Strategi Penjualan yang Efektif saat Pandemi Covid-19

Penyebaran covid-19 yang cepat memang merubah interaksi antara bisnis dan pelanggan. Banyak bisnis mulai merasa penurunan penjualan yang drastis atau bahkan tidak memiliki pelanggan sama sekali karena pelanggan sudah mulai beraktivitas di rumah mereka masing-masing. Tetapi, keberlanjutan bisnis harus tetap dilakukan agar bisnis dapat dipertahankan. Mempertahankan bisnis yang berarti juga memperjuangkan penjualan selama wabah Virus Corona memang tidak mudah. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana bisnis menjual produk di minggu atau bulan mendatang. Berikut beberapa strategi penjualan yang efektif untuk memastikan bahwa bisnis UKM Anda tetap berjalan.

1. Hormati dan Perkuat Hubungan Anda dengan Pelanggan

Penting untuk menghormati hubungan dan dukungan Anda kepada pelanggan di waktu seperti sekarang. Minggu-minggu ini, email atau pun notifikasi smartphone pelanggan akan dibanjiri dengan pembaruan dari Virus Corona. Baik dari perusahaan tempat mereka bekerja ataupun online shop kesayangan mereka. Untuk itu, jangan mengeksploitasi krisis menjadi sebuah kesempatan yang dilebih-lebihkan. Pakai bahasa yang lebih sopan dan coba lebih dekati apa yang mereka rasakan.

Misalnya, Anda dapat mengirim email dengan membuatnya secara pribadi dan sesingkat mungkin dengan pesan inti “Kami di sini untuk mendukung Anda. Beri tahu kami bagaimana kami bisa membantu Anda.” Intinya, tetap perkuat hubungan Anda dengan menanyakan kabar mereka tapi jangan terlalu berlebihan karena bisnis tetap ingin menghormati pelanggan.

2. Buat Promosi Penjualan yang Tepat

Ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai dari produk yang Anda jual. Jika Anda dapat mengembangkan promosi penjualan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di tengah krisis Virus Corona ini, dengan sendirinya, pelanggan akan datang sendiri kepada bisnis Anda. Sebaiknya, gunakan media digital saat melakukan promosi karena pelanggan lebih banyak menghabiskan waktu dan beraktivitas di rumah. Waktu untuk melihat smartphone atau melihat TV akan lebih banyak dihabiskan dibanding hari-hari biasanya.

Misalnya, Anda dapat membuat “buy-now” promotion, atau push notification di smartphone pelanggan dengan tulisan “sending a great promotion to you.” atau Anda juga dapat mengirim penawaran menarik ke email mereka.  

3. Cara dan Strategi Penjualan yang Kreatif

Selain promosi yang Anda gunakan tepat, buatlah cara dan strategi penjualan yang kreatif. Dengan membuat pelanggan tetap melihat cara Anda mempresentasikan produk UKM Anda. Entah melalui video yang sedih, lucu atau unik, melalui meme yang lucu, melalui email yang menarik dan berbagai cara lainnya yang disesuaikan kembali dengan target pasar produk bisnis Anda. Berbeda target, berbeda cara mendekatinya. 

Misalnya, Anda dapat membuat video unik dengan cerita yang lucu. Anda tidak perlu terlalu memasarkan produk secara eksplisit. Buat saja cerita yang unik, lucu dan menarik agar pelanggan selalu ingin menonton video penjualan Anda setiap Anda memposting di media sosial atau media lainnya.

4. Jangan Panik dan Jangan Berhenti Menjual

Hindari kepanikan atas pandemi Virus Corona ini dan berhentilah berasumsi bahwa bisnis Anda akan segera bangkrut karena adanya penurunan penjualan. Banyak bisnis diambang kepanikan karena adanya isu-isu Virus Corona di luar sana. Anda tetap harus menjual produk UKM dan mencari calon pelanggan dengan berbagai cara yang dapat menarik hati pelanggan untuk tetap membeli produk UKM Anda. Kehidupan mungkin saja tidak sepenuhnya normal kembali. Jadi, cari cara agar Anda dapat beradaptasi dan tetap berbisnis. 

Setelah Anda mengetahui strategi penjualan yang efektif selama masa pandemi Virus Corona. Sebaiknya Anda juga mulai memperhatikan pembukuan bisnis UKM Anda. Terlebih, dengan mempertimbangkan strategi penjualan apa yang akan dilakukan, Anda juga harus terus melihat bagaimana kondisi keuangan bisnis Anda. Untuk itu, gunakan pembukuan digital seperti Jurnal, dengan sistem yang otomatis ini akan mempercepat segala strategi dan keputusan yang diambil dalam berbisnis.

Sumber: jurnal.id

Cara Mendapatkan Token Listrik Gratis PLN Bulan September 2020, Bisa Melalui WhatsApp

Tarif listrik gratis dan diskon oleh PLN untuk bulan September 2020, sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat Indonesia dalam situasi pandemi Covid-19, sudah dapat diklaim.

Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan token listrik gratis PLN pada bulan September 2020.

Untuk mendapatkan token listrik gratis ini, Anda bisa dengan memasukkan ID Pelanggan melalui www.pln.co.id.

Selain melalui website resmi PLN www.pln.co.id tersebut, cara lainnya yang bisa Anda gunakan yakni dengan mengirim pesan melalui WhatsApp di nomor 08122123123.

Untuk Anda ketahui bahwa keringanan tarif listrik gratis hanya diberikan untuk rumah berdaya listrik 450 VA.

Akan tetapi, bagi rumah berdaya listrik 900 VA bersubsidi, Anda berhak mendapatkan diskon 50 persen dari tarif listrik Anda.

Tidak hanya itu, pelanggan Bisnis Kecil B1/450 VA dan Industri Kecil I1/450 VA juga dapat mengakses token listrik gratis dari PLN.

Pembebasan tarif listrik dan diskon 50 persen ini berlaku hingga Desember 2020.

Lalu, bagaimana cara dapat token listrik gratis?

Untuk mendapatkan keringanan tarif listrik, Anda bisa menggunakan dua cara, yaitu mengakses website PLN www.pln.co.id atau mengirim pesan ke nomor WhatsApp 08122123123.

1. Cara dapat token listrik gratis melalui website PLN

  • Buka laman www.pln.co.id kemudian masuk ke menu ‘Pelanggan’ dan langsung menuju ke pilihan ‘Stimulus Covid-19’
  • Setelah itu, langsung masukkan ID Pelanggan/Nomor Meter
  • Kemudian, Token Gratis akan ditampilkan di Layar
  • Silakan Anda memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai ID Pelanggan
  • Dengan begitu, secara otomatis akses listrik gratis dari PLN bisa didapatkan

Itulah cara dapat token listrik gratis melalui website.

2. Cara dapat token listrik gratis melalui nomor WhatsApp

  • Buka Aplikasi WhatsApp
  • Kirim pesan WhatsApp apapun ke nomor 08122123123
  • Ikuti petunjuk yang tertera dengan memasukkan ID Pelanggan
  • Kemudian, token gratis akan muncul pada obrolan WhatsApp
  • Selanjutnya, pelanggan silakan memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai ID Pelanggan

Begitulah cara dapat token listrik gratis melalui WhatsApp.

Bagaimana cara cek listrik di rumah kita?

Seperti yang Anda ketahui bahwa yang berhak mendapat token listrik gratis dari PLN adalah rumah berdaya listrik 450VA, maka Anda perlu mengetahui terlebih dahulu daya listrik di rumah Anda.

Berikut cara bedakan pelanggan subsidi dan nonsubsidi dikutip dari Instagram @pln_id:

1. R1/900VA Subsidi

  • Cek struk pembayaran sebelumnya
  • Lihat pada kolom tarif/daya di struk.
  • Jika tertera R1, maka Anda berhak mendapatkan keringanan.

2. R1M/900VA non subsidi

  • Cek struk pembayaran sebelumnya
  • Lihat pada kolom tarif/daya di struk
  • Jika yang tertera adalah R1M, maka Anda tidak mendapatkan keringanan tarif listrik.

Demikian cara dapat token listrik gratis PLN pada bulan September 2020.

Sumber: TribunNews

Simak! Produk UMKM yang Dibutuhkan di Tengah Pandemi

Liputan6.com, Jakarta – Sejak awal Maret Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan adanya WNI yang positif covid-19, lambat laun sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi mulai merasakan dampak dari pandemi tersebut. Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pun tak luput dari tekanan.

Banyak pelaku usaha yang sampai menutup bisnis lantaran daya beli masyarakat menurun. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hampir 4 bulan ini membuat kegiatan ekonomi seperti terhenti.

Akhirnya pemerintah pun membuka kembali PSBB, kegiatan usaha pelan-pelan hidup kembali. Pembukaan SPBB tersebut tetapi tetap harus dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Di masa transisi new normal Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan banyak pelaku UMKM baru, yakni yang sebelumnya berprofesi sebagai pekerja beralih dan berkecimpung di sektor makanan, minuman, dan lainnya.

Hal tersebut karena banyak dari pekerja yang kena  PHK atau dirumahkan, sehingga mereka tidak memiliki penghasilan lagi. Terdorong keinginnan untuk bertahan, banyak orang yang membuka bisnis baru baik sebagai sampingan mapun utama untuk menambah pendapatan di masa sulit saat ini.

“Saat ini yang sedang growing di e-commerce, kalau menurut hasil survei Danareksa Research Institute memang pola konsumsi berubah dari offline ke online. Saya kira yang lagi growing untuk usaha ya di mamin (makan dan minuman) atau kebutuhan primer,” kata Teten kepada liputan6.com, Kamis (3/9/2020).

Selain sektor mamin, komoditas pertanian sangat diminati masyarakat di masa pandemi, Teten menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan disektor pertanian tumbuh 16 persen.

Saat Teten melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah, ternyata di daerah kegiatan usaha itu tidak terganggu. Artinya orang tetap pergi ke ladang, ke sawah, sehingga produksi terus meningkat.

“Walaupun Ketika saya berdialog dengan nelayan-nelayan di pantura (pantai utara) memang hasil tangkapan nelayan tidak terserap semua, karena memang daya beli masyarakat menurun,” kata Teten Masduki.

Kemudian, alat-alat perlengkapan kesehatan juga banyak peminatnya, seperti masker, alat pelindung diri, hand sanitizer, minuman herbal dan lainnya. Sebab kasus covid-19 masih belum turun.

*Artikel disadur dari liputan6.com dengan judul yang sama.