemaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, maka salat Idul Fitri boleh dilakukan berjemaah tanpa khotbah.

3. Jika salat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Berniat salat Idul Fitri secara sendiri yang jika dilafalkan berbunyi: “Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini lillahi ta’alaa”. Artinya, aku niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.

b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan(sirr).

c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada panduan kaifiat salat Idul Fitri berjamaah dalam fatwa ini.

d. Tidak ada khotbah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: