2 Laga ONE Championship Terbaik Tahun ini Versi Anthony Engelen

Aksi Anthony Engelen saat berada di atas arena ONE Championship. Foto: ONE Championship.

Sejak pandemi global melanda tahun lalu, nyaris semua lini kehidupan kita pun terdampak. Tidak terkecuali dalam dunia olahraga kombat, di mana perhelatan pertandingan sempat terhenti untuk meredam potensi sebaran virus.

Namun, dengan langkah-langkah protokol kesehatan ketat termasuk pembatasan jumlah orang di arena, ONE Championship menjadi salah satu organisasi pertama di dunia yang mulai kembali menggelar ajang olahraga secara langsung. Penayangan pertandingan pun bahkan sudah memasuki jam tayang utama di Amerika Serikat.

Hingga pertengahan tahun ini, sudah ada belasan ajang terselenggara yang menampilkan kejutan serta aksi-aksi heroik dari para seniman bela diri dunia.

Dari deretan laga tersebut, ada dua pertarungan yang menyita khusus perhatian Anthony “The Archangel” Engelen, atlet yang mewaikili Indonesia saat berlaga di ONE.

“Yang pertama, saya sangat menikmati jalannya laga antara Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon versus Danial “Mini – T” Williams di ONE on “TNT I”. Padahal Danial adalah petarung pengganti di detik-detik akhir,” buka Anthony.

“Laga mereka berlangsung tiga ronde yang sarat dengan teknik pertarungan tinggi. Menurut saya, Danial sebenarnya punya kesempatan untuk mengalahkan Rodtang di laga tersebut. Pertandingan mereka sangat bagus sekali,” lanjutnya.

Laga Muay Thai divisi flyweight ini berlangsung selama tiga ronde dan penuh dengan aksi jual beli serangan. Dalam beberapa kesempatan, Rodtang bahkan sempat kerepotan.

Padahal, ia adalah atlet unggulan dan atlet favorit bagi banyak penggemar. Selain itu, Danial Wiliams merupakan debutan di ONE, sehingga namanya belum sefamiliar sang rival.

Rodtang, yang dikenal akan serangan keras dan daya tahan luar biasa, memang keluar sebagai pemenangan lewat putusan mutlak (unanimous decision) dari para juri. Namun, Wiliams berhasil merebut hati para fan berkat ketangguhan serta keberaniannya.

Reinier De Ridder vs. Aung La N Sang

“Laga tak terlupakan ONE kedua di tahun ini bagi saya adalah saat Reinier “The Dutch Knight” De Ridder mengalahkan Aung La “The Burmese Phyton” N Sang pada April lalu di gelaran ONE on TNT IV,” lanjut Engelen.

Dalam laga tersebut, de Ridder menciptakan sejarah dengan menjadi orang pertama yang menjadi Juara Dunia ONE dengan merebut dua sabuk dari orang yang sama.

Kemahiran grappling dari pemilik sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu ini menutup segala ruang bagi Aung La N Sang untuk menunjukkan kesangarannya.

Setelah lima ronde berlaga, ia pun dinobatkan sebagai pemenang lewat putusan mutlak.

“Lewat kemenangan atas “The Burmese Phyton” itu, Reinier kini resmi menyandang 2 sabuk juara dari 2 divisi sekaligus; yaitu di divisi light heavyweight dan middleweight,” tutup Engelen.

Download ONE Super App untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait ONE Championship!

Comments are closed.