Viral Ortu Suspek COVID-19 Bohongi Nakes, Sebut Anak Batuk karena Makan Kacang

Seorang dokter asal Makassar, Sulawesi Selatan, mengungkapkan kegeramannya ketika menangani seorang pasien suspek virus korona. Dokter tersebut mengunggah kisahnya di Facebook pada Kamis (4/6).

Kisah ini telah dibagikan 11.000 kali di Facebook dan memperoleh 7.000 komentar.

Berdasarkan penuturan sang dokter, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit di daerah Sulawesi Selatan, dengan kondisi tidak sadarkan diri. Sembari memberi pertolongan pertama, petugas medis menggali informasi dari keluarga pasien soal penyebab sakit anak tersebut hingga tidak sadarkan diri.

“Info yang didapat adalah si anak batuk keras sejak hari Selasa karena kebanyakan makan kacang langkose,” tutur dokter tersebut. Kacang langkose adalah kacang goreng penganan khas Lebaran di Sulawesi Selatan.

Namun akhirnya mereka curiga bukan kacang yang jadi penyebabnya, karena di tangan anak itu ada bekas infus. Sadar bahaya, tenaga medis lebih waspada kemungkinan anak ini suspek COVID-19. 

Dokter pun mencecar orangtua anak itu soal riwayat pernah dirawat di rumah sakit, namun mereka berkeras soal kebanyakan makan kacang itu. “Ibu, Bapak, kalau memang anak Ibu cuma batuk biasa, tidak mungkin keadaannya seperti ini. Ibu jujur sama kami, kami akan berusaha tolong anak Ibu,” ujarnya. 

Sikap dokter ini makin tegas kepada orangtua anak itu karena jika benar anak itu tertular virus korona maka semua tenaga medis di ruangan gawat darurat dan keluarga pasien harus segera mendapat penanganan serius. Setelah didesak berkali-kali akhirnya ibu anak itu mengaku. 

“Dokter, tolong anak saya, tolong dokter, iya, iya, saya jujur sekarang,” kata si Ibu. Akhirnya terungkap bahwa anak itu pernah dirawat dan diarahkan agar ditangani di rumah sakit yang lebih besar. Namun saat akan diisolasi, anak itu malah dibawa pulang hingga akhirnya kondisinya memburuk. 

Melihat postingan tersebut, warganet mengaku geram dengan sikap pihak keluarga yang tidak jujur kepada rumah sakit.

Tak sedikit warganet yang memberikan saran kepada pihak rumah sakit untuk lebih teliti. Dan memperhatikan keselamatan diri.

Ini bukan kejadian pertama pasien dan keluarganya berbohong.Beberapa waktu lalu media sosial juga dihebohkan dengan kasus serupa, seorang pasien berbohong mengenai status kesehatannya terhadap dokter. Tenaga medis tidak menggunakan APD lengkap ketika menangani pasien itu, setelah ditelusuri ternyata pasien tersebut positif virus korona. Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI 

Setelah mengetahui hal tersebut, akhirnya seluruh perawat termasuk dokter rumah sakit menangis ketakutan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *