11 Warga Binaan Lapas Perempuan Batam Dapat Program Asimilasi Rumah

salah satu aktifitas sejumlah warga binaan di Lapas Perempuan adalah membatik. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Sebanyak 11 dari 234 orang warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Kota Batam, mendapat program asimilasi rumah.

Mereka memperoleh asimilasi berdasarkan terbitnya Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 24 Tahun 2021 sebagai perubahan atas Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB) Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Permenkumham tersebut kembali diperpanjang oleh Pemerintah pusat sampai Juni 2021, yakni Permenkumham nomor 32 tahun 2020, sampai 30 Juni 2021 mendatang.

Program asimilasi tersebut dibenarkan langsung Kepala LPP Batam, Ike Rahmawati saat dikonfirmasi kepripedia.com.

Menurut Ike, 11 warga binaan yang memperoleh asimilasi telah mempunyai catatan yang baik selama menjalani masa hukuman di Lapas Perempuan.

“Mereka dinilai layak mendapatkan program tersebut. Tidak pernah cacat selama menjalani masa masa di hukum,” ujarnya.

Dia mengungkapan, warga binaan yang menjalani tahanan dari berbagai tindakan kriminal yang dominan adalah narkoba.

“Rata-rata yang ditahan adalah kasus narkoba ada yang kurir ada yang bandar, untuk kasus pencurian kita jarang ada,” ungkap wanita yang akrab disapa Ike ini.

Ike berharap dengan adanya program asimilasi ini warga binaan diharapkan dapat berubah dan kembali kepada masyarakat umum.

“Gunakan lah skill yang diberikan dan selalu berbuat baik di tegah masyarakat jangan ulangi kesalahan seperti yang dulu melawan hukum,” pesan dia.

Comments are closed.