150 Siswa Sekolah Asrama di Nigeria Diculik Kelompok Bersenjata

Ilustrasi penculikan. Foto: Shutter Stock

Sebanyak 150 siswa sekolah asrama di Kaduna, Nigeria, diculik kelompok bersenjata pada Minggu (4/7). Polisi mengatakan para pelaku juga melakukan penembakan liar di Sekolah Menengah Bethel Baptist di selatan Kaduna pada malam hari demi mendapat uang tebusan.

“Mereka mengalahkan penjaga keamanan sekolah dan masuk ke asrama siswa. Mereka pun menculik sejumlah siswa secara acak ke dalam hutan,” berikut pernyataan polisi, Senin (5/7), mengutip Reuters.

Menurut keterangangan orang tua dan pegawai administrasi sekolah, sekitar 180 siswa tengah berada di Bethel Baptist dan sedang mempersiapkan ujian saat peristiwa terjadi. Salah satu staf sekolah, Deborah Moses, mengaku para pelaku memintanya memberikan uang malam itu.

“Kami membuka kotak kami dan mengeluarkan uang yang telah kami dapatkan dua hari lalu dan memberikannya kepada mereka. Mereka bertanya apakah saya punya uang lebih, saya bilang tidak. Ada dua dari kami [staf], jadi mereka membawa kami,” terang dia.

“Saya memberi tahu mereka bahwa saya tidak sehat tetapi mereka bersikeras agar saya mengikuti mereka. Saya mengikuti mereka tetapi di tengah jalan mereka meminta saya untuk kembali, tetapi pergi dengan perempuan lain [staf] yang bersama saya,” lanjutnya.

Salah satu ayah siswa yang diculik, John Evans, mengungkapkan rasa penyesalan karena mengabaikan permintaan anaknya yang tak mau tinggal di sekolah.

“Putri saya mengatakan kepada saya, “Ayah, aku tidak suka sekolah ini, keluarkan aku dari sekolah ini,”. Saya bilang, “Kamu akan memulai ujian pada hari Senin dan Ayah diberitahu bahwa pada hari Jumat kamu akan divaksinasi, jadi bersabarlah. Tuhan yang mengarahkan kita untuk membawamu ke sini akan membimbingmu dan melindungmu. Selesaikan ujianmu, (dan) kami akan membawa kamu pulang dari sekolah,” tutur Evans.

Ilustrasi Teroris Foto: Flickr / malatyahaber44

“Itulah awalnya. Dan baru tadi pagi, sekitar pukul 6 pagi, saya menerima telepon bahwa pelaku telah memasuki sekolah, penculik, bahwa semua anak kami dibawa, termasuk putri saya. Kami [para orang tua] bergegas ke sini, dan kami telah diberi tahu mereka semua [anak-anak] diambil,” imbuh dia.

Polisi menerangkan 26 orang termasuk seorang guru wanita berhasil diselamatkan dari insiden tersebut. Para pelaku kini sedang dalam pengejaran polisi bersama personel militer.

Penduduk setempat yang menolak disebutkan namanya mengatakan, petugas keamanan telah menutup sekolah setelah insiden yang terjadi antara pukul 11 ​​malam padad Minggu hingga pukul 4 pagi pada Senin.

Serangan itu adalah penculikan sekolah massal ke-10 sejak Desember di barat laut Nigeria. Pihak berwenang beranggapan ini ulah bandit bersenjata yang mengincar uang tebusan.

Orang-orang bersenjata, yang dikenal orang lokal sebagai bandit, telah membentuk industri penculikan siswa demi tebusan di barat laut Nigeria. Kadunia menjadi daerah dengan serangan terparah. Para bandit telah mengambil hampir 1.000 orang dari sekolah sejak Desember 2020, dan hingga saat ini lebih dari 150 di antaranya masih hilang.

Di sisi lain, para penculik juga menyasar jalan raya, warga swasta dan bahkan rumah sakit pada Minggu. Orang-orang bersenjata menculik enam orang, termasuk seorang anak berusia satu tahun dari sebuah rumah sakit di negara bagian Kaduna utara.

Penculikan sekolah di Nigeria pertama kali dilakukan oleh kelompok jihadis Boko Haram dan Negara Islam Provinsi Afrika Barat. Tetapi taktik itu kini telah dilakukan orang-orang bersenjata lainnya.

Comments are closed.