12 BUMN Dapat Kucuran Modal Rp 72,449 Triliun di 2022, HK Paling Besar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Pemerintah memberikan suntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PNM) untuk 12 perusahaan BUMN tahun depan. Secara keseluruhan suntikan modal pada tahun depan sebesar Rp 72,449 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, nantinya secara keseluruhan sebanyak 80 persen modal yang diterima merupakan penugasan penyelesaian proyek negara dan restrukturisasi 6,9 persen.

“Jadi kalau di kumulatif 87 persen adalah hal-hal yang tidak bisa terelakkan,” katanya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (8/7).

Dalam paparannya, Erick mencatat PT Hutama Karya (Persero) mendapat suntikan paling besar Rp 31,350 triliun. Ia mengatakan, HK memiliki penugasan untuk menyelesaikan pembangunan proyek Trans Sumatera.

“HK sendiri akan mendapatkan PMN yang sangat besar Rp 31 triliun, ini kembali untuk mendukung pembangunan jalan tol sampai sesuai dengan target yang dicapai,” lanjut Erick.

Setelah HK, perusahaan BUMN yang mendapat suntikan terbesar kedua yaitu holding pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebesar Rp 9,318 triliun.

Tol Trans Sumatera ruas Medan-Binjai yang dibangun PT Hutama Karya. Foto: Wendiyanto/kumparan

“Lalu juga ada penambahan permodalan untuk holding pariwisata Rp 9,3 triliun untuk penguatan restrukturisasi daripada ada yang namanya aviasi, pembebasan lahan, dan proyek KEK Mandalika,” imbuhnya.

Secara rinci, Erick memaparkan daftar BUMN yang akan mendapatkan PMN, antara lain:

Hutama Karya Rp 31,350 triliun
Aviata Rp 9,318 triliun
PLN Rp 8,231 triliun
Bank BNI Rp 7 Triliun
KAI Rp 4,1 triliun
Waskita Karya Rp Rp 3 triliun
IFG (BPUI) Rp 2 triliun
Adhi Karya Rp 2 triliun
Perumnas Rp 2 triliun
Bank BTN Rp 2 triliun
RNI Rp 1,2 triliun
Damri Rp 250 miliar.

Comments are closed.