2020 Ekonomi Banggai Minus, 2021 Diprediksi Tumbuh 3 Persen

Ilustrasi ekspor. Foto: Pixabay

COVID-19 benar-benar menekan perekonomian Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebelum pandemi atau 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai masih di angka 6,27 persen. Namun, pada tahun 2020 lalu, mengalami perlambatan hingga minus 4,78 persen.

Kepala Bappeda Kabupaten Banggai Ramli Tongko mengakui, belum mendapat data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banggai terkait perkembangan perekonomian. Namun, ia berharap ekonomi daerah ini bisa tumbuh positif.

“Insyaallah kembali positif,” kata Ramli kepada media ini, Selasa (6/7).

Sementara pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah telah tumbuh positif pada triwulan I 2021, yakni 6,26 persen. Meski angka itu melambat bila dibandingkan periode yang sama pada 2020 yang sebesar 7,88 persen.

Ramli mengakui, Provinsi Sulawesi Tengah ditopang Kabupaten Morowali yang terus mencatatkan pertumbuhan positif.

“Kalau Banggai sekitar 2-3 persen,” katanya optimistis.

Data BPS Sulawesi Tengah memang menunjukkan Pelabuhan Kolonodale berperan senilai US 856,56 juta dolar atau 89,80 persen dari total nilai ekspor. Kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US 842,25 juta dolar atau 89,44 persen dari total nilai ekspor.

Sementara ekspor minyak dan gas (Migas) bumi mengalami penurunan sebesar 16,07 persen pada periode April hingga Mei 2021. Secara tahunan (year on year, YoY) atau dari Mei 2020 ke Mei 2021 mengalami penurunan 8,65 persen.

Adapun ekspor di sektor pertanian pada Mei 2021 sebesar US 0,90 juta dolar. Apabila dibandingkan dengan Mei 2020, terjadi penurunan sebesar 64,31 persen.

Namun, selama Mei 2021, total ekspor senilai US 941,65 juta dolar, turun US 14,93 juta dolar atau 1,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Ekspor kita pada bulan April mencapai US 499 juta dolar,” ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng, Sutrisno S. Abusungut saat konferensi pers, Kamis (1/7).

Comments are closed.