Virus Corona Bisa Merusak Organ Utama Tubuh Sampai Bertahun-Tahun

Virus corona dapat menyebabkan kerusakan yang berlangsung lama pada organ-organ utama tubuh, merusak fungsi paru-paru dan jantung selama bertahun-tahun dari mereka yang kritis dengan penyakit ini.

Sejumlah ahli mengatakan, gangguan neurologis jangka panjang juga mungkin terjadi pada sejumlah kecil pasien dengan kasus yang sangat parah.

Pakar penyakit menular Universitas Sydney, Robert Booy mengatakan jaringan parut dan kerusakan jantung dan paru-paru mungkin terasa selama berbulan-bulan dalam beberapa kasus dan bertahun-tahun pada pasien lain.

“Tidak ada keraguan bahwa virus ini terutama mempengaruhi paru-paru dalam beberapa hari dan minggu,” kata Profesor Booy, dilansir dari Sydney Morning Herald, Kamis (23/4).

“Dalam jangka panjang, kita belum tahu. Tetapi kami menduga mungkin ada kerusakan nyata dan ini adalah sesuatu yang dapat memiliki efek pada tubuh manusia selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. ”

Kasus Covid-19 yang dilaporkan pertama kali empat bulan lalu di China dan para ahli penyakit menular Australia mengatakan tidak mungkin untuk menarik kesimpulan konkret tentang implikasi kesehatan jangka panjang.

Masih misteri

Dokter di seluruh dunia yang mempelajari virus mematikan ini juga mengamati gejala neurologis, termasuk kecemasan, stroke, dan kejang, pada sebagian kecil pasien Covid-19.

Yang lain mencatat berkurangnya sensitivitas penciuman, rasa, dan penyakit jantung yang disebabkan oleh kerusakan sistem kardiovaskular pada mereka yang selamat dari penyakit ini.

“Ini sedikit tidak diketahui karena kami tidak punya cukup waktu untuk memantau hasil pemeriksaan pasien dari waktu ke waktu,” kata ahli virologi medis senior Universitas NSW Australia, Profesor Bill Rawlinson.

Profesor Rawlinson menekankan bukti sejauh ini menunjuk pada sebagian besar dari mereka yang terinfeksi, sebagian besar dari mereka tanpa gejala atau mengalami gejala yang lebih ringan, dinyatakan benar-benar sembuh tanpa ada bukti kerusakan fungsi organ.

Bagaimana tepatnya virus menyerang jantung dan pembuluh darah masih misteri.

Gagal paru-paru

Dokter di seluruh dunia sedang mengumpulkan informasi apa yang mereka dapat dari penyakit pernapasan parah lainnya seperti influenza, SARS dan MERS. Pada virus-virus ini, yang dikenal sebagai sindrom gangguan pernapasan akut, saluran udara kecil menjadi rusak oleh peradangan dan digantikan oleh jaringan parut saat sembuh.

“Kami sedang benar-benar mempelajarinya saat ini,” kata Profesor Booy. “Tetapi hasil yang sederhana adalah Anda alami kerusakan. Ini dapat memengaruhi jantung, paru-paru, dan mungkin sistem kardiovaskular Anda, yaitu pembuluh darah yang memasok organ-organ utama Anda dan itu bukan hanya paru-paru Anda, tetapi juga jantung dan otak Anda. “

Cidera yang ditimbulkan pada paru-paru berarti orang yang selamat dari virus itu bisa berisiko lebih besar mengalami gagal paru-paru yang fatal, kata Profesor Booy, risiko dapat diperparah kondisi kesehatan pasien sebelumnya seperti paru-paru atau penyakit jantung, hipertensi atau diabetes.

Allen Cheng, profesor Epidemiologi dan Pengobatan Pencegahan RS Alfred di Melbourne mengatakan ada dua bidang utama yang menjadi perhatian: efek jangka panjang pada paru-paru dan potensi kerusakan otot jantung.

Namun menurut Profesor Cheng, perlu lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah ini juga ada kaitannya dengan Covid-19.

Diketahui juga bahwa infeksi seperti influenza dapat memicu serangan jantung dan penyakit lainnya.

“Apakah ini berkaitan dengan Covid 19 belum diketahui,” ujarnya.

Profesor Cheng mengatakan ada juga beberapa penelitian awal bahwa Covid-19 dapat memicu masalah pembekuan, seperti emboli paru, yang terjadi ketika bekuan darah tersangkut di arteri yang menghalangi aliran darah ke bagian paru-paru.

“Tapi dari semua ini perlu diperiksa lebih cermat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *