TIPS SUKSES MENJADI MANAJER

Cepat lambat perkembangan suatu perusahaan ditentukan oleh pemimpinnya. Perusahaan akan berkembang dengan pesat apabila memiliki pemimpin ataupun manajer yang bagus, yakni manajer yang mampu bekerja keras untuk mencapai target-target perusahaan. Sedangkan menjadi seorang manajer bukan perkara yang mudah karena memiliki tanggung jawab  besar untuk mengelola segala aspek perusahaan. Oleh sebab itu, hendaknya seorang manajer harus kreatif dan inovatif sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Berikut ini adalah tips sukses menjadi manajer.

  • Mendelegasikan tugas dengan tepat

Seorang manajer harus bertanggung jawab mengetahui dan menetapkan siapa yang tepat untuk melaksanakan tugas tertentu. Oleh karena itu, Anda harus mengenali potensi-potensi serta keterbatasan pada setiap anggota tim. Setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Sehingga diperlukan observasi atau kedekatan antara manajer dan anggota timnya. Dengan mendelegasikan tugas secara tepat akan membantu meningkatkan kinerja dan rasa kepercayaan diri anggotanya.

  • Memimpin dengan teladan

Menjadi seorang pemimpin hendaknya menjadi contoh yang baik kepada semua orang. Ketika adanya suatu peraturan, seorang manajer adalah orang pertama yang mematuhi peraturan-peraturan tersebut. Sehingga seorang manajer hendaknya disiplin dalam melaksanakan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas-tugas sebagai seorang manajer. Hal tersebut akan memiliki pengaruh kepada karyawan dalam menilai dan rasa hormat terhadap manajer.

  • Mampu memberi motivasi

Seorang manajer harus mengetahui apa yang dapat memotivasi dari setiap anggota tim. Tugas ini cenderung menuntut seorang manajer untuk memahami secara mendalam masing-masing anggota tim karena setiap orang memiliki standar motivasi yang berbeda. Diharapkan ketika anggota tim memiliki kesulitan atau penurunan kinerja, manajer mampu memotivasi secara tepat sesuai dengan karakter setiap anggoa. Sehingga anggota tim mampu kembali bekerja secara baik dan mencapai target kerja.

  • Pintar Membaca Situasi

Menjadi manajer harus rajin dan pintar membaca. Tidak sekadar membaca buku agar pengetahuannya yang terkait pekerjaan terus bertambah. Melainkan juga kepintaran dalam membaca situasi yang berkembang. Kemampuan ini akan membantu perusahaan berlari lebih kencang. Kritis dan cepat bereaksi terhadap situasi yang muncul menjadi hal yang harus terus Anda kembangkan. Apalagi di era globalisasi di mana perubahan bisa sangat terjadi setiap saat. Rutin mengumpulkan dan menganalisis informasi yang masuk akan membantu Anda dalam mengambil putusan dan tindakan strategis yang penting bagi perusahaan.

  • Pantang Menyerah

Untuk bisa menjadi seorang manajer yang sukses pasti akan banyak menemui masalah dan tantangan. Tidak ada jalur khusus untuk menjadi manajer, kecuali perusahaan itu milik orang tua Anda. Karena itulah Anda harus punya mental pantang menyerah. Ketika orang lain menganggap tugas yang diberikan kepada Anda mustahil untuk dilakukan, buktikan bahwa semua anggapan tersebut keliru.

Ingat, keberhasilan adalah hasil positif dari sebuah usaha yang terus menerus dilakukan secara konsisten. Bukan sebuah keajaiban atau keberuntungan.

Lakukan semua tugas secara maksimal dan konsisten, maka Anda akan merasakan hasil manisnya untuk karier Anda kelak.

  • Mengakui kesalahan

Hal yang seharusnya dihndari dari seorang manajer adalah membuat kesalahan dalam penilaian dan pengambilan keputusan. Akan tetapi tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Ketika seorang manajer melakukan hal tersebut, hendaknya bertanggung jawab untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Selain itu, akan lebih baik apabila kesalahan yang dilalkukan dapat menjadi bahan diskusi untuk meminta masukan agar hal-hal tersebut tidak terjadi lagi dikemudian hari.

  • Komunikasi yang efektif

Manajer dituntut untuk berkomunikasi dengan anggota tim secara rutin berkaitan dengan tugas-tugasnya. Untuk menunjang hal tersebut, seorang manajer harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif baik secara lisan maupun tertulis. Komunikasi ini hendaknya berlangsung secara interaktif, yakni seorang manajer dan anggota tim dapat saling mengerti satu sama lain. Selain itu, menjadi seorang manajer harus bisa menghargai anggotanya ketika mengalami masalah tanpa harus bersikap kasar dan menyinggung.

  • Berani Ambil Risiko

Salah satu ciri para manajer sukses adalah keberanian mengambil risiko. Keberanian ini umumnya dimiliki mereka yang berada di kisaran usia 30 sampai 35 tahun. Di rentang usia tersebut, karyawan masih dialiri semangat dan kreativitas tinggi, dan tentu saja keberanian mengambil risiko. Berbeda dengan karyawan yang sudah memasuki usia 40 tahunan. Meski pengalaman kerja sudah matang, tapi secara mental mereka tidak akan berani mengambil risiko. Padahal perkembangan sebuah perubahan tak akan lepas dari risiko. Karena itu tunjukkan keberanian Anda, yang diperkuat perhitungan matang, untuk mengambil risiko yang berujung kesuksesan bagi perusahaan.

Sumber: www.hrd-forum.com; www.duniakaryawan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *