Beredar Jasa Penyelundupan Pemudik, Polisi Lakukan Penyelidikan

TEMPO.CO, Jakarta – Kepolisian RI saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai dugaan penyelundupan pemudik jelang Lebaran 2020. Jasa penyelundupan itu marak ditawarkan di media sosial agar masyarakat bisa pulang kampung di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek.

“Iya, kami melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan itu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono saat dihubungi, Kamis, 30 April 2020.

Sampai saat ini, Argo mengatakan polisi belum menemukan biro jasa yang kedapatan menawarkan mudik secara diam-diam itu. Namun ia telah menginformasikan kepada seluruh jajaran di polda dan polres agar bersiaga menghadapi modus penyelundupan pemudik ini.

“Kami sampaikan ke anggota yang bertugas di lapangan, supaya modus-modus seperti ini bisa kami antisipasi,” kata dia.

Informasi mengenai penyelundupan mudik itu saat ini ramai ditawarkan melalui pesan WhatsApp atau melalui media sosial. Mereka menawarkan jasa menerobos blokade polisi di pos pantau agar masyarakat bisa pulang kampung halamannya masing-masing pada tahun ini.

Salah satu usaha penyelundupan penumpang di bus itu ditemukan polisi di Pos PAM Kedung Waringin Bekasi. Di sana polisi menemukan 6 pemudik di dalam bus yang berusaha mengelabui petugas.

Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan keenam orang pemudik itu menyandarkan bangku penumpang agar tak terlihat petugas yang tengah berjaga. Namun aksi mudik diam-diam itu akhirnya gagal setelah polisi memeriksa bagian dalam bus.

“Ditemukan ada lima orang merebahkan tempat duduk dan lampu dimatikan. Ditemukan juga satu orang di dalam toilet bus,” kata Sambodo.

Kepada polisi, mereka mengatakan membayar uang sebanyak Rp 250 ribu per orang kepada sopir bus agar bisa mudik ke Jawa Tengah. Mereka berharap dengan menyandarkan kursi bus dan mematikan lampu bisa membuat bus seolah-olah tak berpenumpang.

Atas aksi mudik diam-diam itu, keenam pemudik hanya didata saja oleh petugas. Mereka beserta sopir bus diperintahkan untuk memutar balik ke Jakarta dan tak melanjutkan perjalanannya.

Source : https://www.tempo.co/read/1337234/beredar-jasa-penyelundupan-pemudik-polisi-lakukan-penyelidikan?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Partnership&utm_campaign=Line

Di Amerika, Ganasnya Virus Corona Kalahkan Perang Vietnam

TEMPO.CONew York – Korban tewas akibat virus corona di Amerika Serikat per Selasa, 28 April 2020, telah melebihi jumlah warganya yang meninggal selama Perang Vietnam pada 1955-1975 lalu. Korban COVID-19 di negara adidaya itu sejak yang pertama dicatat pada 29 Februari lalu mencapai 58.233 pada Selasa.

Bandingkan dengan dengan korban perang selama dua dekade itu yang sebanyak 58.220 orang. Berdasarkan catatan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), angka kematian akibat virus corona COVID-19 itu juga melampaui korban flu musiman di negeri itu dalam beberapa tahun terakhir, kecuali untuk musim 2017-2018.

“Kematian karena flu berkisar dari pada angka 12.000 pada musim 2011-2012 hingga 61.000 selama periode 2017-2018,” bunyi data dari CDC.

Laju yang terjadi membuat Washington mengoreksi prediksi kematian akibat COVID-19 di Amerika dari 67.600 menjadi 74 ribu per 4 Agustus nanti. Perhitungan yang dibuat menurut model prediksi University of Washington itu yang sering dikutip oleh pejabat Gedung Putih.
Reuters mencatat jumlah kasus infeksi virus corona di AS juga meningkat dua kali lipat dalam 18 hari. Angkanya per artikel ini ditulis, Rabu 29 April 2020, menjadi 1.035.765 (meninggal 59.266 orang) menurut Worldometers, atau 1.012.583 versi Johns Hopkins University (meninggal 58.355 orang).

Keduanya sama menempatkan AS di urutan teratas pandemi dengan jumlah kasusnya yang menyumbang sepertiga kasus di seluruh dunia.

Sekitar 30% kasus di Amerika berasal dari negara bagian New York, New Jersey, Massachusetts, California, dan Pennsylvania. Rata-rata negara bagian itu menyalahkan terbatasnya tenaga terlatih dan peralatannya untuk bisa dilakukan tes COVID-19 yang massal dan cepat.

Sebelumnya, studi baru menggunakan teknik pemodelan di Northeastern University mengungkap dugaan kalau virus corona telah menyebar di banyak kota di Amerika Serikat jauh sebelum masyarakat di negeri itu menyadarinya. Ketika kasus pertama COVID-19 terkonfirmasi di New York City pada 1 Maret lalu, misalnya, ribuan infeksi diperkirakan sudah diam-diam menyebar di kota itu.

Pemodelan yang sama menunjukkan wabah tersembunyi juga menyebar hampir tak terdeteksi di Boston, San Francisco, Chicago dan Seattle jauh sebelum hasil tes dan uji sampel mendapati setiap kota itu memiliki masalah besar. “Bahkan di awal Februari—ketika dunia masih fokus ke Cina—virus itu tidak hanya telah menyebar di banyak kota di Amerika, tapi juga siap menebar wabah infeksi itu di manapun di Amerika,” bunyi hasil riset yang dikutip dari New York Times, Minggu 26 April 2020.

REUTERS | XINHUA
Source : https://tekno.tempo.co/read/1336859/di-amerika-ganasnya-virus-corona-kalahkan-perang-vietnam

Enam Masalah yang Terjadi Bila Tak Hapus Zoom di Ponsel-PC CP nameCNN Indonesia

Layanan konferensi video, Zoom masih menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan terkait kelemahan sistem keamanan mereka. Ada beberapa blunder yang ditimbulkan oleh Zoom, pada akhirnya cukup perusahaan menyarankan untuk tidak menggunakan layanan Zoom.

Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melarang seluruh pegawainya menggunakan aplikasi video conference Zoom untuk kepentingan pekerjaan. Seluruh staf diminta uninstall atau menghapus aplikasi Zoom dari ponsel mau pun komputer.

Pakar keamanan siber dari CISSRec, Pratama Persadha menjelaskan hal yang paling riskan adalah pertama kasus pemetaan wajah para pengguna Zoom yang saat ini paling disoroti.

“Pemetaan wajah pengguna ini berbahaya karena sejumlah perangkat kini membuka kata sandi dengan wajah. Bisa diartikan bila ada penyalahgunaan atau bocornya data wajah pemakai akan berakibat risiko keamanan yang besar,” jelas Pratama beberapa waktu lalu.

Kelemahan lain dari perusahaan yang digawangi Eric Yuan ini adalah host maupun pihak ketiga bisa memantau kegiatan pengguna saat konferensi video berlangsung.

Alasan ketiga untuk tidak menggunakan Zoom karena bisa saja ada tamu tidak diundang ikut rapat meski tidak dapat undangan dari host secara langsung, hanya berdasarkan tautan rapat online yang disebar di berbagai platform.

“Saat para pengguna melakukan konferensi video, ada kemungkinan host maupun pihak ketiga memonitor kegiatan pengguna, dan orang asing ikut dalam rapat tanpa diundang, populer dengan nama Zoombombing,” kata Pratama.

Keempat, akun pengguna Zoom bisa dijual di dark web dan forum hacker.

Beberapa waktu lalu, perusahaan keamanan siber AS, Cybersecurity Cyble mengeluarkan laporan yang menyebut ada 500 ribu akun Zoom yang dijual, 290 akun di antaranya memiliki keterkaitan dengan beberapa universitas di Amerika Serikat.

Ada juga akun-akun Zoom dari perusahaan ternama AS seperti Chase dan Citibank.

Akun-akun tersebut dijual di dark web (juga dikenal dengan darknet) dan forum peretas. Peretas menjual akun dengan harga yang sangat murah yaitu US$0,0020 sen per akun.

Kemudian mereka menghimpun ratusan ribu akun tersebut dan dijual kepada peretas lain. Akun yang dijual ini dimaksudkan untuk melakukan serangan Zoombombing.

Masalah kelima, yakni diam-diam instal server web rahasia dalam perangkat kerja laptop.

Bagi pengguna Mac mesti hati-hati jika menggunakan Zoom. Sebab, layanan ini ketahuan menginstal server web rahasia. Server web rahasia itu merupakan sebuah situs yang mampu mengaktifkan webcam Mac dengan Zoom yang diinstal tanpa izin pengguna.

Keenam yaitu hal lain yang tidak diketahui adalah saat Zoom bisa lacak pengguna. Zoom sempat dikritik karena fitur pelacakan peserta rapat. Saat diaktifkan, host atau penyelenggara rapat dapat memeriksa apakah peserta menjauh dari laptop selama panggilan.

Oleh sebab itu banyak orang menyarankan untuk tidak menggunakan Zoom. Bagi yang terlanjur mengunduh, baiknya hapus akun Zoom dengan cara berikut.

1. Kunjungi website zoom.us

2. Masuk ke akun Zoom Anda

3. Klik menu Admin

4. Lalu pilih Account Management (Manajemen Akun) dan klik Account Profile (Profil Akun)

5. Pilih Terminate My Account (Hentikan Akun Saya)

6. Konfirmasi dengan mengklik Yes (ya)

Source : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200429135507-185-498447/enam-masalah-yang-terjadi-bila-tak-hapus-zoom-di-ponsel-pc?utm_source=line&utm_medium=news&utm_campaign=partnership

Viral #BupatiKlatenMemalukan Terkait Masker & Sanitizer Berstiker Bupati

Nama Bupati Klaten Sri Mulyani kembali ramai dibahas di media sosial. Kali ini pemicunya beredar foto masker dengan bertuliskan nama Sri Mulyani dan pasangannya Aris Prabowo yang dibumbui tulisan “Siap”.  Selain itu ada juga hand sanitizer yang ditempeli stiker sang bupati berseragam dinas lengkap.

Kasus tersebut langsung menarik perhatian publik, tak butuh waktu lama tagar #BupatiKlatenMemalukan masuk dalam jajaran trending topics Indonesia dengan 1,392 tweets dalam satu jam terakhir.

Pembagian bantuan tersebut disoroti oleh warganet dan juga mantan pimpinan KPK Laode M Syarif.  Dalam cuitannya Laode menyayangkan aksi itu, menurutnya Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten tersebut telah mengambil kesempatan kampanye di tengah pandemi korona. 

Laode mengaku prihatin sebab Bupati Klaten sampai harus menaruh stiker diri di bantuan dari Kemensos. Dalam twitnya itu, Laode juga menandai sejumlah akun resmi milik Kemensos RI, KPK RI, Ombudsman, Polisi, Kemendagri, hingga menandai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Jika gambar ini betul: Ini contoh yang mengambil kesempatan kampanye di tengah wabah Covid-19. Contoh conflict of interest akut dan bupati tanpa rasa malu, bantuan dari @KemensosRI ditempeli foto diri sendiri. @DivHumas_Polri, @OmbudsmanRI137, @KPK_RI, @Kemendagri_RI, @ganjarpranowo.” tulis Laode.

Cuitan mengenai Bupati Klaten itu kemudian viral, warganet ramai memberikan kritik atas aksi dari Sri Mulyani.

Sebagian warganet merasa kecewa terhadap Sri Mulyani, mereka beranggapan promosi dari Bupati Klaten tersebut berlebihan.

Setelah kasusnya viral, Sri Mulyani pun buka suara untuk memberikan pernyataan resmi di akun Twitter pribadinya @YaniSunarno.

Sri Mulyani mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan masyarakat kepada dirinya. Ia mengatakan bahwa bantuan dengan logonya itu terjadi karena adanya kesalahan teknis di lapangan. 

Sri Mulyani mengungkapkan tidak ada niat menumpangi atau mengambil keuntungan pribadi, ia mengaku bantuan yang ditempeli stiker dirinya itu adalah bantuan pribadi Sri Mulyani untuk warganya, berbeda dengan yang diberikan Kemensos.

“Kepada seluruh netizen, saya sampaikan terima kasih atas saran, kritik, dan masukannya. Berkaitan dengan bantuan handsanitizer kepada masyarakat, saya sampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang terjadi di teknis lapangan.” tulis Sri Mulyani


Sebelumnya nama Sri Mulyani sempat meramaikan Twitter, pasalnya ia membagikan paket sembako dengan mengadakan seremoni dengan mengundang masyarakat dan awak media di tengah pandemi virus korona. 

Dalam kegiatan itu Sri Mulyani mengumpulkan anggota keluarga ODP dalam satu ruangan tanpa menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan. 

Ia dikritik masyarakat lantaran dinilai abai terhadap imbauan pemerintah pusat untuk berdiam diri di rumah dan menghindari perkumpulan. 

Selain itu, warganet juga menyoroti kaus merah yang dibagikan Sri Mulyani kepada penerima bantuan sembako tersebut, mereka menuding Bupati Klaten itu memanfaatkan situasi untuk melakukan kampanye.

Source : https://today.line.me/id/pc/article/Viral+Bagi+Sembako+Korban+COVID+19+Malah+Kumpulkan+Warga+Bupati+Klaten+Dikritik-eMEz8D

Indonesia Diprediksi Jadi Salah Satu Negara Terlama yang Akhiri Pandemi Corona

Simulasi data menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang dirancang oleh Data-Driven Innovation Lab milik Singapore University of Technology and Design (SUTD) memprediksi akhir pandemi virus corona di sejumlah negara.

SUTD menggunakan model matematis SIR (susceptibleinfectedrecovered) untuk memprediksi akhir pandemi di ke-27 negara. Model ini menggunakan metode analisis statistik berdasarkan data jumlah individu maupun populasi yang rentan, positif terinfeksi, dan sembuh. Prediksinya cenderung berubah dengan data yang selalu diperbarui setiap harinya.

Hasilnya, menurut simulasi data tersebut pada Sabtu (25/4), Indonesia berada di peringkat 24 dari 27 negara yang bisa mengakhiri pandemi virus corona paling cepat. Indonesia diprediksi baru bisa mencapai akhir pandemi corona pada 6 Juni, termasuk salah satu yang terlama dibanding negara lain.

Butuh waktu sekitar 1,5 bulan lagi bagi Indonesia untuk berada di akhir pandemi. Kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia bakal mencapai 97 persen dari yang diperkirakan pada 6 Juni. Indonesia diprediksi hanya lebih cepat dari Pakistan (8 Juni), Qatar (26 Juli), dan Bahrain (6 Agustus).

Sementara untuk negara yang diprediksi bisa mengakhiri pandemi virus corona paling cepat adalah Jerman pada 2 Mei, Spanyol pada 3 Mei, Prancis pada 5 Mei, dan Italia pada 7 Mei.

Meski ada prediksi ini, kita tetap perlu menjaga diri dan menerapkan semua hal untuk mencegah penyebaran virus corona menjadi semakin luas. Ini dikarenakan perkembangan kasus virus corona di Indonesia dalam satu bulan terakhir belum menandakan wabah tersebut bakal musnah dalam waktu dekat. Itu sebabnya tes massal terus digenjot pemerintah, meski ada keterbatasan alat deteksi virus corona.

Sedikit berbeda dengan prediksi dari hasil pemodelan yang dikeluarkan SUTD, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Corona, Doni Monardo, beberapa waktu lalu juga sempat menyinggung soal potensi puncak akhir pandemi di Indonesia.

Berdasarkan analisis para pakar di bidang matematika, kata Doni, potensi puncak akhir pandemi di Indonesia diprediksi terjadi pada akhir Mei, tepatnya minggu ke-3 atau ke-4. Namun dirinya menyebut prediksi ini bisa dipatahkan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kita mampu melakukan upaya optimal untuk mengurangi dampak pandemi dengan meningkatkan disiplin pribadi dan kolektif. Keduanya harus paralel sebab tidak bisa hanya dilakukan satu atau dua orang, tetapi seluruh komponen bangsa. Dari pusat, ke tingkat provinsi, kabupaten, kota, desa hingga di lingkup RT dan RW,” tegas Doni, beberapa waktu lalu.

Source : https://kumparan.com/kumparansains/indonesia-diprediksi-jadi-salah-satu-negara-terlama-yang-akhiri-pandemi-corona-1tIt4ADbLKo?utm_source=LINE&utm_medium=Aggregator

Heboh Instagram Hapus Foto Produk Sepatu Lokal karena Dilaporkan Merek Vans

Merek sepatu Vans sedang ramai dibicarakan orang di media sosial, bahkan Senin pagi (27/4), menjadi trending topic di Twitter. Tren ini bermula setelah Instagram menghapus berbagai posting yang menampilkan produk sepatu Ventela, karena diduga telah melanggar hak kekayaan intelektual desain Vans.

Bukan hanya foto-foto produk Ventela, namun sepatu merek Saba juga banyak yang dihapus oleh Instagram. Kasus ini diangkat ke medsos oleh @localmadness.id dan @howtodresvvell viral setelah disukai belasan ribu orang.

Seperti yang terlihat pada gambar, pihak yang telah melaporkan adanya dugaan pelanggaran trademark alias merek dagang adalah Vans, Inc., yang berpusat di California, Amerika Serikat. Dugaan pelanggaran merek dagang yang dimaksud adalah terkait strip pada bagian samping sepatu yang telah menjadi trademark dan merupakan hak paten dari Vans, yang telah didaftarkan di Kantor Paten dan Merek Dagang AS.

Produsen sepatu skateboard yang berdiri sejak 1966 ini telah mulai mematenkan desain dan ciptaan pada sepatunya sejak 1996, termasuk strip pada bagian samping sepatu, desain chequered pada sol putih, hingga bagian bawah sol dan masih banyak lagi.

Menanggapi informasi yang beredar ini, produsen sepatu Ventela telah menyatakan bahwa desain logo sebelum diproduksi telah didaftarkan terlebih dahulu pada Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenhukham. Logo tersebut mengacu pada garis pada bagian samping sepatu yang telah terdaftar sejak Oktober 2019 lalu dibawah nama PT SINAR RUNNERINDO.

Sementara itu, produsen sepatu Saba yang berdasarkan profilnya berbasis di Tangerang, Banten, belum memberikan responnya terkait hal ini.

Ventela merupakan produsen sepatu yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Nama merek tersebut diambil dari nama pemiliknya, William Ventela, seorang pemilik pabrik sepatu vulkanisir yang menciptakan Ventela Shoes pada 2017. Menjual sepatu dengan harga terjangkau, ini bukan kali pertama Ventela dikritik karena desainnya menyerupai produk merek sepatu lain. 

Pada awal tahun ini juga sempat ramai dibicarakan tentang sepatu Ventela yang desainnya mirip keluaran Converse x CDG. Hanya bentuk hati dan mata meruncing yang menjadi “pembeda”-nya.

Kabar yang terbaru ini telah menimbulkan perbincangan yang ramai di Twitter, di mana warganet terbelah antara mencintai produk dalam negeri namun juga berharap desainnya orisinil, tidak meniru karya orang lain. 

Bagaimana pendapatmu?

Source : https://today.line.me/id/pc/article/Heboh+Instagram+Hapus+Foto+Produk+Sepatu+Lokal+karena+Dilaporkan+Merek+Vans-2lqyze

Viral, Masker Tak Lagi Langka & Makin Murah, Penimbun Rugi Miliaran?

Sebuah kabar gembira tengah viral di media sosial. Kebutuhan utama memerangi virus korona baru COVID-19, yakni masker dan hand sanitizer, tidak lagi langka dan harganya mulai turun. 

Stok dan harga masker yang kembali normal itu dicuitkan akun dokter Ferdiriva Hamzah. Terhadap tweet akun @ferdiriva itu, netizen juga menanggapi dengan berbagi cerita soal lebih mudahnya menemukan masker.

Sebelum wabah korona merebak, harga masker per kotak isi 50 helai harganya sekitar Rp80 ribu di Pasar Pramuka, Jakarta, yang jadi pusat penjualan alat kesehatan. Itu berarti sehelai masker tiga lapis hanya sekitar Rp 1.600.

Pada awal Maret, harganya merangkak naik jadi Rp125 ribu per boks isi 50 helai. Memasuki pekan kedua dan ketiga Maret, harga masker di pasaran bisa di atas Rp400 ribu per boks isi 50 helai. Masker eceran kemasan isi 2-3 helai pun mulai sulit ditemukan di minimarket. 

Tidak hanya masker saja yang sudah mudah ditemui dengan harga normal, barang Hand Sanitizer juga kini sudah mulai banyak tersedia di beberapa mini market. Melalui unggahannya tersebut @ferdiriva sudah mendapatkan 5,400 retweet dan disukai sebanyak 10,900 kali.

Membalas cuitan itu, seorang warganet menambahkan vitamin juga kini mulai ada stoknya di minimarket.

Meski stok sudah berangsur kembali normal, warganet berharap manajemen minimarket tetap membatasi pembelian oleh pelanggan agar tidak ada memborong. 

Menanggapi cuitan soal alat perlindungan diri yang makin murah itu warganet bercerita soal kenalannya yang menimbun masker dan sanitizer kini rugi hingga miliaran rupiah.

Sebelumnya di daerah Jawa Barat pada 16 April lalu, Gubernur Ridwan Kamil menargetkan pada akhir April para produsen masker memproduksi satu juta masker per hari. Selain untuk memenuhi kebutuhan masker yang diwajibkan pemerintan, produksi tinggi ini juga buat menekan harga di pasar. Saat itu produsen menyanggupi dengan membeli alat produksi baru buat bisa mencapai target tersebut.

Source : https://today.line.me/id/pc/article/Viral+Masker+Tak+Lagi+Langka+Makin+Murah+Penimbun+Rugi+Miliaran-JGnPxy

Korsel Buka Suara, Ini Kondisi Sebenarnya Kim Jong Un

Suara.com – Belakangan santer dikabarkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, bahkan rumor Kim Jong Un meninggal telah trending di media sosial.

Melansir dari CNN, Senin (27/4/2020), pihak Korea Selatan menyatakan kondisi terbaru Kim Jong Un. Disebutkan, Kim Jong Un kini dalam keadaan baik dan sehat.

Penasihat kebijakan luar negeri Presiden Korea Selatan, Moon Chung-in, menyatakan bahwa, “Kim Jong Un masih hidup dan sehat.” Dirinya telah berada di Wonsan sejak 13 April lalu dan menyebut tidak ada aktivitas mencurigakan sejauh ini.

Pertanyaan soal kondisi kesehatan Kim Jong Un menyeruak setelah dirinya absen dalam acara perayaan ulang tahun sang kakek pada 15 April lalu.

Menurut media pemerintah Korea Utara, KCNA, kemunculannya terakhir KIm Jong Un di depan publik adalah saat menghadiri pertemuan politbiro pada 11 April.

Laporan Daily NK, surat kabar online di Korea Selatan menyebut Kim Jong Un baru saja menjalani operasi kardiovaskular akibat kebiasaan merokok, obesitas dan kelelahan.

Sementara, surat kabar Korut Rodong Sinmun pada Minggu, merilis pernyataan Kim Jong Un berterima kasih kepada para pekerja yang membantu proses renovasi Kota Samjiyon, Korea Utara. Namun CNN masin belum bisa mengonfirmasi kebenaraan berita ini.

Lebih lanjut disebutkan, ini bukan pertama kali media Korea Utara melaporkan kegiatan Kim Jong Un selepas kabar kondisi kesehatan yang menurun beredar ke publik. 

Source : https://www.suara.com/news/2020/04/27/085730/korsel-buka-suara-ini-kondisi-sebenarnya-kim-jong-un?utm_source=LINE&utm_medium=News

Riset Baru: Ada Potensi Tsunami di Dekat Calon Ibu Kota Baru Indonesia

Riset terbaru dari gabungan peneliti Inggris dan Indonesia mencatat bukti keberadaan sejumlah longsor bawah laut kuno di sekitar Selat Makassar. Tim peneliti menyebut, jika aktivitas longsor terbesar itu terjadi di masa sekarang, bakal memicu tsunami di Teluk Balikpapan.

Teluk Balikpapan sendiri punya jarak yang relatif dekat dengan wilayah calon ibu kota baru Indonesia di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, dengan jarak kurang dari 100 km.

Ilmuwan memprediksi, sifat destruktif dari tsunami tersebut setara dengan peristiwa Grand Banks tahun 1929, ketika gelombang setinggi 13 meter menghantam Pantai Newfoundland setelah longsor di sekitar 340 km dari lepas pantai. Dengan pengecualian jarak ke garis pantai, karakteristik kegagalan lereng Grand Banks, seperti volume longsoran Mass Transport Deposits (MTD) dan kedalaman air, mirip dengan MTD yang dipetakan di Selat Makassar.

“Pelepasan sumber titik energi tinggi dari tsunami dari tanah longsor juga menghasilkan gelombang balik yang signifikan, bergerak ke arah yang berlawanan dari tanah longsor. Gelombang balik ini akan hanya menempuh jarak 100 km sebelum mencapai kota-kota dataran rendah seperti Balikpapan (populasi 850.000) dan Samarinda (populasi 840.000),” tulis tim peneliti yang dipimpin Rachel Brackenridge dari Aberdeen University, Skotlandia, di jurnal risetnya.

“Karena itu, jika tanah longsor bawah laut di Selat Makassar mampu menghasilkan tsunami, diperkirakan bahwa gelombang baliknya juga bisa membentuk risiko tsunami, dengan morfologi lokal seperti saluran dan muara, termasuk Teluk Balikpapan semakin menguatkan tinggi gelombang,” sambung mereka.

Dalam laporan ilmiah, yang juga disusun bersama peneliti Institut Teknologi Bandung, Benyamin Sapiie menyebutkan, riset menggunakan data seismik di lubuk laut (basin) Makassar Utara untuk menyelidiki sedimen dan struktur dasar laut Makassar. Data tersebut mengungkap ada 19 zona berbeda di sepanjang Selat Makassar yang menjadi tempat lumpur, pasir, dan endapan untuk longsor ke lereng yang lebih dalam.

Semua longsoran tersebut disebutnya berada di sisi barat saluran dalam laut yang melintasi Selat Makassar. Sementara sebagian besar longsoran terjadi di sebelah selatan delta Sungai Mahakam.

Beberapa longsoran ini melibatkan ratusan kilometer kubik material, kata periset. Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan gelombang besar di permukaan laut.

“Tanah longsor ini, atau yang kami sebut sebagai mass transport deposits (MTD), cukup mudah dikenali dalam data seismik,” kata Brackenridge, dikutip BBC.

“Mereka berbentuk lensa dan sedimen di dalamnya kacau-balau; mereka bukan lapisan datar, teratur, seperti jalur tram yang Anda harapkan. Saya memetakan 19 peristiwa, tetapi itu dibatasi oleh resolusi data. Akan ada peristiwa lainnya, yang kecil yang tidak bisa saya lihat,” sambungnya.

Tim peneliti memprediksi, tumpukan sedimen tersebut ada karena erosi. Mereka juga menduga bahwa sedimentasi tersebut mungkin dipicu oleh guncangan gempa bumi setempat.

Perkiraan waktu tanah longsor dari data yang mereka dapatkan tidak mungkin diketahui secara presisi. Namun, ilmuwan memperkirakan bahwa data tanah longsor di Selat Makassar yang mereka punya terjadi pada kisaran 2,6 juta tahun terakhir.

Penelitian berjudul ‘Indonesian Throughflow as a preconditioning mechanism for submarine landslides in the Makassar Strait‘ ini telah dipublikasi oleh Geological Society of London di jurnal Lyell Collection pada 1 April 2020.

Indonesia sendiri pernah mengalami 2 peristiwa tsunami yang diakibatkan oleh tanah longsor pada 2018. Yang pertama, ketika sebagian sisi Gunung Anak Krakatau ambruk, dan yang kedua adalah saat lereng di Teluk Palu runtuh.

