18 Penumpang KMP Yunicee Masih dalam Pencarian

Apel pagi menjelang pelaksanaan operasi SAR KMP Yunicee- IST

GILIMANUK — Operasi SAR atas tenggelamnya KMP Yunicee masih terus dilakukan. Berdasarkan data terbaru, sampai Jumat (2/7/2021) hari ini, ada 18 korban yang masih dinyatakan hilang dari 76 penumpang dan crew yang kapal itu.

“Jadi total korban meninggal dunia 7 orang, 51 orang selamat dan 18 orang masih dalam pencarian,” sebut Gede Darmada, S.E., M.A.P., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar ( Basarnas Bali).

Data itu disimpulkan setelah rapat verifikasi dan validasi data bersama Basarnas, Operator Kapal, ASDP, Polairud, Polres Jembrana, TNI AL dan BPTD yang dilakukan pada Kamis (1/7/2021) malam.

“Hasil perhitungan tersebut didasarkan kepada data manifest yang tercatat, data korban yang terevakuasi KMP Samudra Utama, KMP Swakarya dan Tugboat yang menolong di hari pertama kapal tenggelam, juga penemuan dari kapal nelayan, ” Jelasnya.

Operasi pencarain korban kapal KMP Yunicee – IST

Sebelumnya, area pencarian diperluas menjadi 23,85 Nm2 di seputaran diduga kapal tenggelam dan terbagi dalam 8 pemetaan. “Sesuai dengan rencana operasi SAR, ada 13 Alut yang dikerahkan, termasuk searching di udara, ” jelasnya.

Alut udara yang digerakkan yakni Heli Bell Polairud Mabes Polri, sementara itu SRU laut mengerahkan KRI Rigel 933, KRI Soputan 923, KN. SAR Permadi Surabaya, KMP ASDP Indonesia Ferry, Rib 01 SAR Gilimanuk, Rib 04 Pos SAR Buleleng, Rib 01 Pos SAR Banyuwangi, Speedboat Dit Polairud Polda Bali, Speedboat Polair Polres Jembrana, Speed Boat KPLP Gilimanuk, Rubber Boat Pos AL Gilimanuk, Rubber Boat Pol Air Polres Jembrana.

Dalam keterangannya Darmada menjelaskan pembagian area, dimana kapal-kapal besar penempatannya di radiusnya lebih jauh dan laut yang berukuran lebih kecil mencari di area perkiraan awal kapal tenggelam.

Lebih dari 217 personil dari tim SAR gabungan terlibat dalam operasi SAR hari ini. Rencananya pagi ini tim SAR akan melanjutkan pencarian. “Kami juga berharap bantuan masyarakat sekitar apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera memberikan laporan, karena langkah tersebut sangat membantu kami,” tutup Darmada. (kanalbali/RLS)

Comments are closed.