“Indonesia memiliki langkah-langkah mitigasi dan peringatan dini di berbagai tempat di negara ini, tetapi bukan daerah yang akan terkena dampak gelombang tsunami yang dihasilkan dari tanah longsor ini. Ini termasuk kota Balikpapan dan Samarinda, yang memiliki populasi gabungan lebih dari 1,6 juta orang,” kata Uisdean Nicholson, peneliti dari Heriot-Watt University yang ikut dalam penelitian tersebut, dikutip situs resmi Heriot-Watt University.

“Peristiwa semacam itu dapat dikonsentrasikan dan diperkuat oleh Teluk Balikpapan, situs yang dipilih untuk ibu kota baru Indonesia,” sambungnya.

Nicholson mengatakan, tim peneliti bakal meneruskan riset mereka untuk mengukur risiko di daerah tersebut dengan membangun berbagai model numerik kejadian longsor dan tsunami.

Dia juga mengatakan, tim peneliti berencana untuk mengunjungi daerah pesisir Kalimantan untuk mencari bukti fisik keberadaan tsunami masa lampau. Tujuannya adalah untuk menguji hasil model dan lebih meningkatkan pemahaman mereka tentang bahaya ini.

“Ini bisa membantu kita memprediksi ukuran ambang yang menyebabkan tsunami berbahaya dan membantu menginformasikan strategi mitigasi apa pun,” pungkasnya.

Source : https://kumparan.com/kumparansains/riset-baru-ada-potensi-tsunami-di-dekat-calon-ibu-kota-baru-indonesia-1tHk58Tdzjn?utm_source=LINE&utm_medium=Aggregator

Ahli Ngeri Dengar Pernyataan Trump Suntikan Disinfektan Bisa Bunuh Virus Corona

Dokter dan pakar epidemiologi kaget mendengar komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa menyuntikkan disinfektan dan paparan sinar ultraviolet bisa membantu menyembuhkan orang yang terinfeksi virus corona.

“Trump sangat salah dan tidak bertanggung jawab,” kata Dr Eugene Gu, yang laboratoriumnya terlibat dalam tes virus corona, di Twitter.

“Clorox, Tide Pods, dan Lysol akan membunuh virus corona. Tak ada pertanyaan soal itu. Tapi jika Anda terinfeksi kemudian virus corona ada dalam sel Anda. Jika Anda menggunakan jenis-jenis disinfektan itu untuk membunuh virus corona di dalam sel Anda, nanti Anda akan mati bersama dengan virus corona,” tegasnya, seperti dilansir dari Aljazeera, Jumat (24/4).

Trump menyampaikan pernyataan kontroversial itu dalam pemaparan media harian Gedung Putih, setelah berdiskusi dengan peneliti pemerintah terkait efek panas dan cahaya matahari terhadap virus corona.

Dia pertama kali memikirkan apakah sinar matahari dapat menembus ke dalam tubuh sebelum beralih ke soal disinfektan.

Jika itu bisa “melumpuhkan virus dalam satu menit, satu menit” Trump merenung, “Apakah ada cara untuk itu seperti dengan menyuntikkan, di dalam, atau nyaris membersihkan? Akan menarik untuk mengetahuinya.”

Trump sebelumnya menggembar-gemborkan obat yang belum terbukti keampuhannya untuk mengobati Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona, kendati otoritas kesehatan sangat berhati-hati terkait hal ini.

Seorang pria di Arizona meninggal pada akhir Maret setelah mengonsumsi klorokuin fosfat – zat yang digunakan untuk membersihkan tangki ikan – setelah Trump berulang kali berbicara tentang hidroksi klorokuin.

Istri pria itu mengatakan kepada jaringan TV NBC News, suaminya mengetahui hal itu setelah menonton pemaparan media harian Presiden Trump.

Source : https://m.merdeka.com/dunia/ahli-ngeri-dengar-pernyataan-trump-suntikan-disinfektan-bisa-bunuh-virus-corona.html?site=merdeka&utm_source=Digital+Marketing&utm_medium=Partnership&utm_campaign=Line